Sinergi Baja di Bumi Gawi Hatantiring, Misi Besar Wakapolda Kalteng Amankan Seruyan dari Ancaman Api

Tuesday, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Brigjen Pol Yosi Muhamartha, ketika tiba di Bandar Udara Kuala Pembuang, Senin 27/4.  Disambut langsung oleh Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si.. Foto Dokumentasi Protokoler Seruyan

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Brigjen Pol Yosi Muhamartha, ketika tiba di Bandar Udara Kuala Pembuang, Senin 27/4. Disambut langsung oleh Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si.. Foto Dokumentasi Protokoler Seruyan

KUALA PEMBUANG, newsline.id – Di tengah cuaca yang mulai menyengat, deru mesin helikopter Polri jenis AW 169 membelah langit Kuala Pembuang pada Senin siang, 27 April 2026. Kehadiran Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Brigjen Pol Yosi Muhamartha, di Bandar Udara Kuala Pembuang bukan sekadar kunjungan formalitas. Disambut langsung oleh Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., kedatangan jenderal bintang satu ini membawa misi krusial, memastikan Seruyan tidak lagi menjadi “langganan” kabut asap melalui kesiapan total penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Langkah kaki Brigjen Pol Yosi yang mantap saat menuruni helikopter disambut hangat oleh Bupati dan jajaran Forkopimda. Di balik senyum penyambutan itu, tersirat pesan kuat tentang sinergi antara pemerintah daerah dan korps Bhayangkara. Kunjungan ini merupakan respons cepat terhadap potensi ancaman lingkungan yang selalu membayangi setiap tahunnya, sekaligus menjadi ajang pembuktian bahwa negara hadir di garis depan untuk melindungi paru-paru dunia yang ada di Kalimantan Tengah.

Bukan sekadar seremonial, rombongan yang terdiri dari pejabat teras seperti Dirpamovit Kombes Pol Sugeng Priyanto, Kabid Humas Kombes Pol Budi Rachmat, hingga Kabidkum Kombes Pol Rony Yulianto, langsung bergerak taktis. Fokus utama mereka adalah “medan perang” melawan api.  Pengecekan sarana dan prasarana di Polres Seruyan dilakukan secara mendalam—setiap mesin pompa diperiksa, setiap personel dipastikan siap tempur secara fisik dan mental sebelum musim kering benar-benar mencapai puncaknya.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita tidak boleh kalah oleh api. Kesiapan peralatan adalah harga mati, namun kesiapan mental personel dalam melayani masyarakat jauh lebih penting,” tegas Brigjen Pol Yosi saat meninjau barisan peralatan Karhutla. Pesan ini bukan sekadar instruksi, melainkan peringatan bahwa keberhasilan memadamkan api dimulai dari kedisiplinan di markas. Ketegasan ini menunjukkan bahwa Polri era sekarang adalah institusi yang antisipatif, bukan sekadar pemadam saat api sudah membesar.

Baca JUga  Dermaga Pasar Saik Kuala Pembuang Jadi "Bangkai", Salah Siapa? Dinas Mandul atau DPRD yang tidak Aspiratif

Di Aula Patriatama 95, suasana kian intens saat Wakapolda memberikan arahan tentang transformasi pelayanan Polri. Ia menekankan bahwa seragam cokelat yang mereka kenakan harus menjadi simbol rasa aman bagi warga Seruyan. Di tengah isu kepercayaan publik yang fluktuatif, Wakapolda menuntut perubahan paradigma: dari aparat yang minta dilayani menjadi pelayan yang responsif, transparan, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Masyarakat adalah juri terbaik. Sejauh mana kita cepat merespons laporan dan seberapa humanis kita menyapa, itulah tolok ukur kesuksesan Polri Presisi,” ujar sang Jenderal dengan nada persuasif. Kalimat ini menjadi suntikan motivasi bagi ratusan personel Polres Seruyan yang hadir. Mereka diingatkan bahwa profesionalisme bukan hanya soal keahlian menembak atau menangkap penjahat, tapi soal bagaimana memberikan keadilan yang terasa nyata di hati rakyat kecil.

Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, memberikan apresiasi tinggi atas kunjungan ini. Baginya, kehadiran pimpinan Polda Kalteng adalah suntikan moral bagi pemerintah daerah. Sinergi ini inovatif karena tidak hanya bicara soal teknis pemadaman api, tapi juga sinkronisasi data dan komunikasi antara dinas terkait dengan kepolisian guna mencegah gesekan sosial di tengah masyarakat selama penanganan bencana.

Transformasi yang digaungkan dalam pertemuan tersebut juga mencakup aspek hukum dan keterbukaan informasi. Dengan kehadiran Kabidhumas dan Kabidkum, ditekankan bahwa setiap tindakan kepolisian harus memiliki landasan hukum yang kuat namun tetap lentur dalam pendekatan sosial. Hal ini adalah bentuk edukasi bagi personel agar tidak gagap dalam menghadapi dinamika sosial di lapangan yang semakin kompleks.

Melihat lebih dalam, kunjungan kerja ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. Sejarah mencatat betapa kabut asap pernah melumpuhkan sendi ekonomi dan kesehatan. Oleh karena itu, langkah proaktif Brigjen Pol Yosi Muhamartha ini dipandang sebagai upaya “jemput bola” yang inspiratif agar luka lama akibat bencana lingkungan tidak kembali terulang di Bumi Gawi Hatantiring.

Baca JUga  Seruyan Menjemput Takdir Fiskal, Demi Kemandirian Ekonomi
lv 0 20260428103258
Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Yosi Muhamartha, foto bersama Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., didampingi unsur Forkopimda dan Ketua DPRD, Zuli Eko Prasetyo yang menegaskan tidak sekat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan DPRD dalam menjaga kedaulatan lingkungan dan keamanan di Seruyan.

Di akhir kegiatan, sebuah sesi foto bersama menjadi simbolik bahwa tidak ada sekat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan DPRD dalam menjaga kedaulatan lingkungan dan keamanan di Seruyan. Kekompakan yang terlihat di Bandara hingga Mako Polres Seruyan mengirimkan pesan optimis kepada seluruh warga: bahwa mereka tidak berjuang sendirian melawan ancaman api maupun ketidakadilan.

Agenda ini ditutup dengan laporan kesatuan yang komprehensif, menandakan bahwa Polres Seruyan di bawah kepemimpinan AKBP Beddy Suwendi telah siap menjalankan mandat transformasi tersebut. Pengawasan ketat dari Polda Kalteng dipastikan akan terus berlanjut secara berkala guna menjamin pelayanan publik tetap berada di rel yang benar.

Kini, bola panas ada di tangan para personel di lapangan. Apakah arahan sang Jenderal akan membekas menjadi aksi nyata. Publik Seruyan tentu menunggu bukti, bukan sekadar janji. Namun, dengan koordinasi seerat ini, harapan akan Seruyan yang aman dari asap dan penuh dengan pelayanan humanis bukanlah sekadar mimpi di siang bolong.
Kunjungan ini memperkuat catatan penting bahwa Kabupaten Seruyan merupakan wilayah strategis dengan potensi kerawanan Karhutla yang tinggi karena luasnya lahan gambut. Oleh sebab itu, pengecekan alat secara fisik dan pemberian motivasi psikologis kepada personel menjadi dua pilar utama yang tak terpisahkan dalam strategi pertahanan wilayah di bawah komando Polda Kalimantan Tengah.

Dukungan penuh dari unsur Forkopimda dan Ketua DPRD, Zuli Eko Prasetyo yang turut hadir dalam penyambutan menunjukkan bahwa di Seruyan, urusan keamanan dan keselamatan rakyat adalah tanggung jawab kolektif. Langkah preventif ini diharapkan menjadi standar baru bagi wilayah lain di Kalimantan Tengah dalam menghadapi tantangan serupa di masa depan.(*)
Tim Newsline

Berita Terkait

Sawah yang Tak Pernah Tidur: Kisah Petani Seruyan Menyulap Musim Kering Jadi Ladang Semangka
Seruyan Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat, Krisis Air Bersih dan Karhutla Mengancam Bersamaan
Cahaya dari Kuala Pembuang: Ketika Seorang Bunda Mengukuhkan Amanah untuk Menyalakan Literasi Seruyan
Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah
Bupati Seruyan Bongkar “Zona Nyaman” Birokrasi: Jabatan Bukan Warisan, tapi Amanah yang Bisa Dicabut
Sungai Mengasin Sumur Mati: Seruyan Berlomba dengan Kemarau Sebelum Semuanya Terlambat
Ketika Uang Nelayan Berhenti di Amplop: Cerita di Balik Rp86,7 Juta yang Disita Kejari Seruyan
Api, Asap, dan Janji: Ketika Bupati Seruyan Turun ke Titik Api
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 17 September 2026 - 19:41 WITA

Sawah yang Tak Pernah Tidur: Kisah Petani Seruyan Menyulap Musim Kering Jadi Ladang Semangka

Thursday, 17 September 2026 - 02:28 WITA

Seruyan Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat, Krisis Air Bersih dan Karhutla Mengancam Bersamaan

Tuesday, 15 September 2026 - 19:46 WITA

Cahaya dari Kuala Pembuang: Ketika Seorang Bunda Mengukuhkan Amanah untuk Menyalakan Literasi Seruyan

Friday, 4 September 2026 - 22:35 WITA

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Friday, 4 September 2026 - 15:14 WITA

Bupati Seruyan Bongkar “Zona Nyaman” Birokrasi: Jabatan Bukan Warisan, tapi Amanah yang Bisa Dicabut

Berita Terbaru

Pemerintahan

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Friday, 4 Sep 2026 - 22:35 WITA