DPRD Seruyan “Off Road” ke Tumbang Manjul, Pantau Fasilitas Umum di Pedalaman

Saturday, 4 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

TUMBANG MANJUL, newsline.id – Marwah independensi DPRD Kabupaten Seruyan kini tengah diuji di tengah jeritan warga pedalaman. Dalam sebuah aksi inspeksi mendadak yang memacu adrenalin, sejumlah Anggota DPRD Seruyan nekat menerjang medan ekstrem “off-road” menuju Desa Tumbang Manjul, Kecamatan Seruyan Hulu, akhir pekan ini, Sabtu, (4/4). Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya evaluasi terhadap kinerja eksekutif dalam membenahi fasilitas dasar pada tahun anggaran 2025 lalu.

Melewati kondisi jalan yang hancur, bergelombang, dan dipenuhi kubangan lumpur menjadi pemandangan miris yang harus ditelan bulat-bulat oleh para wakil rakyat selama perjalanan. Aksesibilitas yang lebih mirip jalur sirkuit ekstrem daripada jalan kabupaten ini menjadi bukti nyata bahwa realisasi pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah Daerah masih belum layak. DPRD turun lapangan untuk memastikan apakah anggaran miliaran rupiah benar-benar menjadi aspal atau hanya menguap di balik laporan kertas.

lv 0 20260404113701

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah debu dan terjalnya jalanan, para legislator tidak hanya melakukan pengecekan fisik proyek, tetapi juga dikepung oleh aspirasi warga yang menyayat hati. Masyarakat Tumbang Manjul secara blak-blakan menumpahkan kekecewaan mereka terkait minimnya perhatian terhadap tenaga kesehatan (nakes) dan guru di wilayah terpencil. Bagaimana pelayanan publik bisa berjalan maksimal jika untuk mencapai puskesmas atau sekolah saja, mereka harus bertaruh nyawa di jalanan yang rusak parah.

Baca JUga  Tanjakan Maut Bukit Akap Seruyan Tengah Menelan Nyawa, Sampai Kapan Pemerintah Membiarkan Jalan Jadi Jebakan Betmen

“Kami tidak butuh janji di atas kertas, kami butuh bukti nyata di tanah kami,” ungkap H. Yadi salah satu warga Manjul. Keluhan ini menjadi tamparan keras bagi fungsi pengawasan DPRD. Independensi lembaga legislatif kini dipertaruhkan; apakah mereka berani menekan eksekutif untuk melakukan perbaikan radikal, atau hanya sekadar mencatat tanpa ada sanksi politik yang tegas bagi kegagalan program pemerintah.

lv 0 20260404113602

DPRD Kabupaten Seruyan menegaskan bahwa pengalaman pahit melintasi jalur ekstrem ini akan menjadi bahan evaluasi utama dalam sidang-sidang mendatang. Mereka berkomitmen untuk membedah setiap sen penggunaan anggaran 2025 yang diklaim untuk pembangunan. Jika hasil di lapangan menunjukkan kualitas yang bobrok, maka DPRD tidak akan segan untuk memberikan catatan kepada instansi terkait demi memastikan kesejahteraan tidak hanya menumpuk di pusat kota.

Baca JUga  Kritis dari Kursi Legislatif, Menakar Bakti untuk Seruyan yang Lebih Baik

Secara historis, wilayah Seruyan Hulu memang seringkali menjadi daerah yang “terlupakan” akibat jarak geografis yang jauh dari ibu kota kabupaten. Padahal, Tumbang Manjul merupakan salah satu titik krusial bagi konektivitas masyarakat di hulu sungai. Kesenjangan antara realita lapangan dengan laporan capaian pemerintah daerah inilah yang kini menjadi fokus utama DPRD Seruyan dalam menjalankan fungsi kontrolnya secara murni dan independen.

Kunjungan kerja ke wilayah hulu merupakan agenda rutin dalam siklus pengawasan DPRD untuk memvalidasi laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati. Data yang dihimpun dari dialog warga dan dokumentasi kerusakan jalan ini akan disusun menjadi rekomendasi resmi yang bakal ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Seruyan pada perubahan anggaran mendatang.(*)

Tim Newsline

Berita Terkait

Sawah yang Tak Pernah Tidur: Kisah Petani Seruyan Menyulap Musim Kering Jadi Ladang Semangka
Seruyan Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat, Krisis Air Bersih dan Karhutla Mengancam Bersamaan
Cahaya dari Kuala Pembuang: Ketika Seorang Bunda Mengukuhkan Amanah untuk Menyalakan Literasi Seruyan
Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah
Bupati Seruyan Bongkar “Zona Nyaman” Birokrasi: Jabatan Bukan Warisan, tapi Amanah yang Bisa Dicabut
Sungai Mengasin Sumur Mati: Seruyan Berlomba dengan Kemarau Sebelum Semuanya Terlambat
Ketika Uang Nelayan Berhenti di Amplop: Cerita di Balik Rp86,7 Juta yang Disita Kejari Seruyan
Api, Asap, dan Janji: Ketika Bupati Seruyan Turun ke Titik Api
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 17 September 2026 - 19:41 WITA

Sawah yang Tak Pernah Tidur: Kisah Petani Seruyan Menyulap Musim Kering Jadi Ladang Semangka

Thursday, 17 September 2026 - 02:28 WITA

Seruyan Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat, Krisis Air Bersih dan Karhutla Mengancam Bersamaan

Tuesday, 15 September 2026 - 19:46 WITA

Cahaya dari Kuala Pembuang: Ketika Seorang Bunda Mengukuhkan Amanah untuk Menyalakan Literasi Seruyan

Friday, 4 September 2026 - 22:35 WITA

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Friday, 4 September 2026 - 15:14 WITA

Bupati Seruyan Bongkar “Zona Nyaman” Birokrasi: Jabatan Bukan Warisan, tapi Amanah yang Bisa Dicabut

Berita Terbaru

Pemerintahan

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Friday, 4 Sep 2026 - 22:35 WITA