Ego Tidak Mengakomodir Suara Perubahan

Friday, 29 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NEWSLINE-Pilkada 2024 menjadi momentum besar bagi rakyat Bolaang Mongondow Utara untuk mengubah arah kepemimpinan daerah. Ketidakpuasan terhadap kepemimpinan sebelumnya terlihat jelas, baik dari kritik terhadap kebijakan maupun suara protes yang menginginkan figur baru yang tidak berasal dari koalisi partai petahana. Namun, tantangan besar muncul ketika isu perubahan justru terbagi daripada bersatu.

Tiga pasangan calon yang masing-masing membawa narasi perubahan seharusnya menjadi kekuatan besar untuk menantang dominasi petahana. Sayangnya, ego politik menghalangi kemungkinan konsolidasi suara. Setiap kubu bersikukuh bahwa kandidat mereka adalah pilihan terbaik, tanpa memikirkan dampaknya terhadap peluang kemenangan. Akibatnya, suara perubahan terpecah dan kehilangan daya saing untuk melawan kekuatan status quo.

Hasil akhirnya pun terlihat: meski hanya sekitar 30-an persen masyarakat yang memilih koalisi partai petahana, mereka tetap keluar sebagai pemenang. Mayoritas suara, yang sebenarnya menginginkan perubahan, tersebar di tiga pasangan calon tanpa menghasilkan kekuatan signifikan. Ini menjadi bukti bahwa perubahan yang diinginkan rakyat tidak terakomodasi karena kurangnya persatuan di antara kubu-kubu yang membawa isu perubahan.

 

Penulis : Alan Vadlan

Berita Terkait

Menjaga “Cahaya” di Hari Kebebasan, Catatan dari Meja Redaksi
Ponton, Republik Sabu di Jantung Kota Palangka Raya
Kisah “Modal Nekat” Zuli Eko Prasetyo, Dari Petani Sayur yang Terlilit Utang Kini Jadi Motor Utama PDIP Kalteng
Menggugat Skenario di Balik Poling UPR: Jangan Cabut Rektor dari Akar Dayak!
Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, PIRA Kalteng Siap Kawal Program Strategis Presiden Prabowo
Kampung Puntun: Antara Perjamuan Maut dan Cahaya Pengharapan di Tanah Leluhur
Puan Maharani Klarifikasi Kenaikan Gaji Anggota DPR RI
Hari Pertama Misa Pembukaan Konklaf Digelar di Vatikan, Umat Katolik Dunia Menanti Paus Baru
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 3 May 2026 - 21:58 WITA

Menjaga “Cahaya” di Hari Kebebasan, Catatan dari Meja Redaksi

Monday, 27 April 2026 - 14:53 WITA

Ponton, Republik Sabu di Jantung Kota Palangka Raya

Monday, 27 April 2026 - 03:59 WITA

Kisah “Modal Nekat” Zuli Eko Prasetyo, Dari Petani Sayur yang Terlilit Utang Kini Jadi Motor Utama PDIP Kalteng

Wednesday, 22 April 2026 - 17:43 WITA

Menggugat Skenario di Balik Poling UPR: Jangan Cabut Rektor dari Akar Dayak!

Thursday, 9 April 2026 - 09:19 WITA

Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, PIRA Kalteng Siap Kawal Program Strategis Presiden Prabowo

Berita Terbaru