Dana Pusat Seret, Pemkab Seruyan ‘Tagih’ Komitmen Raksasa Sawit Demi Rakyat

Friday, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Kuala Pembuang, newsline.id – Di tengah himpitan defisit anggaran akibat merosotnya dana transfer dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah secara mengejutkan memanggil seluruh petinggi perusahaan perkebunan sawit. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Seruyan, dr. Bahrun Abbas, M.P.H., memimpin langsung Rapat Verifikasi dan Identifikasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) tahun 2025 di Aula Kantor Bupati, Rabu (1/4), guna memastikan “uang rakyat” dari sektor swasta benar-benar mengalir tepat sasaran.

Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan. Pemkab Seruyan kini sedang berada dalam posisi sulit secara fiskal. Keterbatasan anggaran daerah memaksa pemerintah untuk mencari sumber pendanaan alternatif guna menyelamatkan program-program prioritas yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak. Program TJSLP atau Corporate Social Responsibility (CSR) kini menjadi “tumpuan harapan” terakhir agar pembangunan di Bumi Gawi Hatantiring tidak jalan di tempat.

lv 0 20260402230631

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam arahannya yang bernada mendesak, dr. Bahrun Abbas menegaskan bahwa rapat ini adalah langkah strategis untuk membedah data dan memverifikasi komitmen perusahaan. Ia tidak ingin program TJSLP hanya menjadi catatan di atas kertas tanpa dampak nyata. Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha kini bukan lagi sekadar himbauan, melainkan keharusan untuk menambal lubang-lubang pembiayaan yang ditinggalkan oleh minimnya dana pusat.

Baca JUga  Kolaborasi Kaleka-Seruyan, Harapan Rakyat Menanti Jaring Pengaman yang Nyata

“Keterbatasan anggaran akibat berkurangnya dana transfer pusat berdampak signifikan pada pelaksanaan program prioritas daerah. Oleh karena itu, dukungan perusahaan melalui TJSLP sangat kami harapkan untuk membantu pembiayaan kegiatan yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam APBD,” ujar Bahrun Abbas di hadapan para perwakilan perusahaan yang hadir.

lv 0 20260402230851

Masyarakat bumi Gawi Hatantiring kini menyoroti sejauh mana raksasa perkebunan sawit di Seruyan mau “berbagi beban” dengan pemerintah. Transparansi menjadi isu panas dalam rapat tersebut. Pemkab Seruyan menekankan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan perusahaan melalui TJSLP harus dilaporkan secara akurat dan transparan. Tidak boleh ada lagi program yang tumpang tindih atau hanya sekadar seremonial belaka tanpa menyentuh akar permasalahan di desa-desa sekitar kebun.

Pemkab Seruyan berkomitmen akan terus “mengawal” dan melanjutkan pembahasan intensif dengan pihak swasta. Tujuannya satu, menyelaraskan program perusahaan dengan prioritas pembangunan daerah tahun 2025. Jika tidak ada keselarasan, dikhawatirkan kesejahteraan masyarakat lokal akan terus tertinggal di tengah suburnya hamparan hijau perkebunan sawit yang mengepung wilayah mereka.

Baca JUga  Wamenkum: Selamat Datang, Calon Birokrat Pemerintahan!

lv 0 20260402230802

Agenda verifikasi ini juga menjadi ajang pembuktian bagi perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Seruyan. Apakah mereka akan menjadi mitra yang tulus dalam membangun daerah, atau justru menutup mata saat pemerintah daerah sedang berjuang melawan keterbatasan anggaran. Masyarakat Seruyan kini menunggu realisasi nyata dari kesepakatan di aula kantor bupati tersebut.

Kabupaten Seruyan merupakan salah satu wilayah dengan konsentrasi perkebunan kelapa sawit terbesar di Kalimantan Tengah. Secara historis, ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat memang masih sangat tinggi, sehingga fluktuasi kebijakan fiskal di Jakarta selalu berdampak langsung pada pembangunan infrastruktur dan layanan publik di pelosok Seruyan.

Ketegasan Pj Sekda ini diharapkan menjadi titik balik pengelolaan dana CSR yang lebih terukur. Data yang terverifikasi dengan baik nantinya akan dipublikasikan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, sehingga warga bisa ikut mengawasi ke mana arah bantuan perusahaan tersebut dialokasikan.

Sejumlah perwakilan perusahaan menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi lebih lanjut. Namun, masyarakat tetap menuntut aksi nyata di lapangan, mengingat tantangan ekonomi di tahun 2026 ini diprediksi akan semakin berat bagi warga di tingkat akar rumput.(*)
Tim Newsline

Berita Terkait

Sawah yang Tak Pernah Tidur: Kisah Petani Seruyan Menyulap Musim Kering Jadi Ladang Semangka
Seruyan Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat, Krisis Air Bersih dan Karhutla Mengancam Bersamaan
Cahaya dari Kuala Pembuang: Ketika Seorang Bunda Mengukuhkan Amanah untuk Menyalakan Literasi Seruyan
Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah
Bupati Seruyan Bongkar “Zona Nyaman” Birokrasi: Jabatan Bukan Warisan, tapi Amanah yang Bisa Dicabut
Sungai Mengasin Sumur Mati: Seruyan Berlomba dengan Kemarau Sebelum Semuanya Terlambat
Api, Asap, dan Janji: Ketika Bupati Seruyan Turun ke Titik Api
Di Bawah Terik Pantai Sungai Bakau, Perempuan Seruyan Menanam Harapan untuk Anak Cucu
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 17 September 2026 - 19:41 WITA

Sawah yang Tak Pernah Tidur: Kisah Petani Seruyan Menyulap Musim Kering Jadi Ladang Semangka

Thursday, 17 September 2026 - 02:28 WITA

Seruyan Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat, Krisis Air Bersih dan Karhutla Mengancam Bersamaan

Tuesday, 15 September 2026 - 19:46 WITA

Cahaya dari Kuala Pembuang: Ketika Seorang Bunda Mengukuhkan Amanah untuk Menyalakan Literasi Seruyan

Friday, 4 September 2026 - 22:35 WITA

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Friday, 4 September 2026 - 15:14 WITA

Bupati Seruyan Bongkar “Zona Nyaman” Birokrasi: Jabatan Bukan Warisan, tapi Amanah yang Bisa Dicabut

Berita Terbaru

Pemerintahan

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Friday, 4 Sep 2026 - 22:35 WITA