KUALA PEMBUANG, newsline.id – Sebuah babak baru bagi wajah ekonomi Bumi Gawi Hatantiring resmi dimulai. Harsandi, figur muda yang juga dikenal dalam kancah politik, resmi dilantik secara aklamasi memimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Seruyan masa bakti 2026–2031 pada Senin (11/5/2026). Momentum ini bukan sekadar seremoni pelantikan biasa, melainkan deklarasi perang terhadap stagnasi ekonomi daerah dengan misi menyelaraskan langkah Seruyan menuju Indonesia Emas 2045.
Dukungan mutlak dari para pelaku usaha lokal yang terkonsolidasi menunjukkan bahwa publik haus akan perubahan. Kadin di bawah komando Harsandi kini memikul beban sejarah untuk mengubah status Seruyan yang selama ini hanya dikenal sebagai “lumbung sawit” terbesar di Kalimantan Tengah, menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing global. Ini adalah pesan kuat kepada publik bahwa pengusaha lokal tidak lagi mau hanya menjadi penonton di rumah sendiri.
Harsandi menegaskan bahwa Kadin Seruyan akan bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah yang paling vokal dan inovatif. Program kerja Kadin Seruyan periode ini dirancang bukan di atas meja kosong, melainkan mengacu langsung pada 4 pilar strategis dan 12 tema prioritas Asta Cita Presiden Prabowo. Tujuannya satu: memastikan setiap rupiah yang berputar di sektor perkebunan dan perikanan Seruyan mampu menetes hingga ke kantong-kantong pelaku UMKM lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita memiliki puluhan pabrik CPO (Crude Palm Oil) yang berdiri megah. Namun, tantangan besarnya adalah bagaimana membangun kepercayaan publik dan memperluas promosi layanan agar investor asing tidak hanya lewat, tapi menetap,” tegas di Kuala Pembuang, Kamis (14/5).
Langkah konkret langsung diambil. Usai pelantikan, Sandi—sapaan akrabnya—mengungkapkan bahwa jejaring usaha lintas wilayah hingga komunikasi investasi mancanegara sudah mulai dibuka. Relasi dengan pengusaha nasional kini tengah intensif menjajaki peluang emas di sektor perkebunan dan perikanan Seruyan. Ini bukan sekadar janji manis; sinyal ketertarikan investor nasional sudah menyala terang, melihat prospek Seruyan yang dinilai sangat menjanjikan.
Namun, Sandi mengingatkan bahwa peluang sebesar apa pun akan sia-sia jika SDM lokal masih tertinggal. Oleh karena itu, Kadin Seruyan membuka keran kerja sama dalam bentuk pertukaran teknologi dan transfer pengetahuan tenaga ahli. Visi ini bersifat edukatif: putra-putri daerah Seruyan harus siap “bertarung” dan menang di kancah nasional, bukan sekadar menjadi tenaga kasar di atas tanah ulayat mereka sendiri.

Transformasi digital pun menjadi harga mati. Dalam strategi organisasi yang disusunnya, Harsandi menekankan bahwa pelaku usaha lokal harus mampu beradaptasi dengan perubahan pasar. Kadin akan mendorong digitalisasi rantai pasok agar produk lokal Seruyan mampu menembus pasar regional maupun global. Ini adalah upaya mendorong ekonomi daerah yang tidak hanya tumbuh, tapi juga inovatif dan mandiri.
Secara kritis, Harsandi menempatkan pengusaha lokal sebagai tulang punggung pertumbuhan daerah. Kadin akan bertindak sebagai wadah profesional yang menjembatani hambatan birokrasi antara pengusaha dan pemerintah. Kemitraan strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak untuk memperluas investasi berkelanjutan yang ramah lingkungan namun tetap menguntungkan secara finansial bagi masyarakat luas.
Perlu dicatat, Kabupaten Seruyan memiliki posisi geografis dan kekayaan alam yang sangat strategis di Kalimantan Tengah. Dengan puluhan pabrik pengolahan sawit yang sudah beroperasi, daerah ini secara kualitas memiliki fondasi industri yang kuat. Tantangan ke depan bagi pengurus Kadin yang baru adalah bagaimana mengonversi keunggulan komparatif tersebut menjadi keunggulan kompetitif di tengah persaingan ekonomi global yang kian sengit.
Kini, mata publik tertuju pada Harsandi dan gerbong Kadin Seruyan. Akankah sinergi dengan visi Asta Cita ini mampu membawa kesejahteraan nyata, atau hanya menjadi jargon di atas kertas? Satu yang pasti, di bawah kepemimpinan baru ini, Kadin Seruyan telah menyatakan kesiapannya untuk menangkap peluang emas yang tumbuh seiring perubahan besar di Kalimantan Tengah. Indonesia Emas 2045 bukan lagi mimpi di Seruyan, melainkan sebuah rencana kerja yang sedang dieksekusi. (*)
Tim Newsline









