KUALA PEMBUANG, newsline.id – Suasana khidmat bercampur haru biru menyelimuti Aula Kantor Bupati Seruyan pada Rabu (29/04/2026). Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, secara resmi melepas keberangkatan rombongan jemaah calon haji Kabupaten Seruyan tahun 1447 H/2026 M. Momentum ini bukan sekadar seremoni pelepasan warga ke luar negeri, melainkan simbol peradaban spiritualitas masyarakat Seruyan yang siap mengetuk pintu langit di Baitullah.
Bupati Ahmad Selanorwanda dalam pidatonya yang menggetarkan hati mengingatkan bahwa ibadah haji adalah “panggilan eksklusif”. Di tengah ribuan orang yang mengantre puluhan tahun, para jemaah yang berangkat tahun ini adalah orang-orang terpilih. “Ini bukan perjalanan tamasya biasa. Ini adalah perjalanan spiritual untuk memenuhi janji kepada Allah SWT,” tegas Bupati di hadapan ratusan pasang mata yang berkaca-kaca.

Menarik perhatian publik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan tidak main-main dalam melayani “tamu Allah” tahun ini. Inovasi pelayanan menjadi sorotan utama guna memastikan para jemaah tidak perlu lagi memikirkan urusan logistik yang melelahkan. Pemkab Seruyan membuktikan komitmennya bahwa pelayanan haji harus terus berevolusi menuju kenyamanan maksimal bagi warganya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu terobosan paling mencolok dalam pemberangkatan tahun 2026 ini adalah penyediaan pesawat charter khusus. Tak ingin jemaah kelelahan di jalur darat yang memakan waktu, Bupati telah menyiapkan maskapai NAM Air untuk menerbangkan jemaah langsung dari Sampit menuju Embarkasi Banjarmasin. Langkah inovatif ini dipuji banyak pihak sebagai bentuk kasih sayang pemerintah terhadap lansia dan jemaah yang membutuhkan efisiensi waktu.
Selain transportasi udara, strategi pelayanan komprehensif juga mencakup penyediaan pemondokan yang layak sebelum memasuki asrama embarkasi. Layanan kesehatan disiapkan dengan tim medis yang siaga 24 jam, lengkap dengan asupan konsumsi bergizi selama perjalanan. Hal ini menunjukkan bahwa anggaran daerah dialokasikan secara tepat sasaran untuk memuliakan para pejuang ibadah.

Bupati juga memberikan pesan edukatif yang sangat memotivasi. Beliau menekankan bahwa kesiapan lahiriah (fisik) harus berjalan seiring dengan kesiapan batin. “Luruskan niat sejak kaki melangkah keluar dari rumah di Seruyan ini. Jaga kesehatan, tapi yang terpenting jaga kesabaran dan kebersamaan,” imbuhnya. Pesan ini menjadi pengingat kritis bahwa ego individu harus ditanggalkan saat berada di tanah suci.
Di luar aula, ratusan keluarga jemaah tampak memberikan dukungan moral yang luar biasa. Kehadiran keluarga ini menambah nuansa human interest yang mendalam. Mereka melepaskan orang-orang tercinta dengan harapan besar agar doa-doa dari pelosok Seruyan bisa dikabulkan di depan Ka’bah. Suasana ini membuktikan bahwa keberangkatan haji adalah kegembiraan kolektif seluruh masyarakat Seruyan.

Kepada para jemaah, Bupati mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap petugas haji. Di tanah suci yang dipadati jutaan orang dari seluruh dunia, disiplin adalah harga mati. Keselamatan dan kelancaran ibadah sangat bergantung pada sejauh mana jemaah mampu menekan ego dan mengikuti arahan teknis yang telah disiapkan pemerintah.
Visi besar dari pelepasan ini adalah kepulangan para jemaah dengan predikat Haji Mabrur. Namun lebih dari itu, Bupati berharap sekembalinya mereka ke Bumi Gawi Hatantiring, para haji baru ini mampu menjadi motor penggerak kebaikan dan keteladanan di lingkungan masing-masing. Haji bukan hanya gelar, tapi transformasi karakter menjadi lebih peduli pada sesama.
Secara administratif, keberhasilan pemberangkatan haji tahun ini menjadi barometer keberhasilan birokrasi di bawah kepemimpinan Ahmad Selanorwanda. Upaya meningkatkan standar pelayanan setiap tahun menunjukkan bahwa birokrasi Seruyan sangat dinamis dan responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat di sektor keagamaan.
Kabupaten Seruyan secara konsisten terus melakukan perbaikan manajemen haji sejak tahun-tahun sebelumnya. Penggunaan pesawat charter dari Sampit menuju Banjarmasin merupakan kelanjutan dari program strategis untuk mengatasi kendala geografis. Meskipun bagian transportasi ini bersifat teknis, dampaknya sangat krusial bagi kondisi fisik jemaah sebelum menjalani rukun haji yang berat di Arab Saudi. Data jemaah tahun 1447 H ini mencakup berbagai lapisan usia, mulai dari lansia hingga jemaah usia produktif yang diharapkan dapat saling bahu-membahu selama di tanah suci.
Pelepasan jemaah haji ini merupakan agenda rutin tahunan, namun penyediaan fasilitas pesawat charter NAM Air tahun 2026 ini dinilai sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah pelayanan haji di wilayah Kalimantan Tengah.(*)
Tim Newsline









