Krayon, Kertas, dan Mimpi: Ratusan Anak Seruyan Adu Imajinasi Lewat Gambar

Thursday, 13 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUALA PEMBUANG, newsline.id – Di ruang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seruyan, Selasa (11/8/2026), puluhan bocah SD/MI duduk berjajar dengan pensil warna dan kertas gambar di hadapan mereka. Bukan ujian matematika yang mereka hadapi, melainkan sebuah panggung ekspresi.  Lomba Menggambar Tingkat SD/MI se-Kabupaten Seruyan Tahun 2026, yang dibuka resmi oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Seruyan, dr. Bahrun Abbas, M.P.H.

Mengusung tema “Seruyan Cerdas Dimulai dari Perpustakaan,” acara ini dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Seruyan Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, perwakilan Kantor Kementerian Agama, dewan juri, guru pendamping, hingga para peserta yang mewakili sekolah masing-masing dari seluruh penjuru Seruyan.

Membacakan sambutan Bupati Seruyan, Plh Sekda menegaskan bahwa menggambar bukan sekadar coret-coret di atas kertas. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Seruyan, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara serta seluruh pihak yang telah bekerja keras,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik krayon dan kertas gambar, ada pesan yang jauh lebih besar, seni rupa adalah investasi tumbuh kembang. Setiap goresan pensil melatih motorik halus, setiap pilihan warna mengasah imajinasi, dan setiap gambar yang selesai menjadi bukti kesabaran seorang anak dalam menuntaskan karyanya.

Yang menarik, pemerintah daerah secara eksplisit menolak logika kompetisi yang kaku. Anak-anak diminta tidak takut salah, tidak terbebani hasil akhir. “Ikutilah lomba ini dengan perasaan senang, gembira dan penuh semangat. Jangan takut salah,” pesan yang dibacakan Plh Sekda menegaskan bahwa yang utama adalah keberanian berkarya jujur dengan imajinasi sendiri.

Baca JUga  Duel Transparansi di Meja BPK, Seruyan dan 5 Kabupaten di Kalteng 'Setor' Raport Keuangan

Pendekatan ini sejalan dengan tahapan psikologi perkembangan anak. Pada usia 1-2 tahun, anak berada di fase coretan acak berupa garis zig-zag dan spiral. Memasuki usia 3-4 tahun, mereka mulai menyukai bentuk dasar seperti lingkaran dengan tambahan garis sebagai representasi manusia sederhana. Barulah pada usia 5 tahun ke atas, anak mampu menggambar objek nyata secara lebih detail, rumah, pemandangan, wajah, hingga hewan. Lomba ini menjadi ruang bagi anak-anak SD/MI yang berada tepat di fase eksplorasi detail tersebut.

Manfaat menggambar bagi anak jauh melampaui aspek artistik semata. Selain menjadi stimulus otak dan kreativitas dalam memilih objek serta warna, aktivitas ini juga berfungsi sebagai media terapi dan regulasi emosi, sarana bagi anak menuangkan perasaan secara visual tanpa harus mengucapkannya lewat kata-kata. Di sisi lain, proses menyelesaikan sebuah gambar dari awal hingga akhir turut melatih fokus dan kesabaran, dua kapasitas yang kelak menjadi modal penting dalam dunia akademik maupun kehidupan.

Baca JUga  Di Balik Angka Triliunan APBD Seruyan, Ada Jalan Rusak yang Masih Menunggu Realisasi

Kepada dewan juri, Plh Sekda menitipkan pesan tegas: penilaian harus dilakukan secara objektif, adil, dan profesional. Bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan bahwa juara yang lahir dari lomba ini benar-benar representasi terbaik anak-anak Seruyan.

Pemerintah Kabupaten Seruyan juga mengajak guru pendamping dan orang tua untuk terus mendampingi dan memberi ruang berekspresi bebas kepada anak-anak, sesuai dunia mereka yang penuh keceriaan. Sebab, apapun hasil akhirnya, seluruh peserta tetap dipandang sebagai anak-anak hebat yang membanggakan Seruyan.

Momentum ini turut dimanfaatkan untuk menggaungkan budaya literasi di kalangan generasi muda. “Mari kita budayakan membaca buku, jadikan membaca sebagai salah satu hobi, bahkan menjadi kebutuhan,” ajak Plh Sekda, menegaskan bahwa perpustakaan bukan sekadar gudang buku, melainkan ruang tumbuh bagi cakrawala berpikir anak.

Di ujung sambutannya, Plh Sekda secara resmi membuka lomba tersebut, menandai dimulainya kompetisi yang sesungguhnya bukan tentang siapa menang atau kalah, melainkan tentang seberapa berani seorang anak mempercayai imajinasinya sendiri.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, harapan besar disematkan: semakin banyak ruang bagi anak-anak Seruyan mengembangkan potensi dan bakat seni, sekaligus menumbuhkan kecintaan pada perpustakaan dan budaya membaca sejak dini, investasi jangka panjang yang hasilnya baru akan terlihat satu dekade ke depan.(*)

Tim Newsline Id 

Berita Terkait

Sawah yang Tak Pernah Tidur: Kisah Petani Seruyan Menyulap Musim Kering Jadi Ladang Semangka
Seruyan Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat, Krisis Air Bersih dan Karhutla Mengancam Bersamaan
Cahaya dari Kuala Pembuang: Ketika Seorang Bunda Mengukuhkan Amanah untuk Menyalakan Literasi Seruyan
Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah
Bupati Seruyan Bongkar “Zona Nyaman” Birokrasi: Jabatan Bukan Warisan, tapi Amanah yang Bisa Dicabut
Sungai Mengasin Sumur Mati: Seruyan Berlomba dengan Kemarau Sebelum Semuanya Terlambat
Ketika Uang Nelayan Berhenti di Amplop: Cerita di Balik Rp86,7 Juta yang Disita Kejari Seruyan
Api, Asap, dan Janji: Ketika Bupati Seruyan Turun ke Titik Api
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 17 September 2026 - 19:41 WITA

Sawah yang Tak Pernah Tidur: Kisah Petani Seruyan Menyulap Musim Kering Jadi Ladang Semangka

Thursday, 17 September 2026 - 02:28 WITA

Seruyan Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat, Krisis Air Bersih dan Karhutla Mengancam Bersamaan

Tuesday, 15 September 2026 - 19:46 WITA

Cahaya dari Kuala Pembuang: Ketika Seorang Bunda Mengukuhkan Amanah untuk Menyalakan Literasi Seruyan

Friday, 4 September 2026 - 22:35 WITA

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Friday, 4 September 2026 - 15:14 WITA

Bupati Seruyan Bongkar “Zona Nyaman” Birokrasi: Jabatan Bukan Warisan, tapi Amanah yang Bisa Dicabut

Berita Terbaru

Pemerintahan

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Friday, 4 Sep 2026 - 22:35 WITA