SAMPIT,newsline.id – Fenomena mengejutkan terjadi di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Jumat (27/03/2026). Ribuan warga terpantau nekat melakukan “mudik susulan” massal pasca-Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, memicu lonjakan penumpang yang drastis hingga dua kali lipat dari hari normal.
Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran 2026, Gusti Muchlis, mengonfirmasi bahwa aktivitas di dermaga saat ini justru masih menunjukkan tensi arus mudik yang tinggi, bukannya arus balik. Pantauan di lokasi menunjukkan Kapal Motor (KM) Lawit milik PT Pelni dibanjiri 1.209 penumpang yang bertolak menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sebuah angka yang sangat kontras dibandingkan rata-rata harian yang hanya berkisar 500-700 orang.
“Hari ini bisa dibilang masih arus mudik, dibuktikan dengan banyaknya penumpang yang berangkat. Mengacu pada tahun-tahun sebelumnya, biasanya ini mereka yang tidak kebagian tiket sebelum hari raya dan ada juga yang sengaja mengejar Lebaran Ketupat,” tegas Gusti Muchlis saat memantau embarkasi penumpang di Pelabuhan Sampit, Jumat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini memicu tanda tanya besar di kalangan pemudik mengenai ketersediaan tiket dan manajemen transportasi laut. Gusti menjelaskan bahwa pola “mudik telat” ini memang menjadi fenomena tahunan yang sulit dibendung. Banyak warga Jawa di perantauan Kalimantan Tengah memilih berangkat sepekan setelah Lebaran demi mengejar tradisi 8 Syawal atau Lebaran Ketupat di kampung halaman.
Ironisnya, di tengah membeludaknya warga yang pergi, arus balik justru terpantau sepi senyap dan “landai”. Berdasarkan data posko, KM Lawit yang datang pada hari sebelumnya hanya membawa 189 penumpang turun di Sampit. Perbandingan yang sangat jomplang ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih menunda kepulangan mereka ke Kalimantan demi libur yang lebih panjang.
Pihak otoritas pelabuhan memprediksi bahwa puncak arus balik justru baru akan terjadi saat Posko Lebaran resmi ditutup.
Hal ini dikarenakan karakteristik penumpang arus balik yang cenderung lebih santai dan tidak terburu-buru seperti saat mengejar momen Idulfitri. Lonjakan kedatangan penumpang diperkirakan bakal terus mengalir hingga satu bulan ke depan secara bertahap.
“Biasanya sampai posko berakhir pun arus balik masih terjadi. Apalagi tahun ini periode posko lebih pendek, hanya 18 hari dibandingkan tahun lalu yang mencapai 22 hari. Jadi kemungkinan puncak arus balik itu justru setelah periode posko berakhir,” ungkap Gusti memberikan peringatan mengenai potensi penumpukan penumpang di luar masa pengawasan resmi.
Sebelumnya Kementerian Perhubungan menetapkan masa berlaku Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Artinya, petugas hanya memiliki sisa waktu tiga hari lagi sebelum posko resmi dibubarkan, meskipun gelombang penumpang diprediksi masih akan terus berdatangan dari arah Surabaya dan Semarang.
Keberangkatan KM Lawit pada hari Kamis tersebut merupakan armada kedelapan dari total 12 jadwal keberangkatan yang disiapkan selama periode Lebaran tahun ini. Dengan sisa empat jadwal kapal, persaingan mendapatkan tiket bagi warga yang belum berangkat dipastikan akan semakin sengit dan memanas di sisa waktu yang ada.
Hingga berita ini diturunkan, data akumulatif Posko Pelabuhan Sampit mencatat total penumpang yang telah berangkat mencapai 7.887 orang. Sementara itu, angka penumpang yang turun atau tiba di Sampit masih tertahan di angka 1.157 orang. Situasi ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi para operator kapal guna menjamin keselamatan di tengah animo masyarakat yang tetap tinggi meski Lebaran telah usai.(*)
Tim Newsline.id : Saifullah









