Seruyan Melawan Stagnasi, Strategi ‘Bersih-Bersih’ Birokrasi Mulai Digulirkan di Palangka Raya

Tuesday, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Asisten Administrasi Umum Sekda Seruyan, H. Sugian Noor, memimpin

Plt. Asisten Administrasi Umum Sekda Seruyan, H. Sugian Noor, memimpin "pasukan khusus" birokrasi dalam misi krusial: Asistensi Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan oleh Kementerian PANRB, di Palangka Raya, 23 S/d 24 April 2026.

PALANGKA RAYA, newsline.id – Kabupaten Seruyan tidak sedang bermain-main dengan urusan perut rakyat dan efisiensi kerja. Di bawah sorot lampu ruang pertemuan Kantor Pemerintah Kota Palangka Raya, sebuah langkah besar diambil. Plt. Asisten Administrasi Umum Sekda Seruyan, H. Sugian Noor, memimpin “pasukan khusus” birokrasi dalam misi krusial: Asistensi Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan oleh Kementerian PANRB, Kamis hingga Jumat tgl 23–24 April 2026.

Ini bukan sekadar seremonial duduk-duduk di hotel berbintang. Ini adalah pernyataan perang terhadap inefisiensi. Seruyan memboyong pimpinan dari Inspektorat, RSUD, Disdukcapil, hingga DPMPTSP untuk satu tujuan absolut, Membedah borok birokrasi dan menyuntikkan sistem SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) yang lebih “bergigi”.

Langkah ini provokatif karena secara terbuka mengakui bahwa sistem lama harus dirombak. Kehadiran Sugian Noor di Palangka Raya membawa misi “jemput bola” ilmu. Mengapa ini viral, Karena di tengah skeptisisme publik terhadap kinerja ASN, Seruyan memilih untuk diawasi ketat, dikuliti sistemnya, dan dipaksa untuk transparan melalui penguatan Reformasi Birokrasi (RB) dan Zona Integritas (ZI).

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melalui asistensi ini, kita diharapkan mampu meningkatkan kualitas implementasi SAKIP dan reformasi birokrasi sehingga berdampak langsung pada peningkatan pelayanan publik,” tegas Sugian Noor dengan nada persuasif namun mendalam. Ia menyiratkan pesan kuat bahwa laporan kinerja bukan sekadar tumpukan dokumen untuk memenuhi kuota meja pimpinan, melainkan kontrak nyata antara pemerintah dan warga Seruyan.

Baca JUga  Wabup Seruyan Kawal Nasib Ribuan Calon Jamaah Haji Kalteng di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah
lv 0 20260428020403
Plt. Asisten Administrasi Umum Sekda Seruyan, H. Sugian Noor, foto bersama rombongan saat memimpin “pasukan khusus” birokrasi dalam misi krusial: Asistensi Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan oleh Kementerian PANRB, di Palangka Raya, Jumat (24/4).

Pesan ini menjadi edukasi penting bagi masyarakat bumi Gawi Hatantiring bahwa pelayanan publik yang cepat dan tanpa pungli bukan datang dari keajaiban, melainkan dari pohon kinerja yang terstruktur. Dalam sesi kelas yang berlangsung intens, tim dari Seruyan dipaksa beradu argumen dan mengkaji ulang setiap jengkal perjanjian kinerja mereka. Mereka tidak hanya belajar teori, tapi juga menyerap best practice dari Kota Palangka Raya yang sudah lebih dulu berlari kencang.

Salah satu poin paling sensitif yang dibahas adalah pengelolaan konflik kepentingan. Di sini, Seruyan menunjukkan sisi inovatifnya. Dengan berani membahas potensi “main mata” di internal pemerintahan, Pemkab Seruyan sedang membangun benteng moral. Ini adalah langkah inspiratif yang jarang dilakukan secara frontal: mengakui celah korupsi untuk kemudian menutupnya rapat-rapat melalui sistem pengawasan internal yang objektif.

Kenapa RSUD dan Disdukcapil dibawa serta, Karena di sanalah wajah pemerintah dipertaruhkan setiap hari. Keluhan soal antrean obat atau lambatnya pengurusan KTP adalah “napas” dari kegagalan tata kelola. Dengan menargetkan unit-unit ini masuk dalam Zona Integritas (ZI), Bupati Seruyan melalui Sugian Noor ingin memastikan bahwa setiap keringat ASN di sektor pelayanan harus terukur secara akuntabel.

Dua hari masa asistensi ini adalah kawah candradimuka bagi para pejabat Seruyan. Mereka dipaksa menyiapkan dokumen rencana aksi yang bukan sekadar narasi indah, melainkan langkah teknis yang bisa diaudit. Jika SAKIP adalah jantungnya, maka laporan kinerja dan pengawasan internal adalah urat nadinya. Tanpa sinkronisasi keduanya, Seruyan akan tetap jalan di tempat—dan Sugian Noor menegaskan bahwa “jalan di tempat” bukanlah pilihan bagi Seruyan di tahun 2026.

Baca JUga  Bupati Ahmad Selanorwanda Tantang KADIN Seruyan 'Gas Pol' Bangun Ekonomi Daerah

Reformasi birokrasi di Indonesia seringkali terjebak pada pemenuhan syarat administratif semata. Namun, dengan pengawasan langsung dari Kementerian PANRB, Seruyan mencoba memutus rantai formalitas tersebut. Evaluasi nilai SAKIP yang dituju bukan sekadar mengejar angka di atas kertas, melainkan mengejar standar transparansi yang akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang di Bumi Gawi Hatantiring.

Kegiatan asistensi ini merupakan bagian dari roadmap nasional Kementerian PANRB dalam menciptakan pemerintah daerah yang ramping, lincah, dan bersih. Fokus pada penguatan dokumen pendukung seperti rencana aksi dan perjanjian kinerja menjadi krusial karena seringkali menjadi titik lemah pemerintah daerah dalam penilaian nasional.

Pemerintah Kabupaten Seruyan kini pulang dengan “oleh-oleh” tugas berat. Namun, optimisme tinggi terpancar. Keberhasilan di Palangka Raya ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh perangkat daerah yang tidak ikut hadir untuk mulai merapikan barisan. Karena pada akhirnya, keberhasilan reformasi birokrasi tidak diukur dari seberapa banyak pejabat yang hadir dalam sosialisasi, melainkan seberapa cepat keluhan rakyat di pelosok Seruyan tertangani dengan sistem yang akuntabel dan transparan. Seruyan sedang bersiap melompat menuju standar emas tata kelola pemerintahan.(*)

Tim Newsline 

Berita Terkait

Gurita Jabatan di Bumi Gawi Hatantiring, APBD Seruyan dalam Bayang-Bayang “Conflict of Interest”
Membawa Marwah ‘Gawi Hatantiring’, 75 Pejuang Budaya Seruyan Menuju Panggung Isen Mulang 2026!
‘Nakhoda Baru’ Kadin Seruyan, Harsandi Siap Sulap Raksasa Sawit Jadi Magnet Investasi Dunia!
Revolusi Pendidikan di Seruyan Dimulai, Komitmen “Tanpa Celah” untuk Masa Depan Anak Bangsa
Dermaga Pasar Saik Kuala Pembuang Jadi “Bangkai”, Salah Siapa? Dinas Mandul atau DPRD yang tidak Aspiratif
Seruyan “Cuci Gudang”, Bupati Wanda Tabuh Genderang Perang: ASN Tak Bersih Narkoba, Silakan Angkat Kaki!
Bupati Ahmad Selanorwanda Tantang KADIN Seruyan ‘Gas Pol’ Bangun Ekonomi Daerah
Tamparan Keras untuk Birokrasi, Bupati Seruyan “Turun Gunung” Usai Warga Teriak Pasar Saik Terlantar
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 15 May 2026 - 03:02 WITA

Gurita Jabatan di Bumi Gawi Hatantiring, APBD Seruyan dalam Bayang-Bayang “Conflict of Interest”

Thursday, 14 May 2026 - 20:07 WITA

Membawa Marwah ‘Gawi Hatantiring’, 75 Pejuang Budaya Seruyan Menuju Panggung Isen Mulang 2026!

Thursday, 14 May 2026 - 14:40 WITA

‘Nakhoda Baru’ Kadin Seruyan, Harsandi Siap Sulap Raksasa Sawit Jadi Magnet Investasi Dunia!

Thursday, 14 May 2026 - 00:12 WITA

Revolusi Pendidikan di Seruyan Dimulai, Komitmen “Tanpa Celah” untuk Masa Depan Anak Bangsa

Wednesday, 13 May 2026 - 00:41 WITA

Seruyan “Cuci Gudang”, Bupati Wanda Tabuh Genderang Perang: ASN Tak Bersih Narkoba, Silakan Angkat Kaki!

Berita Terbaru