PALANGKARAYA,newsline.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi meluncurkan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sebagai program bantuan terintegrasi yang digadang-gadang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Peluncuran yang berlangsung Kamis (26/3) ini langsung menyedot perhatian publik, terutama di tengah tuntutan peningkatan kesejahteraan warga.
KHBS dirancang sebagai sistem terpadu yang menggabungkan berbagai bentuk bantuan dalam satu kartu. Program ini diharapkan mampu memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, transparan, serta berdampak langsung pada peningkatan daya beli masyarakat.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial biasa. “Kartu Huma Betang Sejahtera adalah komitmen kita untuk menghadirkan keadilan sosial. Ini bukan hanya soal memberi bantuan, tetapi bagaimana bantuan itu mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah daerah menilai, digitalisasi bantuan menjadi langkah penting untuk mengatasi persoalan klasik seperti tumpang tindih data penerima. Dengan sistem terintegrasi, setiap penerima manfaat akan tercatat secara akurat sehingga potensi penyalahgunaan dapat diminimalisir.
Selain menyasar bantuan pangan dan layanan sosial, KHBS juga diarahkan untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemegang kartu nantinya didorong untuk bertransaksi dalam ekosistem ekonomi lokal, sehingga perputaran uang tetap berada di daerah dan mampu menggerakkan pasar tradisional.
Meski demikian, tantangan implementasi masih menjadi perhatian. Kesiapan infrastruktur digital di wilayah pelosok dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Pemerintah mengklaim telah bekerja sama dengan perbankan daerah untuk memastikan akses layanan dapat menjangkau hingga tingkat desa.
“Pemerintah sudah menyiapkan sistem agar layanan ini bisa diakses secara luas, termasuk di daerah terpencil. Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal,” kata Agustiar.
Nama “Huma Betang” sendiri diambil dari filosofi rumah adat Dayak yang mencerminkan kebersamaan dan gotong royong. Nilai ini diharapkan menjadi landasan moral dalam menjaga integritas penyaluran bantuan.
Kini, masyarakat Kalimantan Tengah menanti realisasi nyata dari program tersebut. Efektivitas KHBS dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi tolok ukur apakah kebijakan ini mampu menjawab harapan atau sekadar menjadi program ambisius tanpa dampak signifikan.








