Kursi Kekuasaan Diperebutkan: Seruyan Buka Gelanggang Seleksi 9 Jabatan Strategis

Monday, 15 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUALA PEMBUANG, newsline.id — 9 kursi kekuasaan bergengsi di jantung birokrasi Kabupaten Seruyan resmi diperebutkan. Bukan lewat lobi gelap atau bisik-bisik di balik meja kopi, melainkan melalui arena seleksi terbuka yang menuntut kompetensi, integritas, dan nyali kepemimpinan sejati.

Senin, 15 Juni 2026, Aula BAPPERIDA Kabupaten Seruyan berubah menjadi panggung pertarungan intelektual. Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., secara resmi membuka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2026. Sebuah proses yang ia tegaskan bukan sekadar ritual pemenuhan regulasi, melainkan pertaruhan nyata masa depan daerah.

 

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

41 Orang, 9 Kursi, Satu Tujuan

Angka-angkanya bicara sendiri. Dari 37 pelamar awal yang mendaftar sejak 21 Mei 2026, jumlah melonjak menjadi 44 setelah masa pendaftaran diperpanjang tujuh hari kalender hingga 11 Juni 2026. Setelah penyaringan ketat melalui verifikasi dan validasi dokumen, 41 peserta dinyatakan lolos syarat administratif dan berhak melanjutkan perjuangan.

Mereka kini bersaing memperebutkan 9 jabatan strategis yang menentukan arah roda pemerintahan Seruyan: Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Inspektur Daerah, Sekretaris DPRD, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah.

Bukan jabatan sembarangan. Ini adalah pos-pos komando yang mengatur pendidikan anak-anak Seruyan, kesehatan warganya, infrastruktur jalannya, hingga aliran uang daerahnya.

Bupati Ahmad Selanorwanda: “Ini Bukan Formalitas”

Di sinilah letak pembeda yang patut dicermati. Dalam arahannya, Bupati Ahmad Selanorwanda melempar pesan yang tajam dan tidak basa-basi.

lv 0 20260615173855

“Dalam proses seleksi ini semua peserta memiliki kesempatan yang sama. Tunjukkan kompetensi terbaik, keluarkan seluruh potensi, gagasan inovatif, kemampuan manajerial, dan kualitas kepemimpinan yang saudara miliki,” tegasnya di hadapan para peserta, panitia, dan tim asesor.

Pernyataan itu bukan sekadar sambutan seremonial. Bupati muda Seruyan ini secara eksplisit menegaskan bahwa seleksi terbuka kali ini adalah momentum, bukan rutinitas. Sebuah kesempatan langka untuk mereset ekosistem kepemimpinan birokrasi daerah dengan darah segar dan pikiran segar.

Baca JUga  Bupati Seruyan Tantang Diskoperindag Keluar dari Zona Nyaman demi Ekonomi Rakyat

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah, bukan hak istimewa. Proses seleksi yang bersih, katanya, adalah satu-satunya jalan menuju pemimpin yang bersih, profesional, dan akuntabel.

“Ke depan kita membutuhkan pemimpin yang inovatif, mampu menjawab tantangan daerah yang semakin kompleks, dan memiliki komitmen kuat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Kalimat itu bukan retorika kosong jika kita menempatkannya dalam konteks, Seruyan adalah kabupaten dengan potensi sumber daya alam besar, tetapi juga tantangan pembangunan yang tak kecil, dari keterbatasan infrastruktur, disparitas layanan publik, hingga tekanan tata kelola anggaran yang terus disorot publik.

Asesmen Bukan Main-Main: Libatkan Kementerian dan Universitas

Untuk memastikan seleksi ini bukan sekadar sandiwara pergantian kursi, mekanisme penilaian dirancang berlapis. Tim asesor yang dilibatkan bukan sembarangan. Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Kementerian Pertanian bersama Pusat Layanan Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin akan mengawal proses asesmen pada 15–16 Juni 2026.

lv 0 20260615174103

Selanjutnya, tahapan penulisan makalah dan wawancara akhir pada 18–19 Juni 2026 melibatkan unsur Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, akademisi, praktisi, serta Pemerintah Kabupaten Seruyan sendiri.

Kepala Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Kementerian Pertanian, Indri Fitriani, S.H., M.A.P., menegaskan bahwa penilaian kompetensi adalah pilar sistem merit, prinsip tata kelola ASN modern yang menjamin setiap aparatur dinilai berdasarkan kemampuan, kinerja, integritas, dan moralitas, bukan kedekatan atau senioritas semata.

“Melalui asesmen ini diharapkan dapat diperoleh gambaran kompetensi peserta secara objektif sehingga menghasilkan pejabat pimpinan tinggi pratama yang mampu menjawab tantangan organisasi dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya.

Sistem Merit: Antara Harapan dan Realitas

Di atas kertas, sistem merit adalah jawaban atas patologi birokrasi klasik Indonesia. Promosi berbasis koneksi, penempatan berbasis loyalitas politik, dan rotasi jabatan yang lebih melayani kepentingan penguasa ketimbang kebutuhan rakyat.

Baca JUga  Sinergi Baja di Bumi Gawi Hatantiring, Misi Besar Wakapolda Kalteng Amankan Seruyan dari Ancaman Api

Seleksi terbuka JPT Pratama yang diamanatkan Undang-Undang ASN dan turunannya hadir sebagai koreksi institusional atas praktik-praktik tersebut. Namun implementasinya di daerah kerap menjadi cermin yang retak, ada yang sungguh-sungguh membuka kompetisi, ada pula yang menjadikan seleksi sebagai legitimasi bagi keputusan yang sudah diambil jauh sebelum proses dimulai.

Maka pernyataan Bupati Ahmad Selanorwanda hari ini sekaligus menjadi janji terbuka yang bisa ditagih publik. Jika pejabat yang terpilih nanti adalah mereka yang benar-benar terbaik, bukan yang paling dekat dengan kuasa. Maka seleksi ini layak disebut tonggak reformasi birokrasi Seruyan. Jika sebaliknya, maka panggung hari ini hanyalah pertunjukan mahal yang dibayar dari uang rakyat.

Misi yang Lebih Besar dari Sekadar Mengisi Kursi

Bupati menutup arahannya dengan pesan yang melampaui konteks teknis seleksi jabatan. Ia mengajak seluruh ASN Seruyan untuk menjaga integritas, etika organisasi, dan semangat pengabdian, tiga nilai yang mudah diucapkan, namun berat untuk dijaga di tengah godaan kewenangan dan anggaran.

Dengan membuka resmi seleksi ini menggunakan kalimat Bismillahirrahmanirrahim, Bupati seolah menegaskan ini bukan hanya urusan administrasi negara, ini adalah tanggung jawab moral.

Harapannya sederhana namun berat lahir dari arena seleksi ini pemimpin-pemimpin birokrasi yang tidak hanya cerdas secara teknis dan manajerial, tetapi juga berpikir strategis, mampu menjadi motivator, dan memberikan kontribusi nyata bagi visi pembangunan Seruyan.

4 hari ke depan, 41 peserta akan diuji. Bukan hanya oleh tim asesor, bukan hanya oleh dewan juri. Tetapi oleh sejarah dan oleh mata masyarakat Seruyan yang menunggu pemimpin yang benar-benar bekerja untuk mereka. Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Seruyan 2026 berlangsung 15–19 Juni 2026 di Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah.(*)

Tim Newsline 

Berita Terkait

Sawah yang Tak Pernah Tidur: Kisah Petani Seruyan Menyulap Musim Kering Jadi Ladang Semangka
Seruyan Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat, Krisis Air Bersih dan Karhutla Mengancam Bersamaan
Cahaya dari Kuala Pembuang: Ketika Seorang Bunda Mengukuhkan Amanah untuk Menyalakan Literasi Seruyan
Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah
Bupati Seruyan Bongkar “Zona Nyaman” Birokrasi: Jabatan Bukan Warisan, tapi Amanah yang Bisa Dicabut
Sungai Mengasin Sumur Mati: Seruyan Berlomba dengan Kemarau Sebelum Semuanya Terlambat
Ketika Uang Nelayan Berhenti di Amplop: Cerita di Balik Rp86,7 Juta yang Disita Kejari Seruyan
Api, Asap, dan Janji: Ketika Bupati Seruyan Turun ke Titik Api
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 17 September 2026 - 19:41 WITA

Sawah yang Tak Pernah Tidur: Kisah Petani Seruyan Menyulap Musim Kering Jadi Ladang Semangka

Thursday, 17 September 2026 - 02:28 WITA

Seruyan Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat, Krisis Air Bersih dan Karhutla Mengancam Bersamaan

Tuesday, 15 September 2026 - 19:46 WITA

Cahaya dari Kuala Pembuang: Ketika Seorang Bunda Mengukuhkan Amanah untuk Menyalakan Literasi Seruyan

Friday, 4 September 2026 - 22:35 WITA

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Friday, 4 September 2026 - 15:14 WITA

Bupati Seruyan Bongkar “Zona Nyaman” Birokrasi: Jabatan Bukan Warisan, tapi Amanah yang Bisa Dicabut

Berita Terbaru

Pemerintahan

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Friday, 4 Sep 2026 - 22:35 WITA