PALANGKA RAYA, newsline.id – Kabar ulang tahun biasanya jadi momen suka cita. Namun bagi Aisyah Thisia Halijam, istri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, perayaan usia ke-27 pada Jumat (21/8/2026) justru berubah jadi bumerang. Sejumlah akun media sosial resmi milik dinas-dinas Pemerintah Provinsi Kalteng ramai-ramai mengunggah ucapan selamat untuknya, di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membekap wilayah itu.
Unggahan tersebut memicu gelombang kecaman warganet. Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Disbudpar Kalteng, hingga Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman kompak menurunkan ucapan serupa. “Semoga senantiasa diberi kesehatan, keberkahan, kebahagiaan, dan kekuatan dalam setiap langkah pengabdian,” tulis akun resmi Dinas Pendidikan setempat. Tak lama, unggahan itu dihapus, tapi tangkapan layarnya telanjur menyebar.
Bagi publik, momen itu terasa timpang. Saat hampir 2.900 titik panas terpantau di seantero Kalimantan Tengah dan kabut asap kian mendekati permukiman warga di Palangka Raya, akun-akun pemerintah yang seharusnya mengedukasi dan memitigasi krisis justru sibuk merayakan ulang tahun istri kepala daerah.. “‘Sekalimantan nggak bakar lilin, tapi hutannya yang kebakar,” sindir salah satu warganet, kalimat yang kini bergema di lini masa sebagai representasi kekecewaan kolektif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kritik warganet bukan tanpa alasan. Ruang digital resmi pemerintah dinilai punya fungsi strategis, menyosialisasikan kebijakan, memperingatkan bahaya kabut asap, atau menggalang solidaritas warga terdampak. Ketika ruang itu justru dipakai untuk selebrasi personal pejabat, publik membaca ada jarak antara birokrasi dan realitas krisis yang dihadapi rakyatnya.
Di balik kontroversi ini, siapa sebenarnya Aisyah Thisia. Sebelum dikenal sebagai istri gubernur, namanya lebih dulu melintas di panggung kecantikan Kalimantan Tengah. Ia menyandang gelar Putri Pariwisata Kalteng 2020, Putri Pariwisata Photogenic 2020, dan Putri Nusantara 2019. Jejaknya bahkan mundur lebih jauh ke 2017, saat ia meraih titel Best Catwalk dan Best Social Media pada ajang Smart Model Look Indonesia.
Dari panggung modeling itulah jalan hidupnya bersinggungan dengan Agustiar Sabran, politikus yang kala itu menjabat anggota DPR RI periode 2019–2024. Keduanya menikah pada Maret 2021, saat Aisyah baru berusia 21 tahun. Tiga tahun kemudian, Agustiar maju dalam Pilkada Kalteng 2024 dan menang, melanjutkan tongkat estafet kekuasaan dari sang adik, Sugianto Sabran, yang lebih dulu menjabat gubernur di provinsi yang sama.
Kemenangan itu otomatis mengubah status Aisyah. Selain menyandang gelar magister kenotariatan dari Universitas Tarumanegara, ia kini menjabat Bunda PAUD Kalteng periode 2025–2030 sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalteng. Dua posisi seremonial yang lazim disandang istri kepala daerah di Indonesia.
Namun di luar profil pribadinya, sorotan publik kali ini justru mengarah pada relasi kuasa dan kepatutan. Sebagai catatan, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disetor Agustiar Sabran ke KPK pada 31 Maret 2026, total kekayaannya tercatat Rp164 miliar lebih, mencakup tanah dan bangunan senilai Rp11,5 miliar, kas dan setara kas Rp110,7 miliar, harta lainnya Rp37,8 miliar, serta dua unit kendaraan mewah di garasinya: Lexus LX570 tahun 2016 senilai Rp2,37 miliar dan Jeep Gladiator Rubicon 2020 senilai Rp1,27 miliar.
Angka-angka itu, meski legal secara administratif sebagai bagian dari kewajiban pelaporan pejabat negara, ikut memperkuat kontras yang dirasakan publik, di satu sisi rumah tangga pejabat bergelimang aset ratusan miliar, di sisi lain ribuan warga Kalteng harus bernapas dalam kabut asap karhutla yang belum juga tuntas ditangani.
Kasus ini bukan sekadar polemik unggahan ulang tahun. Ia menjadi cermin kecil dari persoalan yang lebih besar, bagaimana institusi publik mengelola simbol dan prioritas di tengah krisis lingkungan yang nyata. Ketika akun resmi pemerintah lebih sigap merayakan personal pejabat ketimbang memandu warga menghadapi bencana asap, kepercayaan publik pada birokrasi ikut terbakar, pelan, tapi pasti.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemprov Kalteng maupun dari Aisyah Thisia sendiri terkait kritik yang beredar luas di media sosial.(*)
Tim Newsline ID









