KUALA PEMBUANG, newsline.id – Sebuah langkah berani dan provokatif diambil oleh Pemerintah Kabupaten Seruyan untuk mendobrak pola kerja lama. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Seruyan, dr. Bahrun Abbas, M.P.H., secara resmi memimpin Rapat Koordinasi Bulanan Pelaporan Kinerja Sekretariat Daerah perdana yang digelar di Aula Kantor Bupati Seruyan, Selasa (7/4). Rapat ini menjadi sinyal keras bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa era “zona nyaman” telah berakhir dan digantikan dengan sistem evaluasi yang ketat dan transparan.
Langkah ini bukan sekadar pertemuan formalitas. Pj Sekda menegaskan bahwa rapat koordinasi ini akan menjadi agenda rutin wajib setiap bulan. Tujuannya jelas, membedah secara telanjang capaian target bulan berjalan, memetakan rencana kerja bulan depan, hingga menguliti setiap permasalahan yang menghambat progres pembangunan di Bumi Gawi Hatantiring. Abbas menuntut adanya akuntabilitas nyata dari setiap lini manajemen, mulai dari level atas hingga bawah.
Dalam arahannya yang tajam, dr. Bahrun Abbas menekankan bahwa setiap perangkat daerah tidak boleh lagi bekerja seperti mesin tanpa nyawa. Mengacu pada instruksi Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, ia menuntut lahirnya gagasan segar dan ide inovatif dari seluruh unsur manajemen. Menurutnya, inovasi tidak boleh hanya datang dari meja pimpinan, melainkan harus muncul dari inisiatif staf di lapangan yang memahami kendala teknis secara langsung. “Ini adalah rapat yang pertama dan ke depan akan rutin kita laksanakan. Kita harapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar menjadi tolok ukur untuk memperbaiki kinerja kita pada bulan berikutnya,” tegas Abbas di hadapan para peserta rapat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fokus utama diskusi kali ini mencakup empat pilar krusial yakni Capaian dan Realisasi Target, Sejauh mana janji kerja bulan ini dipenuhi. Update Rencana Kerja, Apa langkah konkret untuk 30 hari ke depan. Identifikasi Masalah & Solusi, Tidak boleh ada kendala yang didiamkan tanpa tindak lanjut. Dan terakhir Evaluasi Disiplin, menyoroti perilaku dan kehadiran pegawai sebagai pondasi pelayanan publik.
Yang menarik dan cukup provokatif, Pj Sekda menginstruksikan agar ke depan tidak hanya Kepala Bagian (Kabag) yang memaparkan laporan. Ia menantang para staf dan pejabat pelaksana untuk berani tampil di depan forum guna mempresentasikan hasil kerjanya. Langkah ini diambil sebagai strategi “kaderisasi kilat” untuk melihat potensi kepemimpinan di masa depan sekaligus melatih kemampuan komunikasi aparatur.

“Berikutnya bisa dilakukan bergiliran agar teman-teman di bawah juga berani tampil. Kita ingin melihat potensi-potensi yang bisa kita kaderisasi untuk kepemimpinan yang akan datang,” tambahnya. Hal ini seolah menjadi peringatan bagi staf yang selama ini hanya “bersembunyi” di balik laporan administratif.
Selain itu, masalah kedisiplinan menjadi catatan merah yang digarisbawahi oleh Abbas. Ia meminta setiap Kepala Bagian melaporkan secara jujur kondisi kinerja dan kehadiran stafnya. Dengan adanya forum rutin ini, Pj Sekda berharap tidak ada lagi ruang bagi ASN yang malas atau tidak disiplin untuk berlindung. “Semua harus dilaporkan dan dilaksanakan sesuai ketentuan,” tegasnya menutup arahan.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi titik balik bagi Sekretariat Daerah Seruyan untuk bertransformasi menjadi lembaga yang lebih lincah, inovatif, dan berorientasi pada hasil (result-oriented). Warga Bumi Gawi Hatantiring kini menunggu, apakah gebrakan ini benar-benar akan meningkatkan layanan publik atau hanya sekadar “hangat-hangat kuku” di awal tahun anggaran.(*)
Tim Newsline








