KUALA PEMBUANG, newsline.id – Di balik meja kerja yang berpindah tangan, ada pertaruhan yang jauh lebih besar dari sekadar seremoni administratif, nasib efektivitas birokrasi Kabupaten Seruyan untuk periode ke depan. Rabu (12/8/2026), tiga kursi strategis di jantung Sekretariat Daerah resmi berpindah pemangku, disaksikan langsung oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah, dr. Bahrun Abbas, M.P.H.
Pergantian ini bukan perkara remeh. Tiga posisi yang diserahterimakan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, dan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, adalah simpul-simpul yang menentukan cepat-lambatnya roda kebijakan daerah berputar. Sukardi, S.E. menyerahkan tongkat estafet Asisten Perekonomian dan Pembangunan kepada Iwan Sumantri, S.P., M.A.P. Kursi Asisten Administrasi Umum beralih dari H. Sugian Noor, S.E., S.H., M.P., M.H., C.L.A. kepada Yudiansyah, S.Sos. Sementara jabatan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam berpindah dari Ashadi, S.T. ke Hendra Anang, S.Sos.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertanyaannya sederhana namun tajam: mampukah wajah-wajah baru ini menerjemahkan mutasi menjadi percepatan kinerja, bukan sekadar rotasi rutin yang berhenti di seremoni. dr. Bahrun Abbas tidak menampik bahwa pergantian jabatan adalah dinamika lazim dalam tubuh birokrasi. Namun ia menegaskan bahwa di balik kewajaran itu tersimpan tuntutan besar, adaptasi cepat dan kerja nyata, bukan masa transisi yang berlarut-larut.

“Jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kepada pejabat yang baru, kami berharap dapat segera beradaptasi, memahami tugas dan fungsi, serta terus membangun koordinasi dan sinergi dalam menjalankan roda pemerintahan,” tegasnya di hadapan jajaran Setda.
Di titik inilah letak taruhannya. Birokrasi kerap terjebak pada jargon “penyegaran organisasi” tanpa indikator yang jelas soal apa yang benar-benar berubah. Bahrun Abbas seolah menyadari jebakan itu, sehingga ia mendorong penekanan pada tiga pilar yang sering diucapkan tapi jarang benar-benar diukur, kekompakan, profesionalisme, dan integritas, plus satu variabel yang kerap jadi titik lemah birokrasi daerah, yakni komunikasi antar pimpinan.

“Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap program dan kebijakan pemerintah daerah dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, menempatkan rakyat sebagai muara akhir dari seluruh proses mutasi ini, bukan kepentingan internal aparatur semata.
Kepada para pejabat yang telah menuntaskan masa tugasnya, Bahrun Abbas menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan. Ucapan terima kasih itu bukan basa-basi protokoler semata, melainkan pengakuan bahwa kontribusi mereka menjadi fondasi bagi kelanjutan program pembangunan Seruyan.
“Semoga pengalaman dan pengabdian yang telah diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan kita bersama membangun Kabupaten Seruyan. Kepada pejabat yang baru, mari kita bersama-sama melanjutkan tugas dengan semangat, komitmen dan tanggung jawab,” tambahnya.
Dari sudut pandang tata kelola pemerintahan, momentum seperti ini sesungguhnya menjadi ujian nyata bagi kepemimpinan daerah, apakah pergantian pejabat mampu menjaga kesinambungan program tanpa terjebak inefisiensi masa transisi, ataukah justru menimbulkan kekosongan koordinasi di tengah target-target pembangunan yang sudah berjalan.
Warga Seruyan tentu tidak berkepentingan dengan siapa yang duduk di kursi mana. Yang mereka nantikan adalah dampak nyata, pelayanan publik yang tidak tersendat, program ekonomi dan pembangunan yang tetap on track, serta birokrasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dengan sertijab ini, publik kini menanti pembuktian. Sebab jabatan, sebagaimana ditegaskan sendiri oleh Plh. Sekda, adalah amanah. Dan amanah selalu menuntut pertanggungjawaban, bukan sekadar seremoni pelantikan.(*)
Tim Newsline ID









