PALANGKA RAYA, newsline.id – Pandangan sebelah mata publik terhadap permainan domino kini resmi dipatahkan. Federasi Olahraga Domino (Orado) Kalimantan Tengah resmi mengukuhkan diri sebagai cabang olahraga prestasi, bukan lagi sekadar pengisi waktu luang di warung kopi. Penegasan ini mengemuka saat Sekretaris Dispora Kalteng, Syahrani, menerima audiensi Pengurus Provinsi Orado Kalteng di ruang kerja Kadispora, Senin (6/4/2026), guna mematangkan persiapan Kejuaraan Provinsi dan pengukuhan pengurus baru.
Langkah berani ini diambil untuk mengubah stigma masyarakat. Selama ini, domino kerap diidentikkan dengan aktivitas rekreasional tanpa arah, namun di bawah bendera Orado, permainan ini ditransformasikan menjadi disiplin yang mengandalkan strategi, ketajaman berpikir, dan mentalitas juara. Sinergi antara pemerintah daerah melalui Dispora dan pengurus Orado diharapkan mampu melahirkan ekosistem olahraga baru yang profesional bagi masyarakat Bumi Tambun Bungai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Pengprov Orado Kalteng, Rusdi, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan perombakan besar-besaran secara internal. Pembenahan organisasi menjadi “harga mati” untuk memastikan pembinaan atlet tidak dilakukan secara serampangan. “Dengan fondasi yang kuat, program pembinaan atlet dapat berjalan lebih terarah. Pembenahan organisasi menjadi langkah awal kami agar pembinaan bisa dilakukan secara berjenjang dan maksimal,” ujar Rusdi dengan nada optimis.
Provokasi positif ini ditujukan kepada generasi muda agar mulai melirik domino sebagai jalur prestasi yang menjanjikan. Orado Kalteng yakin bahwa potensi besar olahraga ini terletak pada kemampuan analisis pemainnya, bukan sekadar faktor keberuntungan. Pengelolaan yang serius diyakini akan membuka keran prestasi bagi atlet-atlet lokal untuk bersaing di level nasional hingga internasional, mengubah “meja kayu” menjadi podium kemenangan.

Dukungan politik dan administratif pun mulai mengalir deras. Perhatian khusus dari Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, disebut menjadi motor penggerak utama bagi Orado untuk terus melesat. Intervensi pemerintah daerah dinilai krusial untuk memperluas jangkauan pembinaan dan meningkatkan kualitas fasilitas bagi para atlet domino di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.
Rangkaian agenda besar telah disiapkan untuk mengguncang publik, mulai dari turnamen skala besar hingga pelatihan wasit dan atlet yang tersertifikasi. Strategi ini dilakukan tidak hanya untuk menjaring bibit unggul yang selama ini tersembunyi di pelosok desa, tetapi juga untuk membuktikan bahwa domino adalah olahraga yang mampu menyatukan sportivitas dan intelektualitas masyarakat luas.
Audiensi strategis di Dispora tersebut juga dihadiri oleh Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Adi Nur Fajar, serta jajaran teras Orado seperti Sekretaris Pengprov Agus Hermawan dan Ketua Bidang Organisasi Arifudin. Kehadiran para petinggi ini menunjukkan bahwa rencana pengukuhan pengurus dan pelaksanaan Kejuaraan Provinsi bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang sedang berjalan.
Diinformasikan, Orado merupakan federasi yang menaungi olahraga domino secara resmi di bawah struktur organisasi olahraga yang diakui. Di Kalimantan Tengah, domino memang memiliki akar budaya yang kuat sebagai permainan rakyat yang paling digemari. Dengan masuknya domino ke dalam kategori olahraga prestasi, Kalteng berpeluang besar menjadi barometer kekuatan domino nasional mengingat tingginya antusiasme masyarakat terhadap permainan asah otak ini.
Ke depan, tantangan terbesar Orado Kalteng adalah menjaga konsistensi agar domino tetap dipandang sebagai olahraga yang bersih dan profesional. Dengan komitmen yang telah dinyatakan di hadapan Dispora, publik kini menanti pembuktian bahwa dari kartu-kartu kecil tersebut, akan lahir prestasi besar yang mengharumkan nama Kalimantan Tengah di kancah nasional.(*)
Tim Newsline








