Menteri PPPA Dampingi Siswa SLB Negeri Semarang Jalani Cek Kesehatan Gratis Sekolah

Wednesday, 6 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PPPA Dampingi Siswa SLB Negeri Semarang Jalani Cek Kesehatan Gratis Sekolah

Menteri PPPA Dampingi Siswa SLB Negeri Semarang Jalani Cek Kesehatan Gratis Sekolah

Jakarta, Newsline.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi meninjau kick-off pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis di sekolah (CKG) di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Semarang, pada Senin (4/8). Menteri PPPA memantau proses pemeriksaan kesehatan para murid, yang mencakup pemeriksaan kebugaran, pengukuran gizi, berat dan tinggi badan, serta pemeriksaan darah, mata, telinga, dan gigi. Sebanyak 579 siswa di SLBN Semarang dari berbagai jenjang SD, SMP, SMA hadir mengikuti serangkaian pemeriksaan kesehatan.

“Program Cek Kesehatan Gratis adalah salah satu cara untuk memperkuat perlindungan kesehatan perempuan dan anak, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Program ini sudah mulai dijalankan di lingkungan pendidikan sejak 14 Juli 2025 melalui sekolah rakyat dan saat ini telah diperluas ke seluruh wilayah Indonesia secara menyeluruh mulai 4 Agustus 2025,” ujar Menteri PPPA.

Menteri PPPA menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program ini dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah tertinggal dan kelompok masyarakat rentan. Kemen PPPA menyatakan komitmennya untuk terus mendukung upaya perluasan dan penguatan layanan CKG, sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

“Program CKG tentu tidak bisa dijalankan oleh satu kementerian saja, seperti Kementerian Kesehatan. Diperlukan kolaborasi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan. Pelaksanaan hari ini menjadi bukti bahwa kerja sama lintas sektor tersebut mulai terwujud. Kami berharap program ini menjadi pilar penting dalam membentuk generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Menteri PPPA.

Sementara itu, Direktur Jenderal SDM Kemenkes, Yuli Farianti menjelaskan CKG untuk siswa sekolah dimulai untuk murid sekolah rakyat pada 14 Juli 2025. Sementara untuk sekolah umum, CKG dimulai serentak pada pekan pertama Agustus 2025. Anak-anak usia 7 hingga 17 tahun menjadi sasaran utama program ini, tanpa membedakan apakah mereka berada di dalam sistem pendidikan formal atau tidak. Hal ini menandai komitmen pemerintah dalam menjangkau seluruh anak usia sekolah untuk mendapatkan layanan deteksi dini kesehatan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan program CKG di Jateng telah menjangkau 5,7 juta jiwa. Jumlah tersebut setara dengan sepertiga capaian angka nasional sejumlah 15 juta jiwa.

“Capaian CKG kami di Jawa Tengah sudah 5,7 juta sasaran. Mungkin kalau di Indonesia baru 15 jutaan (orang), kita sudah support sepertiga sendiri. Ini sesuatu yang penting bagi kami, karena kita ingin anak kita cerdas, tentu saja mulai dari kondisi kesehatannya harus kita ketahui terlebih dahulu,” ujar Sumarno.

Baca JUga  HAN ke - 40, Fory Naway : Momentum Evaluasi Perbaikan Perlindungan Hak Anak

Setelah meninjau pelaksanaan CKG, Menteri PPPA melanjutkan kunjungannya ke SMPN 12 Semarang untuk melihat langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA menyampaikan program MBG merupakan wujud nyata perhatian dari Presiden Prabowo Subianto kepada anak-anak Indonesia. Ia menegaskan generasi 2045, yang kini masih berada pada usia anak, perlu dipersiapkan sejak dini dengan pondasi yang kuat, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun asupan gizi, agar kelak tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas.

“Makan Bergizi Gratis ini disambut antusias oleh anak-anak, mereka lahap menyantap makanan hingga tidak ada yang tersisa. Ini menunjukkan menunya tidak hanya lezat dan bergizi, tapi juga menjadi kesempatan untuk mengajarkan kebiasaan makan sehat dan tidak membuang makanan. Program ini harus kita dukung dan sukseskan bersama, karena merupakan bagian dari membangun fondasi yang kuat untuk masa depan Indonesia,” ujar Menteri PPPA. (**********)

Sumber : Kementerian Perlindungan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Berita Terkait

Revolusi Pendidikan di Seruyan Dimulai, Komitmen “Tanpa Celah” untuk Masa Depan Anak Bangsa
Marwah Dayak Dilecehkan, Skandal Survei ‘Pesanan’ di UPR Meledak, Tokoh Adat Siap Turun Gunung
Gebrakan Magister Baru UMPR, Bukan Sekadar Gelar, Tapi Menjadi ‘Problem Solver’ bagi Kalimantan Tengah
Persiapkan Masa Depan Siswa, Dinas Pendidikan Seruyan Gelar Bimtek TKA SD dan SMP yang Inspiratif
Loncatan Besar Pendidikan Kalteng, UMPR Gandeng Universitas Indonesia Wujudkan Kuliah Bersama
Direktur Lokataru Ditangkap, Polisi Sebut Terlebih Dahulu Jadi Tersangka
Indonesia Patriots Siap Hadapi IBL Musim 2025
Pemerintah Ambil Langkah Cepat Redam Gejolak Pasar di Tengah Gelombang Protes
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 14 May 2026 - 00:12 WITA

Revolusi Pendidikan di Seruyan Dimulai, Komitmen “Tanpa Celah” untuk Masa Depan Anak Bangsa

Thursday, 30 April 2026 - 09:03 WITA

Marwah Dayak Dilecehkan, Skandal Survei ‘Pesanan’ di UPR Meledak, Tokoh Adat Siap Turun Gunung

Monday, 20 April 2026 - 00:23 WITA

Gebrakan Magister Baru UMPR, Bukan Sekadar Gelar, Tapi Menjadi ‘Problem Solver’ bagi Kalimantan Tengah

Saturday, 18 April 2026 - 18:04 WITA

Persiapkan Masa Depan Siswa, Dinas Pendidikan Seruyan Gelar Bimtek TKA SD dan SMP yang Inspiratif

Saturday, 18 April 2026 - 16:43 WITA

Loncatan Besar Pendidikan Kalteng, UMPR Gandeng Universitas Indonesia Wujudkan Kuliah Bersama

Berita Terbaru

Dalam rangka Hari Jadi Provinsi Kalimantan Tengah ke-69, Pemprov menggelar l FBIM (Festival Budaya Isen MUlang) 2026 berlangsung di Palangka Raya, pada 17-23 Mei 2026. (Istimewa)

KALIMANTAN TENGAH

ISEN MULANG: PANTANG MATI DI ERA ALGORITMA

Friday, 22 May 2026 - 02:20 WITA