Anggaran Boleh Hemat, Tapi Rakyat Tetap Prioritas, Sinyal Tegas dari Jantung Kalimantan Tengah

Tuesday, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALANGKA RAYA, newsline.id – Di tengah riuh rendah kebijakan efisiensi anggaran nasional, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mengambil langkah berani dengan memberikan jaminan bahwa pelayanan publik tidak akan “disunat”. Penegasan ini muncul dalam pertemuan hangat penuh makna antara jajaran pemerintah dan insan pers di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur, pekan lalu.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, secara lugas menyatakan bahwa komitmen gubernur tetap tegak lurus: kesejahteraan rakyat adalah hukum tertinggi yang tidak bisa ditawar oleh angka-angka penghematan.

“Efisiensi bukan berarti pemangkasan program prioritas. Kami hanya membuang yang boros, bukan memotong pelayanan untuk rakyat,” ujar Rangga di hadapan awak media. Pernyataan ini menjadi oase di tengah kekhawatiran publik mengenai kelanjutan proyek-proyek vital. Pemerintah memastikan sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga bantuan sosial tetap melaju kencang dengan pengawasan yang jauh lebih ketat agar setiap rupiah yang keluar benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

IMG 20260421 032152
Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, memastikan “Efisiensi bukan berarti pemangkasan program prioritas. Kami hanya membuang yang boros, bukan memotong pelayanan untuk rakyat” (Foto: IST)

Strategi “ikat pinggang” yang diterapkan Kalteng kali ini tergolong inovatif. Alih-alih melakukan pemotongan rata (flat cut), pemerintah justru melakukan audit mendalam terhadap pos-pos anggaran yang selama ini dinilai kurang produktif. Fokus dialihkan pada penguatan jaring pengaman sosial dan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan daerah-daerah terpencil. Ini bukan sekadar tentang angka di atas kertas, melainkan tentang bagaimana memastikan ambulans tetap bisa menjangkau desa dan anak-anak tetap bisa bersekolah dengan fasilitas layak.

Menariknya, Gubernur Kalimantan Tengah dalam forum tersebut membuka ruang dialog yang sangat cair dengan para jurnalis. Langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah pernyataan sikap bahwa transparansi adalah kunci. Pemerintah menyadari sepenuhnya bahwa media adalah mitra strategis—mata dan telinga yang mampu menjangkau sudut-sudut wilayah yang mungkin luput dari pantauan birokrasi. Dengan melibatkan pers, pemerintah ingin menutup celah korupsi dan kesenjangan informasi yang seringkali menjadi momok dalam penyaluran kebijakan.

Baca JUga  Kalteng-Jatim Bersatu, Gubernur Agustiar Sabran Dobrak Sekat Perdagangan, Bawa Produk Lokal Naik Kelas di Pasar Nasional

Namun, kejujuran pahit juga terungkap dalam pertemuan tersebut. Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah evaluasi program Kartu Huma Betang Sejahtera. Temuan mengejutkan menunjukkan bahwa sekitar 40 persen penerima manfaat saat ini dinilai tidak layak alias salah sasaran. Angka ini menjadi alarm keras bagi sistem validasi data yang selama ini berjalan. Bukannya menutupi borok tersebut, Pemprov Kalteng justru menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan pembenahan total secara radikal.

Langkah edukatif pun diambil. Pemerintah akan memperketat mekanisme verifikasi dengan melibatkan teknologi informasi yang lebih mutakhir. Tujuannya jelas, bantuan sosial harus mendarat tepat di tangan mereka yang benar-benar membutuhkan, bukan mereka yang hanya memanfaatkan celah sistem. Rangga menekankan bahwa validasi ulang ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral pemerintah kepada masyarakat Bumi Tambun Bungai agar tidak ada lagi rasa ketidakadilan di tengah masyarakat.

Pendekatan ini menunjukkan kedewasaan kepemimpinan di Kalimantan Tengah. Di saat banyak daerah mengeluh karena keterbatasan dana, Kalteng justru memilih untuk berkolaborasi dan melakukan otokritik terhadap programnya sendiri. Komitmen untuk memperbaiki akurasi data Kartu Huma Betang Sejahtera mencerminkan niat tulus untuk menjaga amanah anggaran. Rakyat diberikan edukasi bahwa setiap bantuan memiliki kriteria ketat, dan pengawasan bersama adalah cara terbaik untuk menjaga keadilan sosial.

Baca JUga  Sidak RSUD Doris Sylvanus, Gubernur Kalteng Tegaskan Pelayanan Kesehatan Tidak Boleh Setengah Hati

Keterlibatan aktif media dalam mengawal kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan responsivitas pemerintah. Jika ada penyimpangan di lapangan, media diminta segera bersuara. Pola komunikasi dua arah ini diprediksi akan menjadi tren baru dalam tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif. Kehadiran pers di Istana Isen Mulang malam itu seolah menegaskan bahwa tembok antara penguasa dan pengawas telah runtuh, digantikan oleh semangat sinergi demi kemajuan daerah.

Istana Isen Mulang yang menjadi saksi bisu pertemuan penting ini merupakan simbol marwah Kalimantan Tengah yang selalu menjunjung tinggi semangat kebersamaan. Keterlibatan publik dalam pengawasan pembangunan di Kalteng terus mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya. Data pelengkap menunjukkan bahwa sektor infrastruktur dan kesehatan tetap menjadi penyerap anggaran terbesar dalam APBD Kalteng, selaras dengan visi besar untuk memeratakan kesejahteraan hingga ke pelosok desa.

Dengan langkah efisiensi yang lebih terukur dan pengawasan yang dilakukan secara kolektif, Pemprov Kalteng ingin mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri, Anggaran boleh saja hemat, namun keberpihakan kepada rakyat tidak boleh berkurang sedikit pun. Ini adalah tentang martabat, tentang keadilan, dan tentang bagaimana sebuah kebijakan mampu menyentuh hati sanubari masyarakat bawah. Kalteng hari ini sedang menulis sejarah baru tentang bagaimana mengelola krisis menjadi sebuah prestasi yang menginspirasi.(*)
Tim Newsline

Berita Terkait

Darurat Hoaks & Ancaman Konten Negatif, Gubernur Agustiar Sabran “Jadi Tameng” Lindungi Anak Kalteng
“Tanah Dayak Bukan Sekadar Peta, Tapi Marwah!” Seruan Menggelegar Agustiar Sabran di Jantung Balikpapan
Melawan Arus Modernisasi, Filosofi Huma Betang “Meledak” Jadi Mesin Uang Baru di Kalteng
Kalteng Menggeliat Kartu Huma Betang Tahap II Cair, Puluhan Ribu Warga ‘Mengepung’ Sistem Verifikasi
Nasib Tambang Rakyat Terkatung-katung, Gubernur Agustiar Sindir Bupati dan Walikota
Kalteng-Jatim Bersatu, Gubernur Agustiar Sabran Dobrak Sekat Perdagangan, Bawa Produk Lokal Naik Kelas di Pasar Nasional
Gubernur Agustiar Sabran: Pers Adalah “Nafas” Pembangunan, Bukan Sekadar Pelengkap Seremonial
Langkah Berani Gubernur Kalteng, Bentuk Tim Terpadu Hingga Siapkan ‘Reward’ Demi Distribusi BBM yang Adil
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 8 May 2026 - 21:31 WITA

Darurat Hoaks & Ancaman Konten Negatif, Gubernur Agustiar Sabran “Jadi Tameng” Lindungi Anak Kalteng

Thursday, 7 May 2026 - 12:12 WITA

“Tanah Dayak Bukan Sekadar Peta, Tapi Marwah!” Seruan Menggelegar Agustiar Sabran di Jantung Balikpapan

Thursday, 7 May 2026 - 06:40 WITA

Melawan Arus Modernisasi, Filosofi Huma Betang “Meledak” Jadi Mesin Uang Baru di Kalteng

Thursday, 7 May 2026 - 04:40 WITA

Kalteng Menggeliat Kartu Huma Betang Tahap II Cair, Puluhan Ribu Warga ‘Mengepung’ Sistem Verifikasi

Monday, 27 April 2026 - 12:30 WITA

Nasib Tambang Rakyat Terkatung-katung, Gubernur Agustiar Sindir Bupati dan Walikota

Berita Terbaru

Dalam rangka Hari Jadi Provinsi Kalimantan Tengah ke-69, Pemprov menggelar l FBIM (Festival Budaya Isen MUlang) 2026 berlangsung di Palangka Raya, pada 17-23 Mei 2026. (Istimewa)

KALIMANTAN TENGAH

ISEN MULANG: PANTANG MATI DI ERA ALGORITMA

Friday, 22 May 2026 - 02:20 WITA