KUALA PEMBUANG, newsline.id – Ruang serbaguna Rumah Jabatan Wakil Bupati Seruyan mendadak riuh oleh tawa khas dan gurauan hangat ratusan lanjut usia (lansia). Hari Minggu (17/5/2026) pagi, mereka berkumpul bukan sekadar untuk bernostalgia, melainkan untuk membuktikan bahwa usia senja bukanlah alasan untuk berhenti berdaya.
Kehadiran Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan dalam peringatan Hari Lanjut Usia ke-30 yang diinisiasi oleh Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Seruyan ini, menjadi pemantik semangat baru. Event yang mengusung tema “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya” ini mendobrak stigma kuno bahwa lansia hanyalah kelompok rentan yang pasif.
Langkah kaki yang tak lagi tegap justru menghentak penuh energi saat sesi senam bersama dimulai. Keringat yang bercucuran di wajah-wajah keriput itu menjadi simbol perlawanan terhadap rasa malas. Tidak berhenti di situ, para lansia juga mengantre dengan tertib untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, menerima bingkisan, hingga meresapi ceramah agama yang menyejukkan sanubari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kesehatan itu paket lengkap. Dia tidak hanya berkaitan dengan fisik yang bebas dari penyakit, tetapi juga mencakup aspek rohani, sosial, mental, dan spiritual,” tegas Plh. Sekda Seruyan saat membacakan sambutan hangatnya.
Pernyataan tersebut seolah menjadi tamparan positif bagi publik. Di tengah era modern yang serba cepat, masyarakat sering kali lupa bahwa kesehatan mental dan spiritual para orang tua kita kerap terabaikan. Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Seruyan mengetuk kesadaran kolektif, menjaga lansia adalah investasi kemanusiaan, bukan beban sosial.
Dalam kesempatan yang penuh kehangatan tersebut, Plh. Sekda juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada BKMT Seruyan dan Dinas Kesehatan yang telah berkolaborasi secara inovatif. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati dan Wakil Bupati Seruyan yang berhalangan hadir secara fisik karena tuntutan agenda kedinasan, namun tetap mengirimkan dukungan penuh bagi kesejahteraan para lansia.
Pemerintah daerah berharap kegiatan holistik seperti ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan yang usai saat panggung dibongkar. Ada desakan kuat agar program pemeriksaan dan pembinaan mental-spiritual ini ditransformasikan menjadi agenda rutin yang terstruktur di seluruh wilayah Seruyan.
Targetnya jelas dan provokatif, menciptakan ekosistem yang memaksa para lansia untuk tetap sehat, membakar semangat hidup mereka, dan menuntun mereka pada kemandirian hakiki dalam menjalani masa senja. Indonesia yang berdaya tidak akan pernah terwujud jika generasi pendahulunya dibiarkan menua dalam kesepian dan keterpurukan fisik.
Peringatan Hari Lanjut Usia ke-30 tahun 2026 ini menjadi potret krusial mengenai transisi demografi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Seruyan. Berdasarkan data pendukung, peningkatan jumlah populasi lansia menuntut kesiapan regulasi dan fasilitas publik yang ramah terhadap orang tua.
BKMT Kabupaten Seruyan secara konsisten mengambil peran ini sebagai mitra strategis pemerintah. Melalui pendekatan berbasis komunitas dan keagamaan, organisasi ini berhasil menyentuh sisi sosiologis lansia yang sering kali tidak terjangkau oleh kebijakan formal medis.
Acara yang ditutup dengan doa bersama ini menyisakan pesan mendalam bagi layar gawai netizen, menghormati dan memberdayakan lansia adalah cermin dari peradaban sebuah bangsa yang maju dan berbudaya.(*)
Tim Newsline









