Anggaran Dipangkas, Kualitas Tak Boleh Ikut Terpangkas

Sunday, 7 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nenie Lambung: Efisiensi Bukan Alibi Pembangunan Kelas Dua

Nenie Lambung: Efisiensi Bukan Alibi Pembangunan Kelas Dua

PALANGKA RAYA, newsline.id – Di tengah tekanan efisiensi anggaran yang menghantam hampir seluruh daerah di Indonesia pada 2026, satu suara lantang muncul dari Gedung DPRD Kota Palangka Raya: jangan jadikan pemangkasan anggaran sebagai tiket untuk memangkas kualitas.

Wakil Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, Sabtu (6/6/2026), secara tegas mengingatkan pemerintah daerah bahwa efisiensi fiskal bukan berarti kemunduran kualitas. Justru sebaliknya, keterbatasan anggaran harus melahirkan pemerintahan yang lebih cerdas, lebih selektif, dan lebih bertanggung jawab. “Penurunan anggaran tidak seharusnya menjadi alasan untuk menurunkan kualitas hasil pembangunan,” kata politikus PDI Perjuangan ini, lugas dan tanpa basa-basi.

Pernyataan Nenie bukan sekadar retorika politik. Ini adalah alarm keras yang dibunyikan di saat yang tepat. Tahun 2026 menjadi tahun krusial bagi Kota Palangka Raya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah yang selama ini terus berpacu membangun infrastruktur dasarnya di tengah keterbatasan fiskal yang struktural.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Efisiensi anggaran yang terjadi bukan skala kecil. Pemangkasan berlangsung di berbagai sektor, menekan ruang gerak pemerintah kota dalam membiayai program-program pembangunan. Namun, Nenie menegaskan bahwa tekanan ini justru harus menjadi momentum reformasi cara kerja pemerintah, bukan dalih untuk berkompromi dengan kualitas.

Baca JUga  "Kiamat" Kualitas Pendidikan Mengancam Pinggiran Palangka Raya, Guru Jadi Tameng Terakhir

“Justru dengan anggaran yang terbatas, pemerintah daerah dituntut lebih cermat dan selektif dalam menentukan program prioritas,” tegasnya.

ChatGPT Image 7 Jun 2026 17.56.58

Dalam logika anggaran yang sehat, efisiensi sejatinya bukan musuh pembangunan,  ia adalah disiplin. Pemerintah yang baik bukan yang memiliki anggaran melimpah, melainkan yang mampu menghasilkan dampak maksimal dari setiap rupiah yang dibelanjakan.

Nenie memahami paradoks ini. Ia meminta pemerintah kota tidak lari dari komitmen,, infrastruktur dasar tetap harus menjadi prioritas utama 2026. Jalan, drainase, air bersih, sanitasi, kebutuhan yang paling dirasakan warga di akar rumput tidak boleh dikorbankan atas nama efisiensi yang salah arah.

“Fokus utama pemerintah kota harus tetap pada program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ucapnya dengan nada yang tidak memberi ruang tawar.

Namun Nenie tidak hanya berhenti pada teguran. Ia juga membuka tangan DPRD siap bermitra, bukan sekadar mengawasi dari kejauhan.

Sinergi antara legislatif dan eksekutif, kata Nenie, adalah kunci agar roda pembangunan tetap berputar meski bahan bakarnya berkurang. Pengawasan bukan untuk menjerat, melainkan untuk memastikan setiap program berjalan di jalur yang benar: efisien, transparan, dan tepat sasaran.

“Selama pemerintah memperkuat sinergi dan menjalankan prinsip transparansi serta tanggung jawab, kami yakin pembangunan Kota Palangka Raya akan terus berlanjut dan memberi hasil nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Baca JUga  Legislator Desak PUPR Kalteng Perbaikan Jalan HM Arsyad Sampit Sebelum Nyawa Kembali Melayang

Di sisi lain, Nenie juga menyentuh dimensi yang sering diabaikan dalam debat anggaran daerah: partisipasi warga. Ia mengajak masyarakat Palangka Raya untuk tidak menjadi penonton pasif. Warga diminta aktif mengawasi jalannya pembangunan, melaporkan infrastruktur yang terabaikan, dan memastikan uang pajak mereka kembali dalam wujud yang nyata dan bermanfaat.

“Pajak itu tidak menghilang begitu saja. Setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan yang bisa langsung dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Pesan ini bukan sekadar imbauan. Ini adalah kontrak sosial yang Nenie tawarkan antara pemerintah, DPRD, dan warga: bayar pajak dengan patuh, awasi pembangunan dengan aktif, dan tagih hasilnya dengan berani.

Pernyataan Nenie Adriati Lambung menjadi penanda penting: di era efisiensi yang kerap dijadikan kambing hitam, masih ada suara di legislatif yang berani berkata terang — anggaran boleh turun, tetapi standar tidak boleh ikut jatuh.

Kota Palangka Raya kini berada di persimpangan. Pilihan ada di tangan pemerintah menyerah pada keterbatasan, atau justru bangkit lebih kreatif dan bertanggung jawab. DPRD telah menyatakan posisinya. Giliran eksekutif membuktikannya di lapangan, bukan di atas kertas.(*)

Tim Newsline : Syamsudin Dinata

Berita Terkait

Dana Hibah Pilkada Kalteng: 2 KPU, 2 Skandal, Nol Tersangka
Ironi Kalteng, Provinsi Terluas yang Terjebak di Kubangan Jalan Rusak
Tewas di Balik Dinding yang Paling Dijaga
Jalan Biru Palangka Raya Luntur Diguyur Hujan, Ketua DPRD Kalteng Sebut Wartawan Provokator!
Gurita Jabatan di Bumi Gawi Hatantiring, APBD Seruyan dalam Bayang-Bayang “Conflict of Interest”
DRAMA ANTREAN “BERDARAH” DI PALANGKA RAYA, RAKYAT DIJEBAK PANIC BUYING, ATAU BBM MEMANG “DILARIKAN” KE KORPORASI SWASTA
“Kiamat” Kualitas Pendidikan Mengancam Pinggiran Palangka Raya, Guru Jadi Tameng Terakhir
Badai PHK Hantam Kalteng, Disnaker Jangan Jadi ‘Penonton’ Saat Hak Buruh Dikebiri
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 8 June 2026 - 22:22 WITA

Dana Hibah Pilkada Kalteng: 2 KPU, 2 Skandal, Nol Tersangka

Sunday, 7 June 2026 - 19:26 WITA

Anggaran Dipangkas, Kualitas Tak Boleh Ikut Terpangkas

Saturday, 6 June 2026 - 21:26 WITA

Ironi Kalteng, Provinsi Terluas yang Terjebak di Kubangan Jalan Rusak

Monday, 1 June 2026 - 02:48 WITA

Tewas di Balik Dinding yang Paling Dijaga

Tuesday, 26 May 2026 - 03:18 WITA

Jalan Biru Palangka Raya Luntur Diguyur Hujan, Ketua DPRD Kalteng Sebut Wartawan Provokator!

Berita Terbaru

KOTA PALANGKA RAYA

Dana Hibah Pilkada Kalteng: 2 KPU, 2 Skandal, Nol Tersangka

Monday, 8 Jun 2026 - 22:22 WITA

Produksi Turun, Konflik Lahan Membara.
Siapa yang Sesungguhnya Menikmati Manfaatnya?

KALIMANTAN TENGAH

Sawit Kalteng : Emas Hijau yang Belum Merata

Monday, 8 Jun 2026 - 16:46 WITA

Nenie Lambung: Efisiensi Bukan Alibi Pembangunan Kelas Dua

LEGISLATOR

Anggaran Dipangkas, Kualitas Tak Boleh Ikut Terpangkas

Sunday, 7 Jun 2026 - 19:26 WITA

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Maryani Sabran, memprotes keras sikap apatis ego sektoral yang kerap dijadikan tameng oleh pemerintah daerah. Baginya, keselamatan nyawa masyarakat jauh lebih berharga ketimbang perdebatan administratif mengenai status jalan nasional atau jalan daerah.

KALIMANTAN TENGAH

Ironi Kalteng, Provinsi Terluas yang Terjebak di Kubangan Jalan Rusak

Saturday, 6 Jun 2026 - 21:26 WITA