Sertijab Setda Seruyan: Antara “Amanah” di Mulut dan Realisasi di Lapangan

Thursday, 13 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUALA PEMBUANG, newsline.id – Di balik meja kerja yang berpindah tangan, ada pertaruhan yang jauh lebih besar dari sekadar seremoni administratif, nasib efektivitas birokrasi Kabupaten Seruyan untuk periode ke depan. Rabu (12/8/2026), tiga kursi strategis di jantung Sekretariat Daerah resmi berpindah pemangku, disaksikan langsung oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah, dr. Bahrun Abbas, M.P.H.

Pergantian ini bukan perkara remeh. Tiga posisi yang diserahterimakan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, dan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, adalah simpul-simpul yang menentukan cepat-lambatnya roda kebijakan daerah berputar. Sukardi, S.E. menyerahkan tongkat estafet Asisten Perekonomian dan Pembangunan kepada Iwan Sumantri, S.P., M.A.P. Kursi Asisten Administrasi Umum beralih dari H. Sugian Noor, S.E., S.H., M.P., M.H., C.L.A. kepada Yudiansyah, S.Sos. Sementara jabatan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam berpindah dari Ashadi, S.T. ke Hendra Anang, S.Sos.

lv 0 20260813013452

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertanyaannya sederhana namun tajam: mampukah wajah-wajah baru ini menerjemahkan mutasi menjadi percepatan kinerja, bukan sekadar rotasi rutin yang berhenti di seremoni. dr. Bahrun Abbas tidak menampik bahwa pergantian jabatan adalah dinamika lazim dalam tubuh birokrasi. Namun ia menegaskan bahwa di balik kewajaran itu tersimpan tuntutan besar, adaptasi cepat dan kerja nyata, bukan masa transisi yang berlarut-larut.

Baca JUga  Simbol Spiritual Baru di Seruyan, Wabup H. Supian Letakkan Batu Pertama Mushola Al Ikhlas

lv 0 20260813010701

“Jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kepada pejabat yang baru, kami berharap dapat segera beradaptasi, memahami tugas dan fungsi, serta terus membangun koordinasi dan sinergi dalam menjalankan roda pemerintahan,” tegasnya di hadapan jajaran Setda.

Di titik inilah letak taruhannya. Birokrasi kerap terjebak pada jargon “penyegaran organisasi” tanpa indikator yang jelas soal apa yang benar-benar berubah. Bahrun Abbas seolah menyadari jebakan itu, sehingga ia mendorong penekanan pada tiga pilar yang sering diucapkan tapi jarang benar-benar diukur, kekompakan, profesionalisme, dan integritas, plus satu variabel yang kerap jadi titik lemah birokrasi daerah, yakni komunikasi antar pimpinan.

lv 0 20260813013413

“Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap program dan kebijakan pemerintah daerah dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, menempatkan rakyat sebagai muara akhir dari seluruh proses mutasi ini, bukan kepentingan internal aparatur semata.

Kepada para pejabat yang telah menuntaskan masa tugasnya, Bahrun Abbas menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan. Ucapan terima kasih itu bukan basa-basi protokoler semata, melainkan pengakuan bahwa kontribusi mereka menjadi fondasi bagi kelanjutan program pembangunan Seruyan.

Baca JUga  Di Balik Angka Triliunan APBD Seruyan, Ada Jalan Rusak yang Masih Menunggu Realisasi

“Semoga pengalaman dan pengabdian yang telah diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan kita bersama membangun Kabupaten Seruyan. Kepada pejabat yang baru, mari kita bersama-sama melanjutkan tugas dengan semangat, komitmen dan tanggung jawab,” tambahnya.

Dari sudut pandang tata kelola pemerintahan, momentum seperti ini sesungguhnya menjadi ujian nyata bagi kepemimpinan daerah, apakah pergantian pejabat mampu menjaga kesinambungan program tanpa terjebak inefisiensi masa transisi, ataukah justru menimbulkan kekosongan koordinasi di tengah target-target pembangunan yang sudah berjalan.

Warga Seruyan tentu tidak berkepentingan dengan siapa yang duduk di kursi mana. Yang mereka nantikan adalah dampak nyata, pelayanan publik yang tidak tersendat, program ekonomi dan pembangunan yang tetap on track, serta birokrasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.

Dengan sertijab ini, publik kini menanti pembuktian. Sebab jabatan, sebagaimana ditegaskan sendiri oleh Plh. Sekda, adalah amanah. Dan amanah selalu menuntut pertanggungjawaban, bukan sekadar seremoni pelantikan.(*)

Tim Newsline ID

Berita Terkait

Sawah yang Tak Pernah Tidur: Kisah Petani Seruyan Menyulap Musim Kering Jadi Ladang Semangka
Seruyan Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat, Krisis Air Bersih dan Karhutla Mengancam Bersamaan
Cahaya dari Kuala Pembuang: Ketika Seorang Bunda Mengukuhkan Amanah untuk Menyalakan Literasi Seruyan
Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah
Bupati Seruyan Bongkar “Zona Nyaman” Birokrasi: Jabatan Bukan Warisan, tapi Amanah yang Bisa Dicabut
Sungai Mengasin Sumur Mati: Seruyan Berlomba dengan Kemarau Sebelum Semuanya Terlambat
Ketika Uang Nelayan Berhenti di Amplop: Cerita di Balik Rp86,7 Juta yang Disita Kejari Seruyan
Api, Asap, dan Janji: Ketika Bupati Seruyan Turun ke Titik Api
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 17 September 2026 - 19:41 WITA

Sawah yang Tak Pernah Tidur: Kisah Petani Seruyan Menyulap Musim Kering Jadi Ladang Semangka

Thursday, 17 September 2026 - 02:28 WITA

Seruyan Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat, Krisis Air Bersih dan Karhutla Mengancam Bersamaan

Tuesday, 15 September 2026 - 19:46 WITA

Cahaya dari Kuala Pembuang: Ketika Seorang Bunda Mengukuhkan Amanah untuk Menyalakan Literasi Seruyan

Friday, 4 September 2026 - 22:35 WITA

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Friday, 4 September 2026 - 15:14 WITA

Bupati Seruyan Bongkar “Zona Nyaman” Birokrasi: Jabatan Bukan Warisan, tapi Amanah yang Bisa Dicabut

Berita Terbaru

Pemerintahan

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Friday, 4 Sep 2026 - 22:35 WITA