Palangka Raya, newsline.id – Stigma negatif yang selama ini melekat pada permainan domino sebagai aktivitas perjudian atau sekadar pengisi waktu di pos ronda dipastikan bakal runtuh total. Gubernur Kalimantan Tengah memberikan dukungan penuh kepada Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kalteng untuk menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Domino se-Kalteng yang akan dilangsungkan pada 11-12 April 2026 di lokasi bergengsi, Duta Mall Palangka Raya.
Ketua Pengprov ORADO Kalteng, Rusdi, menyatakan bahwa kepastian dukungan ini didapat setelah pihaknya diterima dalam audiensi resmi oleh Gubernur Kalimantan Tengah Rabu, (1/4). Pertemuan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi dunia olahraga “asah otak” di Bumi Tambun Bungai, mengingat ajang ini bukan sekadar turnamen biasa, melainkan seleksi ketat untuk mencari atlet terbaik yang akan mewakili Kalteng di ajang Kejurnas Domino di Bogor pada 24-26 April mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini kami dari Pengprov ORADO Kalteng diterima audiensi oleh Pak Gubernur. Beliau mendukung penuh Kejurda Domino se-Kalteng di Palangka Raya yang menjadi ajang seleksi untuk mengikuti Kejurnas di Bogor. Gubernur berharap para juara nanti bisa membawa harum nama Kalimantan Tengah di kancah nasional,” ujar Rusdi dengan nada optimis saat memberikan keterangan pers kepada media.
Langkah berani memilih Duta Mall sebagai pusat kegiatan bertujuan untuk mengubah persepsi publik secara radikal. Dengan membawa domino ke pusat perbelanjaan modern, ORADO ingin menegaskan bahwa domino telah bertransformasi menjadi olahraga prestasi yang bermartabat, profesional, dan jauh dari kesan “kumuh”. Strategi ini pun langsung memicu perbincangan hangat di kalangan netizen yang menyambut positif pengangkatan status permainan rakyat ini ke level atletis.

Selain Kejurda, agenda ini akan dirangkaikan dengan pelantikan pengurus dan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) untuk membangun fondasi organisasi yang solid. Rusdi menekankan bahwa pihaknya tidak ingin membuang waktu dalam mencetak prestasi, sehingga integrasi antara agenda organisasi dan kompetisi lapangan dilakukan secara simultan. Hal ini menjadi angin segar bagi para pencinta domino yang selama ini hobinya kerap dipandang sebelah mata oleh masyarakat luas.
Menariknya, Kejurda kali ini tidak hanya menyasar kategori senior, tetapi juga kategori junior. Kehadiran kategori muda ini menjadi bukti nyata bahwa regenerasi atlet domino sedang dipersiapkan secara serius sejak dini. Dengan melibatkan anak muda, ORADO berkomitmen menanamkan nilai disiplin dan strategi yang terkandung dalam permainan domino sebagai cabang olahraga resmi yang diakui secara nasional di bawah naungan KONI.
Saat ini, panitia tengah melakukan finalisasi teknis pertandingan agar sesuai dengan standar nasional. Seluruh perwakilan dari kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah telah diundang untuk mengirimkan putra-putri terbaik mereka. Persiapan ini dipantau langsung oleh Rusdi guna memastikan skema organisasi hingga tata letak kompetisi berjalan sempurna demi menunjukkan wajah baru domino yang visioner kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Dukungan publik di media sosial pun terus mengalir deras. “Sudah saatnya domino punya wadah resmi, biar tidak hanya dianggap main-main di warung kopi,” tulis salah satu komentar netizen yang viral. Tekanan positif dari netizen ini menjadi energi tambahan bagi pengurus untuk membuktikan bahwa domino Kalteng siap bersaing di Kejurnas Bogor dan menghapus bayang-bayang masa lalu yang identik dengan aktivitas non-prestasi.
Diinformasikan, ORADO Kalteng sebelumnya telah melakukan langkah strategis dengan menggelar pelatihan wasit profesional pada awal Maret 2026. Hal ini dilakukan untuk menjamin standar penjurian yang adil dan kredibel. Dengan manajemen yang rapi dan dukungan langsung dari pemerintah daerah, domino kini diproyeksikan menjadi industri olahraga baru yang kompetitif sekaligus membanggakan bagi seluruh rakyat Kalimantan Tengah.(*)
Tim Newsline








