Revolusi Pendidikan di Seruyan Dimulai, Komitmen “Tanpa Celah” untuk Masa Depan Anak Bangsa

Thursday, 14 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUALA PEMBUANG, newsline.id – Sebuah langkah besar diambil Pemerintah Kabupaten Seruyan untuk meruntuhkan tembok penghalang akses pendidikan bagi generasi muda. Pada Rabu (13/5/2026), di Aula BKAD Kabupaten Seruyan, Bupati Ahmad Selanorwanda bersama jajaran Forkopimda secara resmi menandatangani Komitmen Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.  Ini bukan sekadar seremoni tanda tangan, melainkan “sumpah setia” lintas instansi untuk memastikan tidak ada lagi anak di Seruyan yang kehilangan hak sekolahnya karena permainan sistem yang tidak sehat.

Bupati Seruyan dengan tegas menyatakan bahwa pendidikan adalah pondasi absolut dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter. Di hadapan kepolisian, kejaksaan, TNI, hingga para kepala sekolah, beliau menekankan bahwa kualitas pendidikan masa depan Seruyan dimulai dari gerbang awal: Sistem Penerimaan yang Bersih.

“Pendidikan adalah pilar utama. Kita tidak bisa mengharapkan generasi unggul jika proses masuknya saja sudah tidak objektif. SPMB tahun ini harus transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Jangan ada ruang untuk praktik yang merugikan masyarakat,” tegas Bupati dengan nada provokatif namun inspiratif, memicu semangat pembaruan di ruangan tersebut.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi keresahan orang tua murid, Bupati menekankan penerapan empat jalur seleksi utama secara ketat, Domisili, Afirmasi, Prestasi, dan Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali. Beliau tidak ingin ada anak berprestasi atau anak dari keluarga kurang mampu (jalur afirmasi) yang tersingkir hanya karena masalah administratif atau teknis yang tidak tepat sasaran.

Baca JUga  Dukung Asta Cita, Kemdiktisaintek Kuatkan Riset untuk Pemerataan dan Pertumbuhan Ekonomi

lv 0 20260513183613

Mekanisme ini dirancang secara proporsional agar setiap calon peserta didik, baik di pusat kota maupun pelosok desa, memiliki peluang yang sama. “Setiap anak di Seruyan memiliki hak yang setara untuk meraih mimpi mereka melalui pendidikan yang layak. Ini adalah soal keadilan sosial,” tambahnya.

Kabupaten Seruyan yang terdiri dari 10 kecamatan memang masih menghadapi tantangan besar terkait infrastruktur pendidikan di beberapa wilayah remote. Namun, dalam narasi edukatifnya, Pemerintah Kabupaten Seruyan menegaskan bahwa kendala fisik tidak boleh memadamkan api semangat pemerataan mutu. Komitmen ini bertujuan agar kualitas pendidikan di sekolah ujung daerah harus setara dengan yang ada di ibu kota kabupaten.

Inovasi dalam pengawasan juga dilakukan. Secara terbuka, Bupati mengajak insan pers dan masyarakat luas untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi “anjing penjaga” (watchdog) selama proses SPMB berlangsung. Beliau menyadari bahwa kontrol sosial adalah kunci utama agar aturan tidak hanya manis di atas kertas.

“Kami butuh rekan-rekan pers untuk mengawal dinamika di lapangan. Jika ada kecurangan, laporkan. Jika ada yang dipersulit, suarakan. Jangan biarkan satu pun calon murid di Seruyan merasa dirugikan oleh sistem,” ucapnya dengan penuh penekanan.

Baca JUga  Tanjakan Maut Bukit Akap Seruyan Tengah Menelan Nyawa, Sampai Kapan Pemerintah Membiarkan Jalan Jadi Jebakan Betmen

Penandatanganan ini menjadi sinyal kuat bahwa Seruyan sedang berbenah secara revolusioner. Dukungan penuh dari Kejaksaan dan Kepolisian dalam komitmen ini juga memberikan efek gentar bagi siapa saja yang berniat bermain curang atau melakukan pungutan liar dalam proses penerimaan siswa baru.

lv 0 20260513183549

Dengan semangat sinergi lintas instansi, Pemkab Seruyan optimistis bahwa SPMB tahun ini akan menjadi yang tersukses dalam sejarah kabupaten. Fokus utama bukan lagi hanya sekadar mengisi bangku sekolah, melainkan memastikan bangku tersebut diisi oleh mereka yang berhak melalui proses yang jujur dan bermartabat.

Kabupaten Seruyan dalam beberapa tahun terakhir terus berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Masalah klasik seperti zonasi yang sering tumpang tindih dan kuota afirmasi yang tidak terserap maksimal menjadi evaluasi besar bagi Dinas Pendidikan setempat.

Melalui acara yang dihadiri oleh seluruh Kepala Sekolah se-Kabupaten Seruyan ini, pemerintah berharap standar operasional prosedur (SOP) penerimaan murid baru benar-benar dipahami hingga tingkat bawah. Langkah ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk mencetak tenaga kerja lokal yang kompetitif di masa depan, mengingat posisi strategis Seruyan dalam pengembangan ekonomi regional di Kalimantan Tengah.(*)

Tim Newsline 

Berita Terkait

Sawah yang Tak Pernah Tidur: Kisah Petani Seruyan Menyulap Musim Kering Jadi Ladang Semangka
Seruyan Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat, Krisis Air Bersih dan Karhutla Mengancam Bersamaan
Cahaya dari Kuala Pembuang: Ketika Seorang Bunda Mengukuhkan Amanah untuk Menyalakan Literasi Seruyan
Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah
Bupati Seruyan Bongkar “Zona Nyaman” Birokrasi: Jabatan Bukan Warisan, tapi Amanah yang Bisa Dicabut
Sungai Mengasin Sumur Mati: Seruyan Berlomba dengan Kemarau Sebelum Semuanya Terlambat
Ketika Uang Nelayan Berhenti di Amplop: Cerita di Balik Rp86,7 Juta yang Disita Kejari Seruyan
Api, Asap, dan Janji: Ketika Bupati Seruyan Turun ke Titik Api
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 17 September 2026 - 19:41 WITA

Sawah yang Tak Pernah Tidur: Kisah Petani Seruyan Menyulap Musim Kering Jadi Ladang Semangka

Thursday, 17 September 2026 - 02:28 WITA

Seruyan Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat, Krisis Air Bersih dan Karhutla Mengancam Bersamaan

Tuesday, 15 September 2026 - 19:46 WITA

Cahaya dari Kuala Pembuang: Ketika Seorang Bunda Mengukuhkan Amanah untuk Menyalakan Literasi Seruyan

Friday, 4 September 2026 - 22:35 WITA

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Friday, 4 September 2026 - 15:14 WITA

Bupati Seruyan Bongkar “Zona Nyaman” Birokrasi: Jabatan Bukan Warisan, tapi Amanah yang Bisa Dicabut

Berita Terbaru

Pemerintahan

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Friday, 4 Sep 2026 - 22:35 WITA