KUALA PEMBUANG, newsline.id — Sebuah langkah konkret diperlihatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan. Hanya berselang lima hari setelah diinspeksi mendadak, proyek rekonstruksi Dermaga Pasar Saik Kuala Pembuang kini resmi rampung dan langsung beroperasi.
Momentum krusial ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Ketua I DPRD Seruyan, Harsandi ST MM, yang menilai respons cepat tersebut sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah urat nadi perekonomian rakyat, Sabtu (16/5/2026).
“Alhamdulillah, dermaga yang sebelumnya menjadi keluhan masyarakat sekarang sudah selesai dibangun dan bisa dimanfaatkan kembali. Ini bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Harsandi dengan nada lega sekaligus bangga saat dikonfirmasi media.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberhasilan ini tidak lepas dari komando Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda SE MSi. Sang bupati membuktikan bahwa birokrasi tidak harus lambat dan berbelit-belit. Ketika kebutuhan perut dan mobilitas rakyat dipertaruhkan, kecepatan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
Pembangunan kilat dermaga ini bermula dari jeritan para pedagang dan petani yang mengeluhkan kondisi fasilitas penyeberangan yang memprihatinkan dan membahayakan keselamatan. Menangkap keresahan yang viral di akar rumput, Bupati Ahmad Selanorwanda bersama Harsandi langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Senin (11/5/2026) lalu.
Sidak tersebut bukan sekadar seremonial atau pencitraan belaka. Pemkab Seruyan langsung menerjunkan tim lengkap, mulai dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Heri Zebua, hingga jajaran Dinas Perhubungan. Di lokasi, seluruh pihak sepakat bahwa perbaikan infrastruktur ini tidak bisa ditunda lagi demi keselamatan warga.
Kini, pemandangan kontras terlihat di kawasan Pasar Saik. Dermaga yang dulunya rusak dan dikhawatirkan ambruk, telah bersolek menjadi fasilitas yang kokoh dan aman. Para petani dari pelosok desa kini bisa tersenyum lebar saat menyandarkan perahu mereka untuk memasarkan hasil panen kebun ke Pasar Saik Kuala Pembuang, begitu pula sebaliknya bagi para pembeli.

Secara sosiologis, keberadaan dermaga ini dinilai sangat vital. Fasilitas publik tersebut bukan sekadar tumpukan kayu atau beton, melainkan akses utama yang menggerakkan seluruh aktivitas bongkar muat barang serta mobilitas harian warga di kawasan pasar tradisional terbesar di wilayah tersebut.
Lebih jauh, Harsandi menegaskan bahwa perhatian berkala pemerintah terhadap infrastruktur pasar seperti ini adalah investasi jangka panjang. Jika fasilitas publiknya prima, maka roda perekonomian mikro masyarakat akan berputar lebih cepat, memotong biaya logistik yang tinggi, dan menekan inflasi daerah.
Namun, pembangunan fisik yang megah dan cepat ini akan menjadi sia-sia tanpa adanya kesadaran kolektif dari masyarakat. Narasi pembangunan tidak boleh berhenti pada serah terima kunci, melainkan harus berlanjut pada komitmen merawat apa yang telah diperjuangkan bersama.
Oleh karena itu, Harsandi melemparkan tantangan provokatif sekaligus edukatif kepada seluruh elemen warga. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dengan uang rakyat ini dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan dengan bijak oleh masyarakat maupun para pedagang agar tetap awet dan nyaman digunakan hingga generasi mendatang.
Sikap kritis dan solutif yang ditunjukkan oleh kolaborasi eksekutif dan legislatif di Seruyan ini sejatinya menjadi tamparan keras bagi daerah lain yang masih terjebak dalam lambatnya realisasi anggaran. Proyek dermaga Pasar Saik menjadi bukti bahwa jika ada kemauan politik yang kuat, kesejahteraan rakyat bisa diwujudkan dalam hitungan hari.
Pasar Saik Kuala Pembuang merupakan pusat bertemunya komoditas pertanian dan perikanan di Kabupaten Seruyan. Selama bertahun-tahun, jalur sungai menjadi urat nadi utama transportasi logistik, menjadikan dermaga ini sebagai gerbang utama kemakmuran warga sekitar.(*)
Tim Newsline









