Bupati Seruyan dan Ribuan Warga Bersatu di Hari Bhayangkara Ke-80: Ketika Polri dan Rakyat Berlari Bersama

Monday, 29 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUALA PEMBUANG, newsline.id – Di bawah langit Minggu pagi yang cerah, halaman Mapolres Seruyan mendadak berubah menjadi lautan manusia. Ribuan langkah kaki berdentum serentak, sepatu lari, sandal jepit, hingga roda sepeda membelah jalanan Kuala Pembuang dalam satu irama yang jarang tercipta irama kebersamaan. Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda hadir bukan sekadar sebagai pejabat seremonial, melainkan sebagai warga yang memilih berdiri bahu-membahu bersama aparat, komunitas olahraga, pemuda, dan masyarakat dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Minggu (28/6/2026).

Momentum ini bukan sekadar olahraga pagi. Di balik jalan sehat, lari, dan sepeda santai yang digelar di halaman Mapolres Seruyan itu, tersimpan pesan yang jauh lebih dalam, bahwa kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tidak dibangun di meja rapat atau ruang sidang, melainkan di tengah keringat bersama, di trotoar yang sama, dan dalam tawa yang tak dibeda-bedakan oleh pangkat atau jabatan.

Hari Bhayangkara ke-80 adalah titik refleksi. Delapan dekade Polri berdiri dengan segala capaian, kritik, reformasi, dan harapan yang terus bergolak di ruang publik nasional. Di Seruyan, peringatan itu diterjemahkan dalam bahasa yang paling sederhana dan paling jujur: hadir di tengah rakyat.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Ahmad Selanorwanda, menyampaikan doa dan apresiasi yang bukan basa-basi protokoler semata. Ia secara khusus mengakui dedikasi Kapolres Seruyan beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) dan seluruh anggota dalam menjaga keamanan dan ketertiban yang menjadi tulang punggung stabilitas daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Seruyan dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin Presisi, semakin profesional, dan semakin mampu menjalankan tugas serta tanggung jawabnya dalam mengayomi, melindungi, dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat demi mendukung pembangunan di Kabupaten Seruyan yang kita cintai bersama,” ujar Bupati Ahmad Selanorwanda di hadapan ribuan peserta yang memadati lapangan.

Baca JUga  Datang dengan Tangan Kosong, Pulang dengan Kepala Tegak, Ironi Kontingen Seruyan di FBIM 2026

Kata “Presisi” yang disebut Bupati bukan sekadar slogan. Itu adalah akronim visi Polri era kini, Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan, sebuah agenda transformasi kelembagaan yang diuji setiap hari bukan di panggung pusat, melainkan di kabupaten-kabupaten seperti Seruyan, tempat polisi benar-benar berhadapan langsung dengan denyut kehidupan warga.

Yang menarik perhatian bukan hanya pidato. Di luar agenda formal, Ahmad Selanorwanda memilih satu gestur yang sederhana namun berbicara lantang, menambahkan sepuluh amplop masing-masing senilai Rp250.000 dari kantong apresiasi pribadinya,, di luar hadiah resmi yang telah disiapkan panitia. Bagi sebagian orang, angka itu mungkin kecil. Namun di lapangan, di antara peserta yang berkeringat dan berlomba dengan semangat, gestur itu terasa seperti jabat tangan yang tulus.

“Selamat berlomba bagi para peserta lari, dan bagi yang mengikuti jalan santai silakan menikmati kegiatan ini dengan penuh kegembiraan. Yang terpenting, mari kita terus menjaga kesehatan dan memperkuat kebersamaan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80,” tutup Bupati Ahmad Selanorwanda yang disambut tepuk tangan riuh dari peserta.

Kegiatan ini melibatkan lintas elemen: jajaran Forkopimda, personel Polres, instansi pemerintah daerah, komunitas olahraga, organisasi pemuda, hingga warga biasa yang membawa serta anak-anak mereka. Komposisi peserta inilah yang membuat peringatan tahun ini berbeda dari seremoni Bhayangkara pada umumnya ini bukan parade kekuatan institusi, melainkan festival kedekatan.

Di era ketika kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tengah menjadi isu nasional yang sensitif, langkah sederhana seperti ini justru memiliki bobot simbolis yang besar. Polisi yang berlari bersama warga, bukan mengejar warga itulah citra yang ingin dibangun, dan Hari Bhayangkara ke-80 di Seruyan memilih merayakannya dengan cara yang paling membumi.

Baca JUga  Kolaborasi Kaleka-Seruyan, Harapan Rakyat Menanti Jaring Pengaman yang Nyata

Kabupaten Seruyan, yang membentang di pesisir barat daya Kalimantan Tengah dengan segala kompleksitas geografis dan sosialnya, membutuhkan sinergi lintas institusi yang solid. Kondusivitas keamanan bukan kemewahan, ia adalah prasyarat bagi investasi, pertumbuhan ekonomi lokal, dan kesejahteraan masyarakat yang masih terus berjuang melawan ketimpangan akses layanan dasar.

Dalam konteks itulah, pernyataan Bupati Ahmad Selanorwanda soal sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat sebagai “modal penting pembangunan” bukan retorika kosong. Ia adalah rumusan pragmatis dari sebuah realitas: tanpa keamanan, tidak ada pembangunan. Dan tanpa kepercayaan rakyat, tidak ada keamanan yang berkelanjutan.

Saat matahari mulai meninggi dan barisan peserta jalan santai menyusuri rute yang telah disiapkan panitia, ada satu pemandangan yang sulit diabaikan: seorang anggota polisi berseragam yang membantu seorang nenek menyeberang jalan di sela-sela keramaian peserta. Tak ada kamera khusus yang menangkapnya. Tak ada narasi yang dirancang. Hanya sebuah tindakan kecil yang terjadi begitu saja dan mungkin itulah perwujudan paling jujur dari apa yang dimaksud dengan “Polri yang semakin dekat dan dicintai masyarakat.”

Hari Bhayangkara ke-80 di Seruyan telah usai. Tapi pertanyaan sesungguhnya yang ditinggalkannya belum, apakah kedekatan yang tercipta hari itu akan terus tumbuh, atau hanya berhenti sebagai kenangan indah di balik foto-foto kegiatan yang segera terlupakan. Jawabannya ada di hari-hari biasa yang tak ada perayaannya dan di situlah Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat Seruyan akan benar-benar diuji.(*)

Tim Newsline

Berita Terkait

Dari Pantai Sungai Bakau, Seruyan Kirim Pesan ke Dunia: Penyu Bukan Komoditas, Melainkan Warisan
Tiga Poros Kekuatan Di Panggung Musda Golkar Seruyan: Siapa Yang Akan Memegang Kemudi
Kursi Kekuasaan Diperebutkan: Seruyan Buka Gelanggang Seleksi 9 Jabatan Strategis
Alat Berat Bergerak, Jalan Terbuka: Seruyan Serius Kejar Ketertinggalan Infrastruktur Hulu
Lansia Bukan Beban,  Ketika PKK Seruyan Membuktikan Bahwa Tua Bisa Tetap Berdaya
Bunda PAUD Seruyan Kukuhkan Pengurus Kecamatan, Genjot Wajib Belajar 13 Tahun
Seruyan Berbenah dari Akar Keluarga: Saat Bupati dan BKKBN Kalteng Satukan Visi Lawan Stunting hingga Narkoba
Di Balik Gelar Adat: Damang Kepala Adat Seruyan Kini Pegang Kendali Hukum, Bukan Sekadar Simbol Seremoni
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 29 June 2026 - 04:20 WITA

Dari Pantai Sungai Bakau, Seruyan Kirim Pesan ke Dunia: Penyu Bukan Komoditas, Melainkan Warisan

Monday, 29 June 2026 - 03:48 WITA

Bupati Seruyan dan Ribuan Warga Bersatu di Hari Bhayangkara Ke-80: Ketika Polri dan Rakyat Berlari Bersama

Friday, 19 June 2026 - 00:25 WITA

Tiga Poros Kekuatan Di Panggung Musda Golkar Seruyan: Siapa Yang Akan Memegang Kemudi

Sunday, 14 June 2026 - 19:15 WITA

Alat Berat Bergerak, Jalan Terbuka: Seruyan Serius Kejar Ketertinggalan Infrastruktur Hulu

Sunday, 14 June 2026 - 18:29 WITA

Lansia Bukan Beban,  Ketika PKK Seruyan Membuktikan Bahwa Tua Bisa Tetap Berdaya

Berita Terbaru