Kuala Pembuang, newsline.id – Kabar gembira sekaligus gebrakan besar datang bagi para pejuang pangan di Kabupaten Seruyan. Di tengah tantangan ekonomi global, ribuan petani jagung binaan Polri kini mendapatkan angin segar melalui kepastian penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kepastian ini dikukuhkan dalam Rapat Koordinasi strategis yang digelar di Aula Patria Tama 95 Polres Seruyan, Kamis (2/4), yang menjadi sinyal kuat bahwa kesejahteraan petani bukan lagi sekadar janji manis di atas kertas.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Seruyan, Sri Susanti, SP., MM, yang hadir mewakili Bupati Seruyan, menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk intervensi nyata pemerintah. Kehadiran negara dan Polri di tengah ladang jagung ini bertujuan untuk memutus rantai kesulitan modal yang selama ini mencekik leher para petani kecil. Dengan dukungan finansial yang tepat sasaran, sektor pertanian Seruyan diprediksi akan mengalami ledakan produktivitas yang signifikan dalam waktu dekat.
“Penyaluran KUR ini bukan sekadar bantuan angka-angka, tapi peluru utama bagi petani untuk memperkuat permodalan usaha tani. Kami ingin kapasitas produksi dan kesejahteraan mereka naik kelas secara drastis,” ujar Sri Susanti dengan nada optimis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masalah klasik petani, mulai dari mahalnya bibit unggul, kelangkaan pupuk, hingga biaya pengolahan lahan yang membengkak, kini mendapatkan solusi konkret. Melalui skema KUR ini, para kelompok tani jagung binaan Polri tidak lagi perlu merogoh kocek pribadi yang terbatas. Dukungan pembiayaan ini dirancang untuk mencakup seluruh proses produksi, memastikan tanaman jagung dirawat secara optimal dari fase tanam hingga masa panen tiba.
Gebrakan ini merupakan wujud nyata kolaborasi “maut” antara Pemkab Seruyan, Polri, dan lembaga keuangan. Sinergi ini dianggap provokatif dalam arti positif, karena mampu mendobrak sekat birokrasi demi kepentingan perut rakyat. Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga turun tangan membina petani agar berdaya secara ekonomi. Fokus utamanya jelas, membangun sektor pertanian yang tangguh, berdaya saing, dan mandiri.
“Kolaborasi ini adalah wujud komitmen kita semua. Kami tidak ingin petani berjalan sendirian. Dengan adanya pendampingan dari Polri dan dukungan modal dari perbankan, penyaluran KUR ini harus berdampak nyata bagi produksi jagung daerah,” tambah Sri Susanti menekankan pentingnya eksekusi di lapangan yang efektif dan transparan.
Pemerintah Kabupaten Seruyan secara resmi menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk membuka sumbatan akses pembiayaan bagi rakyat kecil. Selama ini, banyak petani yang kesulitan menembus akses perbankan. Namun, dengan pengawalan dari Polres Seruyan, para petani kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat dan pendampingan teknis yang lebih terjamin untuk mengelola modal tersebut secara bertanggung jawab.

Lebih jauh, proyek ambisius ini diharapkan mampu mengubah wajah Kabupaten Seruyan menjadi lumbung jagung nasional. Dengan perluasan luas tanam dan peningkatan hasil produksi yang dipicu oleh suntikan modal KUR, Seruyan siap memberikan kontribusi masif terhadap pencapaian swasembada pangan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa kedaulatan pangan nasional dimulai dari sinergi di tingkat daerah.
Keberhasilan program ini nantinya akan menjadi tolok ukur bagi wilayah lain di Kalimantan Tengah dalam mengintegrasikan program Polri dengan kepentingan ekonomi kerakyatan. Fokus pada komoditas jagung dipilih karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan serapan pasar yang luas, sehingga secara langsung akan mendongkrak pendapatan domestik bruto daerah jika dikelola secara profesional dan masif.
Kini, masyarakat bumi Gawi Hatantiring berharap kepada petugas pelaksana di lapangan agar dana KUR tersebut benar-benar sampai ke tangan mereka yang berkeringat di ladang, tanpa potongan, dan dibarengi dengan edukasi tata kelola keuangan yang baik. Jika ini berjalan sukses, swasembada pangan bukan lagi sekadar mimpi, melainkan kenyataan yang segera terwujud.(*)
Tim Newsline









