Kota Kinabalu, newsline.id — Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) di Sabah, Malaysia, dipenuhi antusiasme ratusan pelajar dan orang tua. Sebanyak 591 pelajar anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengikuti pembekalan Program Generasi Maju Cinta Tanah Air (Gema Cita) 2025, sebagai persiapan untuk melanjutkan pendidikan di berbagai sekolah menengah di Indonesia.
Program Gema Cita merupakan bentuk fasilitasi pemerintah Indonesia bagi anak-anak PMI di Sabah, Sarawak, dan Semenanjung Malaysia agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK/MA di Indonesia. Para peserta sebelumnya menempuh pendidikan dasar dan menengah pertama di SIKK atau Community Learning Center (CLC) yang tersebar di wilayah perkebunan sawit.
Program ini menyediakan tiga jalur:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- Jalur Beasiswa Adem dari Kemendikdasmen,
- Jalur Yayasan dari mitra pendidikan,
- Jalur Mandiri, untuk siswa yang melanjutkan secara swadaya.
Proses seleksi telah dilakukan sejak Februari 2025, mencakup tes akademik, psikologi, wawancara, dan pemeriksaan kesehatan. Tahun ini, 847 siswa dari berbagai wilayah Malaysia mendaftar, dan 591 dinyatakan lolos dan siap berangkat.
Sebelum diberangkatkan, peserta mendapatkan pembekalan penting, mulai dari pengenalan budaya Indonesia, etika hidup di asrama, pencegahan narkoba, hingga persiapan tinggal jauh dari keluarga. Mereka akan disebar ke lebih dari 100 sekolah mitra di 12 provinsi, termasuk Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Utara, dan Nusa Tenggara Timur.
Keberangkatan dilakukan secara bertahap pada awal Juli 2025 melalui Bandara Kota Kinabalu dan Pelabuhan Tawau. Para peserta tampak antusias dan penuh semangat, meneriakkan slogan “Kembalilah ke Indonesia Kita” sebelum menuju masa depan baru di tanah air.
Program Gema Cita telah berjalan sejak 2013 dan hingga kini telah memfasilitasi lebih dari 4.000 pelajar anak PMI, yang sebagian telah melanjutkan ke perguruan tinggi bahkan bekerja secara profesional. (********)








