Relawan Karhutla Auto Semangat, PDIP Kirim Bantuan Langsung ke Lapangan

Saturday, 29 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALANGKA RAYA, newsline.id — Di tengah kepungan asap yang belum juga menipis, Sabtu (29/8/2026), pengurus DPC PDIP Palangka Raya menyambangi Kelurahan Petuk Katimpun. Mereka datang bukan dengan orasi atau baliho, melainkan dengan 20 dus air mineral, kue, dan sejumlah uang tunai yang langsung diserahkan Ketua DPC PDIP Palangka Raya, Nenie Adriaty Lambung, kepada perwakilan relawan Tim Siaga Api Kebakaran (TSAK) dan Masyarakat Peduli Api (MPA), dua kelompok yang selama berminggu-minggu terakhir berjibaku di garis depan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah itu.

Bantuan ini bukan yang pertama. Menurut Neni, sapaan akrabnya, DPC PDIP Palangka Raya sudah menyalurkan bantuan serupa ke lima lokasi berbeda di seantero Kota Cantik sepanjang musim kemarau tahun ini. “Ini bentuk kepedulian pengurus partai kepada pahlawan karhutla yang selama ini sudah berjuang tanpa henti memadamkan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Kata “pahlawan” itu bukan basa-basi politik semata. Di Petuk Katimpun, karhutla bukan lagi ancaman abstrak, ia sudah mengubah wajah keseharian warga. Titik api yang terus meluas membuat kabut asap kian pekat, mengganggu aktivitas, dan yang paling mengkhawatirkan, menggerogoti kesehatan masyarakat.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampaknya nyata. Jumat (28/8/2026) sore, sembilan warga Petuk Katimpun terpaksa dievakuasi ke rumah singgah di Jalan Badak. Bukan karena api mendekati permukiman, melainkan karena asap yang mereka hirup setiap hari sudah melewati ambang batas aman bagi paru-paru mereka.

Baca JUga  Politik yang Turun Ke Gang: PDIP Palangka Raya Hidupkan Marhaenisme di Jalan Mahir Mahar

Lurah Petuk Katimpun, Berita Asi, memastikan warga yang membutuhkan penanganan tidak dibiarkan sendirian. “Warga yang membutuhkan penanganan sudah ditindaklanjuti oleh tim kesehatan karhutla dan dokter Puskesmas Jekan Raya,” katanya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada DPC PDIP Palangka Raya atas bantuan yang, menurutnya, sangat bermanfaat bagi para relawan yang bertugas.

Di balik pernyataan resmi, ada suara dari mereka yang setiap hari berdiri paling dekat dengan api. Iyul, perwakilan relawan karhutla, mengatakan bantuan yang diterima hari itu punya makna yang jauh lebih besar dari sekadar dus air mineral dan kue. “Bantuan ini sangat berarti, bahkan mereka juga memberikan support sehingga membuat anggota TSAK dan MPA lebih bersemangat lagi untuk bekerja memadamkan api,” ucapnya.

Semangat itu penting, sebab pekerjaan memadamkan karhutla adalah kerja yang sunyi. Ketika api berhasil dijinakkan di satu titik, ia kerap menyala kembali di titik lain — dan perhatian publik yang mudah teralihkan membuat relawan lapangan sering berjuang tanpa banyak sorotan.

Menariknya, dukungan untuk warga terdampak asap Petuk Katimpun tidak berhenti pada bantuan logistik semata. Selasa (25/8/2026), sebuah fasilitas darurat yang jarang terdengar di kota lain resmi diluncurkan: rumah oksigen. Fasilitas ini beroperasi bersamaan dengan Pos Pelayanan Kesehatan di Posko Bencana Karhutla Petuk Katimpun, diresmikan dengan kehadiran Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Anang Dirjo.

Baca JUga  Menakar Harga Sebuah Independensi Jurnalis 

Rumah oksigen ini disiapkan sebagai pertolongan pertama bagi siapa pun, warga, petugas, maupun relawan yang mengalami sesak napas akibat paparan asap. Selain oksigen gratis, posko juga menyediakan cek kesehatan cuma-cuma, pembagian masker, dan vitamin bagi anggota satuan tugas, dengan dukungan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah.

Gotong royong menangani krisis ini juga datang dari kalangan pemuda. Karang Taruna Palangka Raya ikut turun tangan dengan mendirikan Posko Bencana Karhutla Bantuan Presiden dan menyalurkan sembako gratis kepada masyarakat terdampak.

Dari satu titik di Petuk Katimpun, terlihat sebuah pola yang lebih besar: krisis karhutla di Palangka Raya kini ditangani lewat kolaborasi lintas aktor, partai politik, pemerintah kelurahan, dinas kesehatan, hingga organisasi kepemudaan, yang bergerak hampir bersamaan dalam rentang waktu kurang dari sepekan.

Namun di balik seluruh bantuan dan fasilitas darurat itu, pertanyaan yang lebih mendasar tetap menggantung di udara yang masih berkabut, sampai kapan warga Petuk Katimpun harus terus bertahan dengan cara-cara darurat, sementara akar persoalan karhutla musim demi musim belum juga benar-benar padam. (*)

Tim Newsline : Syamsudin Dinata 

Berita Terkait

Saat Hutan Kalteng Membara, Akun Pemprov Sibuk Tiup Lilin untuk Istri Gubernur
Di Pusara Pahlawan, PDI Perjuangan Palangka Raya Ikrarkan Ulang Marhaenisme
Politik yang Turun Ke Gang: PDIP Palangka Raya Hidupkan Marhaenisme di Jalan Mahir Mahar
1 Ribu Pohon,  1 Pesan: PDIP Palangka Raya Tanam Warisan untuk Generasi Mendatang
Menakar Harga Sebuah Independensi Jurnalis 
Ketika Pers Lupa Pancasila: Refleksi Pahit di Hari Lahir Dasar Negara
Retaknya Menara Gading : Suksesi Senyap, Bara Membara di Pertarungan Jiwa Universitas Palangka Raya
Tragedi Berdarah di Balik Kelambu Mahir Mahar, Jeritan Sunyi dari Lokalisasi Terselubung Palangka Raya
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 25 August 2026 - 23:06 WITA

Saat Hutan Kalteng Membara, Akun Pemprov Sibuk Tiup Lilin untuk Istri Gubernur

Wednesday, 1 July 2026 - 20:16 WITA

Di Pusara Pahlawan, PDI Perjuangan Palangka Raya Ikrarkan Ulang Marhaenisme

Tuesday, 16 June 2026 - 06:00 WITA

Politik yang Turun Ke Gang: PDIP Palangka Raya Hidupkan Marhaenisme di Jalan Mahir Mahar

Monday, 15 June 2026 - 15:20 WITA

1 Ribu Pohon,  1 Pesan: PDIP Palangka Raya Tanam Warisan untuk Generasi Mendatang

Tuesday, 2 June 2026 - 17:52 WITA

Menakar Harga Sebuah Independensi Jurnalis 

Berita Terbaru

Pemerintahan

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Friday, 4 Sep 2026 - 22:35 WITA