KUALA PEMBUANG, newsline.id – Nama Zuli Eko Prasetyo mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat politik Kalimantan Tengah. Dalam gelaran Konferensi Daerah (Konferda) VI PDI Perjuangan Kalteng di Hotel Bahalap, Palangka Raya, Desember 2025 lalu, ia resmi dilantik sebagai Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Tengah periode 2025–2030 mendampingi Yohanes sebagai Ketua. Namun, di balik kursi empuk pimpinan partai dan jabatan Ketua DPRD Seruyan yang ia genggam, tersimpan kisah cinta dan perjuangan hidup yang begitu heroik sekaligus mengharukan.
“Modal Nekat” dan Cinta di Kantong Kosong
Siapa sangka, pria yang kini menjadi tokoh kunci di Bumi Tambun Bungai ini memulai langkahnya di tanah Borneo dengan kondisi “nol besar”. Pada tahun 2007, Eko mengambil keputusan paling berisiko dalam hidupnya, meninggalkan kampung halaman di Magelang, Jawa Tengah, demi meminang sang kekasih di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan.

Kala itu, Eko mengaku benar-benar dalam keadaan super sulit. Menikah dengan kantong kosong bukan sekadar kiasan baginya. Ia bahkan harus meminta bantuan sahabat karibnya di Yogyakarta yang baru saja lulus CPNS untuk meminjam dana ke bank dengan jaminan SK CPNS sang teman. “Dia teman akrab saya dan mau membantu saat itu,” kenangnya dengan nada getir namun penuh syukur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanam Sayur Hingga Menembus Dunia Jurnalistik
Setelah resmi menjadi warga Seruyan, roda kehidupan tidak langsung berputar ke atas. Selama tiga tahun (2007-2010), Eko menyambung hidup sebagai petani sayur dan pembibit pohon sengon. Masa-masa kelam itu ia lalui dengan penuh ketabahan, meski harus sering berutang ke warung tetangga hanya untuk sekadar makan sehari-hari.
Titik balik perjuangannya dimulai pada 2010. Sadar harus mengubah nasib, Eko banting stir menjadi jurnalis di salah satu media lokal Kalteng. Lewat profesi inilah, insting politiknya terasah. Ia mulai membangun jaringan luas dan terlibat aktif dalam pemenangan pasangan Sudarsono-Yulhaidir pada Pilkada Seruyan 2013. Keberhasilan memenangkan kontestasi tersebut menjadi gerbang pembuka karier politiknya yang kian cemerlang.
Karier Emas, Dari Dapil I Menuju Puncak PDI Perjuangan
Kerja keras yang konsisten membawa Eko berhasil merebut kursi DPRD Seruyan pada Pileg 2019 dan langsung dipercaya menjabat Ketua DPRD. Dedikasinya terbukti nyata pada Pileg 2024 lalu, di mana ia kembali terpilih dengan raihan 2.468 suara pribadi di Dapil Seruyan 1. Kontribusi masifnya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Seruyan bahkan mampu mendongkrak total suara partai hingga mencapai angka fantastis, sekitar 18.000 suara.

Kepercayaan DPP PDI Perjuangan pun semakin memuncak di akhir tahun 2025. Wakil Bendahara DPP PDIP, Yuke Yurike, yang membacakan keputusan pengesahan pengurus baru, menegaskan bahwa penunjukan Eko sebagai Sekretaris DPD Kalteng adalah langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi dan menjaga kesinambungan program partai di tingkat daerah.
Inspirasi dari Kuala Pembuang
Bagi Eko, jabatan bukanlah sekadar simbol kekuasaan, melainkan alat untuk membalas budi kepada masyarakat yang telah menerimanya saat ia bukan siapa-siapa. “Saya ingin jabatan saya ini sebagai media untuk membantu masyarakat Seruyan,” tegas pria yang dikenal dekat dengan akar rumput ini.
Kisah Zuli Eko Prasetyo adalah bukti nyata bahwa kemiskinan dan keterbatasan bukanlah penghalang bagi mereka yang memiliki tekad baja. Dari seorang perantau yang mengawali hidup dengan utang dan bibit sayur, kini ia berdiri tegak sebagai nahkoda salah satu partai terbesar di Kalimantan Tengah.
Data Singkat Biografi
Nama: Zuli Eko Prasetyo, Jabatan Terbaru: Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Tengah (2025–2030), Jabatan Publik: Ketua DPRD Seruyan (2019-2024, terpilih kembali 2024), Partai: PDI Perjuangan (Ketua DPC Seruyan). Orinsip Hidup: Tekad kuat, kerja keras, dan jaringan luas. Momen Viral: Menikah modal meminjam SK CPNS teman karena tidak memiliki biaya.

Pelantikan pengurus baru DPD PDIP Kalteng 2025-2030 yang terdiri dari Yohanes (Ketua), Zuli Eko Prasetyo (Sekretaris), dan Yustinus Tenung (Bendahara) diharapkan mampu membawa wajah baru bagi politik Kalteng yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat luas dalam lima tahun ke depan. Fokus utama kepengurusan ini adalah penguatan kaderisasi dan pelayanan publik yang lebih menyentuh rakyat kecil.(*)
Tim Newsline: Saifullah Hakim









