Palangka Raya, newsline.id – Stigma negatif olahraga domino yang selama ini identik dengan perjudian atau sekadar pengisi waktu di pos ronda bakal segera runtuh. Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kalimantan Tengah kini tengah mematangkan persiapan besar untuk menggelar pelantikan pengurus sekaligus Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) di lokasi bergengsi, Duta Mall Palangka Raya, pada 11-12 April 2026 mendatang. Langkah berani ini diambil sebagai pernyataan tegas bahwa domino telah bertransformasi menjadi olahraga prestasi yang bermartabat dan profesional di Bumi Tambun Bungai.
Ketua Pengprov ORADO Kalteng, Rusdi, menegaskan bahwa pemilihan lokasi di pusat perbelanjaan modern bukan tanpa alasan. Hal ini merupakan bagian dari strategi untuk mendekatkan domino kepada masyarakat luas dan menghapus pandangan miring yang selama ini melekat. Rusdi memimpin langsung pengecekan lokasi guna memastikan seluruh detail teknis, mulai dari skema organisasi hingga tata letak kompetisi, berjalan sempurna demi menunjukkan wajah baru domino yang solid dan visioner.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin membangun fondasi organisasi yang profesional. Ini bukan sekadar kumpul-kumpul, tapi tonggak sejarah. ORADO Kalteng hadir untuk melahirkan atlet-atlet asah otak yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional,” ujar Rusdi dengan nada optimis saat meninjau persiapan. Semangat ini menjadi angin segar bagi para pencinta domino yang selama ini merasa hobinya dipandang sebelah mata oleh publik.
Tidak hanya seremoni pelantikan, acara ini juga akan diramaikan dengan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Domino yang mencakup kategori senior dan junior. Kehadiran kategori junior menjadi daya tarik tersendiri sekaligus pembuktian bahwa regenerasi atlet sedang dipersiapkan secara serius. Dengan melibatkan anak muda, ORADO ingin menanamkan nilai disiplin dan strategi yang ada dalam permainan domino sebagai cabang olahraga prestasi yang diakui.
Saat ini, panitia sedang melakukan finalisasi teknis pertandingan agar sesuai dengan standar nasional. Seluruh perwakilan dari kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah telah diundang untuk mengirimkan putra-putri terbaik mereka. Integrasi antara agenda organisasi dan kompetisi lapangan ini mencerminkan visi progresif kepengurusan periode ini yang tidak ingin membuang waktu dalam mencetak prestasi.
Gebrakan ORADO Kalteng ini pun memicu perbincangan hangat di kalangan netizen. Banyak yang mendukung langkah ini sebagai bentuk apresiasi terhadap kearifan lokal yang diangkat ke level profesional. “Sudah saatnya domino punya wadah resmi, biar tidak hanya dianggap main-main di warung kopi,” tulis salah satu komentar netizen yang viral di media sosial. Dukungan publik ini menjadi energi tambahan bagi pengurus untuk menyukseskan agenda besar di bulan April nanti.
Permainan kartu domino di Indonesia telah resmi diakui sebagai cabang olahraga di bawah naungan KONI. Sebelumnya, ORADO Kalteng juga telah melakukan langkah strategis dengan menggelar pelatihan wasit profesional pada awal Maret 2026. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap kompetisi yang digelar memiliki standar penjurian yang adil dan kredibel, sekaligus memperkuat struktur SDM organisasi dari hulu ke hilir.
Keberadaan federasi ini diharapkan tidak hanya fokus pada kemenangan di atas meja pertandingan, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial positif. Dengan manajemen yang rapi dan kompetisi yang rutin, domino diharapkan bisa menjadi industri olahraga baru yang kompetitif di Kalimantan Tengah, sekaligus mengubah wajah “permainan rakyat” menjadi prestasi yang membanggakan bagi seluruh lapisan masyarakat.(*)
Tim Newsline








