Kalteng-Jatim Bersatu, Gubernur Agustiar Sabran Dobrak Sekat Perdagangan, Bawa Produk Lokal Naik Kelas di Pasar Nasional

Friday, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di M Bahalap Hotel Palangka Raya, Kamis (23/4/2026).

Penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di M Bahalap Hotel Palangka Raya, Kamis (23/4/2026).

PALANGKA RAYA, newsline.id – Sebuah langkah besar untuk kedaulatan ekonomi rakyat baru saja ditancapkan di jantung Kota Cantik. Pada Kamis (23/04/2026), Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menghadiri langsung Forum Misi Dagang dan Kerjasama Ekonomi antara Provinsi Kalimantan Tengah dan Jawa Timur. Bertempat di M Bahalap Hotel Palangka Raya, Kamis (23/4/2026). Pertemuan strategis ini menjadi momentum “pecah telor” bagi ratusan pelaku usaha lokal Kalteng untuk memperluas jejaring pasar, memperkuat hilirisasi, dan mengukuhkan sinergi ekonomi yang saling menguntungkan antar-pulau.

Bukan sekadar pertemuan formal di balik meja, Misi Dagang ini adalah bentuk nyata dari diplomasi ekonomi yang agresif. Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa ketergantungan pada pengiriman bahan mentah harus segera diakhiri. Fokus utama kali ini adalah hilirisasi; bagaimana kekayaan alam Bumi Tambun Bungai, mulai dari sektor perkebunan hingga kerajinan tangan, diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi sebelum melintasi Laut Jawa. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa keuntungan ekonomi terbesar tetap berputar di tangan masyarakat Kalimantan Tengah sendiri.

“Forum Misi Dagang dan Kerjasama Ekonomi Kalteng Jatim ini untuk membangun ekosistem. Saya ingin produk UMKM kita, petani kita, dan peternak kita memiliki standar yang mampu bersaing di pasar nasional. Misi Dagang ini adalah instrumen inovatif untuk memutus rantai distribusi yang panjang dan mahal,” ujar Gubernur Agustiar dengan nada persuasif yang memotivasi para pelaku usaha yang hadir. Pesan ini mengandung edukasi mendalam bahwa kemandirian ekonomi dimulai dari keberanian membuka akses dan meningkatkan kualitas produk.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dibalik angka-angka transaksi yang fantastis dalam forum ini, terdapat gurat harapan dari ribuan pelaku UMKM di pelosok Kalteng. Bagi mereka, Misi Dagang adalah “napas baru”. Pertemuan Business to Business (B2B) yang difasilitasi pemerintah memberikan kesempatan bagi produk rumahan seperti kerajinan rotan, kopi lokal, hingga olahan ikan untuk masuk ke pasar ritel modern di Jawa Timur. Inilah sisi human interest yang menyentuh; kebijakan pemerintah yang secara langsung menjawab kecemasan rakyat tentang ke mana mereka harus menjual produknya.

Baca JUga  Revolusi Kerja dari Rumah Biro Organisasi Pemprov Kalteng Dobrak Tradisi Demi Efesiensi ASN

Gubernur Agustiar juga secara kritis menyoroti pentingnya sinkronisasi data dan logistik. Selama ini, ketimpangan arus barang seringkali memicu inflasi di daerah. Dengan adanya kerjasama ini, Kalteng bisa mengirimkan komoditas unggulan seperti jagung dan beras, sementara Jawa Timur mendukung melalui teknologi pengolahan dan pasokan barang industri. Sinergi ini adalah jawaban cerdas untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di kedua provinsi, sebuah inovasi birokrasi yang patut dicontoh oleh daerah lain di Indonesia.

Dalam suasana yang penuh keakraban namun tetap profesional, para pengusaha dari kedua daerah terlihat antusias melakukan kurasi produk. Edukasi mengenai pengemasan (packaging), sertifikasi halal, dan legalitas usaha menjadi bumbu utama dalam diskusi-diskusi kecil di sela acara. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan kail, tetapi juga menunjukkan kolam yang tepat bagi para pelaku usaha untuk memancing kesuksesan yang lebih besar.

Inisiatif ini juga menggarisbawahi komitmen Gubernur Agustiar dalam mendukung digitalisasi perdagangan. Di era industri 4.0, Misi Dagang fisik ini didukung dengan platform digital yang memungkinkan transaksi berlanjut meski acara telah usai. Transformasi mental dari pedagang lokal menjadi pemain nasional inilah yang coba ditanamkan Gubernur. “Jangan takut bersaing. Produk kita unggul secara kualitas, sekarang tinggal bagaimana kita mengemasnya dengan semangat inovasi dan ketekunan,” tambahnya memotivasi.

Baca JUga  Langkah Berani Gubernur Kalteng, Bentuk Tim Terpadu Hingga Siapkan 'Reward' Demi Distribusi BBM yang Adil

Secara argumentatif, penguatan kerjasama antar-daerah ini merupakan benteng pertahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian pasar global. Ketika arus ekspor luar negeri mengalami kendala, kekuatan pasar domestik—seperti hubungan Kalteng dan Jatim—menjadi penyelamat. Inilah ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya; di mana daerah saling menopang, bukan saling menjatuhkan. Sebuah narasi positif yang sangat dibutuhkan untuk membangkitkan optimisme publik di media sosial.

Kerjasama antara Kalteng dan Jawa Timur telah terjalin lama karena faktor geografis dan sejarah perdagangan tradisional. Jawa Timur selama ini menjadi pintu gerbang distribusi barang dari dan menuju wilayah Indonesia Timur, termasuk Kalimantan. Namun, di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran, hubungan ini ditingkatkan statusnya menjadi kemitraan strategis yang lebih terstruktur dan berfokus pada kesejahteraan masyarakat di hulu.

Data transaksi dalam Misi Dagang sebelumnya selalu menunjukkan tren positif dengan nilai kontrak yang terus meningkat. Meskipun informasi ini bersifat tambahan, hal tersebut memperkuat bukti bahwa strategi “jemput bola” ke provinsi mitra adalah kebijakan yang efektif dan efisien. Pemprov Kalteng berkomitmen untuk terus mengawal setiap MoU yang ditandatangani agar tidak berhenti di atas kertas, melainkan berdampak nyata pada isi dompet masyarakat.

Menutup rangkaian agenda tersebut, suasana penuh optimisme menyelimuti ruangan. Langkah ini adalah investasi masa depan bagi generasi muda Kalteng untuk tidak ragu menjadi pengusaha. Dengan dukungan pemerintah yang masif seperti ini, produk lokal bukan lagi sekadar oleh-oleh, melainkan komoditas berkelas yang siap merajai pasar nusantara. Inilah cara Kalteng bercahaya, dengan kerja keras, sinergi, dan keberanian untuk terus berinovasi.(*)

Tim Newsline 

Berita Terkait

Anggaran Boleh Hemat, Tapi Rakyat Tetap Prioritas, Sinyal Tegas dari Jantung Kalimantan Tengah
Gubernur Agustiar Sabran: Pers Adalah “Nafas” Pembangunan, Bukan Sekadar Pelengkap Seremonial
Langkah Berani Gubernur Kalteng, Bentuk Tim Terpadu Hingga Siapkan ‘Reward’ Demi Distribusi BBM yang Adil
Sidak RSUD Doris Sylvanus, Gubernur Kalteng Tegaskan Pelayanan Kesehatan Tidak Boleh Setengah Hati
Bayar Pajak Kendaraan Kini Tak Lagi Ribet, Pemprov Kalteng Bawa Layanan Samsat ke Genggaman Warga
“WFH Bukan Libur Nasional” ASN Kalteng Resmi Kerja dari Rumah, Salah Gunakan Ijin, Sanksi Tegas Menanti
Revolusi Kerja dari Rumah Biro Organisasi Pemprov Kalteng Dobrak Tradisi Demi Efesiensi ASN
Pj Sekda Kalteng Tegur ASN yang Hanya Mau Gaji Tapi Minim Integritas
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 24 April 2026 - 01:05 WITA

Kalteng-Jatim Bersatu, Gubernur Agustiar Sabran Dobrak Sekat Perdagangan, Bawa Produk Lokal Naik Kelas di Pasar Nasional

Sunday, 19 April 2026 - 18:27 WITA

Gubernur Agustiar Sabran: Pers Adalah “Nafas” Pembangunan, Bukan Sekadar Pelengkap Seremonial

Sunday, 19 April 2026 - 01:05 WITA

Langkah Berani Gubernur Kalteng, Bentuk Tim Terpadu Hingga Siapkan ‘Reward’ Demi Distribusi BBM yang Adil

Thursday, 9 April 2026 - 06:14 WITA

Sidak RSUD Doris Sylvanus, Gubernur Kalteng Tegaskan Pelayanan Kesehatan Tidak Boleh Setengah Hati

Thursday, 9 April 2026 - 03:28 WITA

Bayar Pajak Kendaraan Kini Tak Lagi Ribet, Pemprov Kalteng Bawa Layanan Samsat ke Genggaman Warga

Berita Terbaru

RIRIEN BINTI, JURNALIS DAYAK KALIMANTAN TENGAH

KOTA PALANGKA RAYA

Menggugat Skenario di Balik Poling UPR: Jangan Cabut Rektor dari Akar Dayak!

Wednesday, 22 Apr 2026 - 17:43 WITA