Lansia Bukan Beban,  Ketika PKK Seruyan Membuktikan Bahwa Tua Bisa Tetap Berdaya

Sunday, 14 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUALA PEMBUANG, newsline.id — Di lapangan tenis indoor yang berubah jadi panggung semangat, ratusan lansia Kabupaten Seruyan bergerak bersama. Bukan sekadar olahraga pagi. Ini pernyataan: bahwa menua bukan berarti menyerah.

Minggu, 14 Juni 2026, Tim Penggerak PKK Kabupaten Seruyan menggelar “Sehat Bersama PKK: Senam Lansia, Cek Kesehatan Gratis, dan Sosialisasi Demensia” — sebuah program lintas isu yang menyentuh tiga krisis sekaligus: tubuh yang makin rapuh, pikiran yang mulai goyah, dan keluarga yang sering tak tahu harus berbuat apa.

Ketua TP PKK Kabupaten Seruyan, Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda, S.E., M.A., membuka kegiatan ini dengan kalimat yang seharusnya ditempel di setiap ruang keluarga Indonesia:

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Lansia bukanlah masa untuk berhenti beraktivitas, melainkan masa di mana kita harus tetap menjaga tubuh agar tetap bugar, produktif, dan bahagia.”

Kalimat itu bukan basa-basi seremonial. Ia adalah kritik halus terhadap cara kita selama ini memperlakukan orang tua, dipensiun dari kehidupan, duduk di sudut rumah, menunggu giliran dipanggil.

Di banyak keluarga Indonesia, lansia kerap dianggap selesai. Produktivitas mereka diukur dari masa kerja yang sudah lewat. Padahal ilmu gerontologi modern justru membuktikan sebaliknya: lansia yang aktif secara fisik dan sosial memiliki risiko demensia lebih rendah, harapan hidup lebih panjang, dan kualitas hidup yang jauh lebih baik.

Senam lansia yang digelar pagi itu bukan aktivitas simbolik. Gerakan-gerakan ringan yang disesuaikan dengan kondisi fisik usia lanjut secara ilmiah terbukti membantu menjaga kelenturan sendi, kekuatan otot, sekaligus merangsang produksi endorfin hormon kebahagiaan alami tubuh.

Baca JUga  Gurita Jabatan di Bumi Gawi Hatantiring, APBD Seruyan dalam Bayang-Bayang "Conflict of Interest"

Tapi ada dimensi lain yang sering luput dari perhatian: aspek sosial. Ketika para lansia berkumpul, bergerak bersama, tertawa bersama di situlah silaturahmi terjadi bukan sebagai ritual, melainkan sebagai kebutuhan psikologis yang nyata. Kesepian pada lansia bukan drama keluarga biasa. Ia adalah faktor risiko klinis yang berkorelasi langsung dengan percepatan penurunan kognitif. PKK Seruyan tampaknya memahami ini. Senam bukan tujuan , ia adalah jembatan menuju interaksi, keterhubungan, dan rasa diakui.

Usai senam, kegiatan berlanjut ke sesi yang tak kalah penting: sosialisasi demensia. Dan ini adalah bagian paling krusial dari seluruh program. Demensia bukan sekadar pikun biasa. Ia adalah sindrom neurodegeneratif yang merenggut memori, kemampuan berpikir, hingga identitas seseorang secara perlahan  dan tak bisa disembuhkan. Yang bisa dilakukan hanyalah deteksi dini dan manajemen yang tepat.

Di Indonesia, kesadaran tentang demensia masih sangat rendah. Banyak keluarga baru menyadari ada masalah ketika kondisi sudah parah, ketika orang tua mereka tak lagi mengenali nama anak-anaknya sendiri. Sosialisasi seperti yang dilakukan PKK Seruyan hari ini bukan sekadar program sosial. Ia adalah intervensi kesehatan masyarakat yang sesungguhnya. Pesan intinya tiga, kenali gejala awal, segera periksakan, dan ini yang paling berat, dampingi dengan sabar dan penuh kasih.

Pemeriksaan kesehatan gratis yang turut digelar melengkapi ekosistem program ini. Bagi lansia di daerah yang akses layanan kesehatannya terbatas, cek kesehatan bukan hal mudah, ada jarak, ada biaya, ada prosedur yang membingungkan.

Baca JUga  Dana Pusat Seret, Pemkab Seruyan ‘Tagih’ Komitmen Raksasa Sawit Demi Rakyat

Ketika PKK hadir membawa layanan ke lapangan tenis, ke lingkungan mereka sendiri, itu adalah pergeseran paradigma: dari “lansia harus datang ke layanan” menjadi “layanan yang mendatangi lansia.”

Kehadiran Bhayangkari, Persit, Dharma Wanita Persatuan, dan jajaran TP PKK Kabupaten Seruyan dalam satu panggung hari itu mengirimkan sinyal yang kuat: persoalan kesehatan lansia adalah urusan bersama, bukan tanggung jawab satu institusi atau satu keluarga semata.

Ketua TP PKK menegaskan komitmen jangka panjang program kesehatan lansia akan terus dihadirkan melalui kegiatan olahraga rutin, Posyandu Lansia, dan edukasi kesehatan berkala. Ini bukan program satu hari yang berakhir setelah foto dokumentasi diunggah.

Di penghujung kegiatan, ada ajakan yang lebih personal dari Ny. Welduline kepada seluruh hadirin dan sesungguhnya kepada kita semua, Dampingi. Ayomi. Perhatikan. Tiga kata yang terdengar sederhana, tapi bagi jutaan lansia Indonesia yang hidup dalam kesepian di tengah rumah yang ramai, tiga kata itu bisa menjadi perbedaan antara senja yang bermakna dan senja yang hampa.

Kabupaten Seruyan hari ini membuktikan bahwa ketika negara dan komunitas hadir bersama — dengan program yang nyata, bukan sekadar slogan lansia bisa tetap sehat, aktif, dan berdaya. Karena menua itu pasti. Tapi bagaimana kita menua dan bagaimana kita merawat yang menua, itu pilihan kita bersama. (*)

Tim Newsline

Berita Terkait

Sawah yang Tak Pernah Tidur: Kisah Petani Seruyan Menyulap Musim Kering Jadi Ladang Semangka
Seruyan Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat, Krisis Air Bersih dan Karhutla Mengancam Bersamaan
Cahaya dari Kuala Pembuang: Ketika Seorang Bunda Mengukuhkan Amanah untuk Menyalakan Literasi Seruyan
Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah
Bupati Seruyan Bongkar “Zona Nyaman” Birokrasi: Jabatan Bukan Warisan, tapi Amanah yang Bisa Dicabut
Sungai Mengasin Sumur Mati: Seruyan Berlomba dengan Kemarau Sebelum Semuanya Terlambat
Ketika Uang Nelayan Berhenti di Amplop: Cerita di Balik Rp86,7 Juta yang Disita Kejari Seruyan
Api, Asap, dan Janji: Ketika Bupati Seruyan Turun ke Titik Api
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 17 September 2026 - 19:41 WITA

Sawah yang Tak Pernah Tidur: Kisah Petani Seruyan Menyulap Musim Kering Jadi Ladang Semangka

Thursday, 17 September 2026 - 02:28 WITA

Seruyan Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat, Krisis Air Bersih dan Karhutla Mengancam Bersamaan

Tuesday, 15 September 2026 - 19:46 WITA

Cahaya dari Kuala Pembuang: Ketika Seorang Bunda Mengukuhkan Amanah untuk Menyalakan Literasi Seruyan

Friday, 4 September 2026 - 22:35 WITA

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Thursday, 3 September 2026 - 12:05 WITA

Sungai Mengasin Sumur Mati: Seruyan Berlomba dengan Kemarau Sebelum Semuanya Terlambat

Berita Terbaru

Pemerintahan

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Friday, 4 Sep 2026 - 22:35 WITA