PALANGKA RAYA, newsline.id – Wajah olahraga Kalimantan Tengah resmi memasuki babak baru yang lebih inovatif. Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kalimantan Tengah masa bakti 2026–2030 resmi dilantik dalam sebuah seremoni megah yang digelar di Atrium Duta Mall Palangka Raya, Senin (13/4/2026). Pelantikan ini terasa istimewa karena dilakukan serentak dengan pengurus cabang dari 14 kabupaten/kota se-Kalteng, sekaligus menandai dibukanya Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Domino 2026 yang penuh antusiasme.

Hadirnya Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, bersama unsur Forkopimda dan tokoh nasional, menjadi sinyal kuat bahwa domino kini telah bertransformasi. Dari sekadar permainan rakyat di teras rumah, domino kini berdiri tegak sebagai cabang olahraga prestasi yang menuntut kecerdasan strategi dan ketangkasan mental. Pelantikan ini disahkan melalui SK PB ORADO Nomor 067 Tahun 2026 yang menetapkan kepengurusan di bawah nahkoda baru untuk membawa mandat prestasi.
Dalam sambutan hangatnya, Wagub Edy Pratowo memberikan apresiasi tinggi atas legalitas organisasi ini. Beliau menekankan bahwa olahraga bukan hanya soal fisik, melainkan jembatan untuk membangun generasi yang sehat secara cerdas dan berbudaya. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen mendukung penuh pengembangan olahraga masyarakat ini, mengingat domino memiliki akar kuat dalam budaya silaturahmi lintas latar belakang di Bumi Tambun Bungai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Pengprov ORADO Kalteng, Ahmad Rusdhie, mengungkapkan bahwa pembentukan kepengurusan di seluruh kabupaten/kota ini adalah langkah awal membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Targetnya tidak main-main: Kejurprov ini menjadi ajang seleksi ketat untuk menjaring atlet-atlet terbaik yang akan dikirim bertarung di Kejuaraan Nasional di Jakarta pada 24–25 April mendatang. Inovasi ini membuktikan bahwa Kalteng siap mencetak jawara asah otak di level tertinggi.
Dipertegas oleh Henry Kurnia Adhi, atau yang lebih dikenal sebagai John LBF, mewakili PB ORADO. Ia menjelaskan bahwa domino adalah sarana melatih konsentrasi dan pengambilan keputusan cepat di bawah tekanan. Selain itu, domino memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda ekonomi melalui industri olahraga (sport industry). “Kami menargetkan domino segera menjadi cabang olahraga resmi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang,” tegasnya dengan penuh optimisme.

Dipimpin Ahmad Rusdi, Orado Kalteng langsung bergerak cepat dengan menggelar Kejuaraan Provinsi untuk menjaring atlet terbaik yang akan dipersiapkan menuju Kejuaraan Nasional di Bogor.
Bagi masyarakat, momentum ini menjadi inspirasi bahwa hobi yang ditekuni secara serius dan terorganisir dapat membuahkan prestasi yang membanggakan. Kehadiran ORADO diharapkan mampu menghapus stigma negatif dan menggantinya dengan semangat sportifitas. Olahraga ini mengajarkan bahwa kemenangan diraih bukan karena keberuntungan semata, melainkan melalui perhitungan matang dan kesabaran, sebuah nilai kehidupan yang sangat relevan bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Secara teknis, kepengurusan yang baru dilantik memiliki tanggung jawab besar sesuai AD/ART organisasi untuk membina atlet dari akar rumput. Dengan semangat kebersamaan, ORADO Kalteng kini memikul harapan publik untuk membawa nama harum daerah di kancah nasional maupun internasional. Transformasi domino menjadi olahraga profesional ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi dalam dunia olahraga dapat menyatukan masyarakat dalam satu visi prestasi yang membanggakan.

Gerakan penguatan organisasi ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi nasional ORADO pada Januari 2026 di Jakarta. Sejak saat itu, gelombang pembentukan kepengurusan daerah terus meluas di seluruh Indonesia. Keberadaan ORADO di Kalimantan Tengah kini melengkapi peta kekuatan olahraga asah otak nasional, menjadikannya salah satu provinsi yang paling progresif dalam merangkul olahraga tradisional menjadi prestasi modern.(*)
Tim Newsline








