KUALA PEMBUANG, newsline.id – Harapan besar untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir Kabupaten Seruyan mulai menemui titik terang. Pada Kamis (23/4/2026), Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., secara resmi menerima tim survei dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mematangkan rencana besar, pembangunan Kampung Nelayan Terpadu. Langkah strategis ini membidik dua wilayah potensial, yakni Sungai Bakau dan Sungai Undang, sebagai motor penggerak ekonomi baru bagi para pahlawan protein bangsa di Bumi Gawi Hatantiring.
Pertemuan yang berlangsung hangat di Kuala Pembuang ini bukan sekadar diskusi formal di balik meja. Didampingi Plh Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Perikanan, Bupati Wanda terjun langsung mengawal tim pusat dalam melakukan peninjauan lapangan dan pengumpulan data awal. Kehadiran tim KKP ini menjadi sinyal kuat bahwa potensi perikanan tangkap Seruyan kini masuk dalam radar prioritas Program Strategis Nasional (PSN).

Melampaui Sekadar Infrastruktur
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program Kampung Nelayan ini dirancang bukan hanya tentang membagun fisik bangunan, melainkan sebuah upaya edukatif untuk menciptakan ekosistem perikanan yang modern dan berkelanjutan. Tim survei KKP menegaskan bahwa pemetaan lokasi mencakup variabel yang sangat mendalam, mulai dari kondisi lahan, volume produksi perikanan, hingga potret nyata kondisi sosial ekonomi nelayan setempat.
“Untuk penetapan lokasi nantinya, kami membutuhkan dukungan data dari pemerintah daerah dan pihak terkait, termasuk kondisi riil nelayan di lapangan,” ungkap perwakilan tim survei KKP di sela-sela peninjauan. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil akan berbasis data (evidence-based policy) agar bantuan yang diturunkan tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang.

Kolaborasi Lintas Sektor
Inovasi dalam pembangunan ini juga terlihat dari keterlibatan aktif Koperasi Merah Putih dalam proses verifikasi. Sinergi antara birokrasi dan koperasi ini menjadi kunci agar program pusat tidak menjadi “proyek langit” yang asing bagi warga lokal, melainkan sebuah inisiatif yang lahir dari kebutuhan akar rumput. Pemerintah Kabupaten Seruyan pun telah bergerak cepat menyiapkan segala data pendukung guna memastikan proses verifikasi berjalan mulus.
Bupati Ahmad Selanorwanda menegaskan komitmen penuhnya terhadap visi ini. Menurutnya, sektor perikanan tangkap adalah tulang punggung daerah yang selama ini masih memerlukan sentuhan modernisasi. “Dukungan penuh kami berikan untuk pembangunan Kampung Nelayan ini. Ini adalah ikhtiar nyata kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan mendorong produktivitas sektor perikanan agar lebih berdaya saing,” ujarnya optimis.

Harapan Masa Depan
Bagi warga di Sungai Bakau dan Sungai Undang, rencana ini adalah angin segar yang dinanti. Jika lokasi ini lolos verifikasi, mereka tidak hanya akan mendapatkan fasilitas sandar kapal atau gudang beku yang lebih baik, tetapi juga penataan kawasan yang lebih sehat, estetik, dan layak huni. Ini adalah upaya memanusiakan nelayan melalui lingkungan yang lebih tertata dan akses ekonomi yang lebih terbuka lebar.
Program Kampung Nelayan oleh KKP bertujuan untuk mengubah kesan kumuh perkampungan nelayan menjadi kawasan yang maju dan mandiri. Hasil dari survei dan pemetaan di Seruyan ini nantinya akan dibawa ke tingkat nasional sebagai dasar penetapan lokasi layak. Dengan segala potensi alam dan kesiapan data yang ada, Seruyan kini berada di ambang transformasi besar untuk menjadi kiblat perikanan tangkap di Kalimantan Tengah.
Kabupaten Seruyan memiliki garis pantai yang panjang dengan kekayaan laut melimpah, menjadikannya salah satu pemasok ikan terbesar di wilayah ini. Selama beberapa tahun terakhir, Pemkab Seruyan terus fokus pada sinkronisasi program daerah dengan pusat untuk memastikan infrastruktur pendukung, seperti pelabuhan dan pabrik es, dapat tersedia secara merata bagi seluruh nelayan.(*)
Tim Newsline









