KUALA PEMBUANG, newsline.id — 9 kursi kekuasaan bergengsi di jantung birokrasi Kabupaten Seruyan resmi diperebutkan. Bukan lewat lobi gelap atau bisik-bisik di balik meja kopi, melainkan melalui arena seleksi terbuka yang menuntut kompetensi, integritas, dan nyali kepemimpinan sejati.
Senin, 15 Juni 2026, Aula BAPPERIDA Kabupaten Seruyan berubah menjadi panggung pertarungan intelektual. Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., secara resmi membuka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2026. Sebuah proses yang ia tegaskan bukan sekadar ritual pemenuhan regulasi, melainkan pertaruhan nyata masa depan daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
41 Orang, 9 Kursi, Satu Tujuan
Angka-angkanya bicara sendiri. Dari 37 pelamar awal yang mendaftar sejak 21 Mei 2026, jumlah melonjak menjadi 44 setelah masa pendaftaran diperpanjang tujuh hari kalender hingga 11 Juni 2026. Setelah penyaringan ketat melalui verifikasi dan validasi dokumen, 41 peserta dinyatakan lolos syarat administratif dan berhak melanjutkan perjuangan.
Mereka kini bersaing memperebutkan 9 jabatan strategis yang menentukan arah roda pemerintahan Seruyan: Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Inspektur Daerah, Sekretaris DPRD, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah.
Bukan jabatan sembarangan. Ini adalah pos-pos komando yang mengatur pendidikan anak-anak Seruyan, kesehatan warganya, infrastruktur jalannya, hingga aliran uang daerahnya.
Bupati Ahmad Selanorwanda: “Ini Bukan Formalitas”
Di sinilah letak pembeda yang patut dicermati. Dalam arahannya, Bupati Ahmad Selanorwanda melempar pesan yang tajam dan tidak basa-basi.

“Dalam proses seleksi ini semua peserta memiliki kesempatan yang sama. Tunjukkan kompetensi terbaik, keluarkan seluruh potensi, gagasan inovatif, kemampuan manajerial, dan kualitas kepemimpinan yang saudara miliki,” tegasnya di hadapan para peserta, panitia, dan tim asesor.
Pernyataan itu bukan sekadar sambutan seremonial. Bupati muda Seruyan ini secara eksplisit menegaskan bahwa seleksi terbuka kali ini adalah momentum, bukan rutinitas. Sebuah kesempatan langka untuk mereset ekosistem kepemimpinan birokrasi daerah dengan darah segar dan pikiran segar.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah, bukan hak istimewa. Proses seleksi yang bersih, katanya, adalah satu-satunya jalan menuju pemimpin yang bersih, profesional, dan akuntabel.
“Ke depan kita membutuhkan pemimpin yang inovatif, mampu menjawab tantangan daerah yang semakin kompleks, dan memiliki komitmen kuat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kalimat itu bukan retorika kosong jika kita menempatkannya dalam konteks, Seruyan adalah kabupaten dengan potensi sumber daya alam besar, tetapi juga tantangan pembangunan yang tak kecil, dari keterbatasan infrastruktur, disparitas layanan publik, hingga tekanan tata kelola anggaran yang terus disorot publik.
Asesmen Bukan Main-Main: Libatkan Kementerian dan Universitas
Untuk memastikan seleksi ini bukan sekadar sandiwara pergantian kursi, mekanisme penilaian dirancang berlapis. Tim asesor yang dilibatkan bukan sembarangan. Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Kementerian Pertanian bersama Pusat Layanan Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin akan mengawal proses asesmen pada 15–16 Juni 2026.

Selanjutnya, tahapan penulisan makalah dan wawancara akhir pada 18–19 Juni 2026 melibatkan unsur Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, akademisi, praktisi, serta Pemerintah Kabupaten Seruyan sendiri.
Kepala Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Kementerian Pertanian, Indri Fitriani, S.H., M.A.P., menegaskan bahwa penilaian kompetensi adalah pilar sistem merit, prinsip tata kelola ASN modern yang menjamin setiap aparatur dinilai berdasarkan kemampuan, kinerja, integritas, dan moralitas, bukan kedekatan atau senioritas semata.
“Melalui asesmen ini diharapkan dapat diperoleh gambaran kompetensi peserta secara objektif sehingga menghasilkan pejabat pimpinan tinggi pratama yang mampu menjawab tantangan organisasi dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya.
Sistem Merit: Antara Harapan dan Realitas
Di atas kertas, sistem merit adalah jawaban atas patologi birokrasi klasik Indonesia. Promosi berbasis koneksi, penempatan berbasis loyalitas politik, dan rotasi jabatan yang lebih melayani kepentingan penguasa ketimbang kebutuhan rakyat.
Seleksi terbuka JPT Pratama yang diamanatkan Undang-Undang ASN dan turunannya hadir sebagai koreksi institusional atas praktik-praktik tersebut. Namun implementasinya di daerah kerap menjadi cermin yang retak, ada yang sungguh-sungguh membuka kompetisi, ada pula yang menjadikan seleksi sebagai legitimasi bagi keputusan yang sudah diambil jauh sebelum proses dimulai.
Maka pernyataan Bupati Ahmad Selanorwanda hari ini sekaligus menjadi janji terbuka yang bisa ditagih publik. Jika pejabat yang terpilih nanti adalah mereka yang benar-benar terbaik, bukan yang paling dekat dengan kuasa. Maka seleksi ini layak disebut tonggak reformasi birokrasi Seruyan. Jika sebaliknya, maka panggung hari ini hanyalah pertunjukan mahal yang dibayar dari uang rakyat.
Misi yang Lebih Besar dari Sekadar Mengisi Kursi
Bupati menutup arahannya dengan pesan yang melampaui konteks teknis seleksi jabatan. Ia mengajak seluruh ASN Seruyan untuk menjaga integritas, etika organisasi, dan semangat pengabdian, tiga nilai yang mudah diucapkan, namun berat untuk dijaga di tengah godaan kewenangan dan anggaran.
Dengan membuka resmi seleksi ini menggunakan kalimat Bismillahirrahmanirrahim, Bupati seolah menegaskan ini bukan hanya urusan administrasi negara, ini adalah tanggung jawab moral.
Harapannya sederhana namun berat lahir dari arena seleksi ini pemimpin-pemimpin birokrasi yang tidak hanya cerdas secara teknis dan manajerial, tetapi juga berpikir strategis, mampu menjadi motivator, dan memberikan kontribusi nyata bagi visi pembangunan Seruyan.
4 hari ke depan, 41 peserta akan diuji. Bukan hanya oleh tim asesor, bukan hanya oleh dewan juri. Tetapi oleh sejarah dan oleh mata masyarakat Seruyan yang menunggu pemimpin yang benar-benar bekerja untuk mereka. Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Seruyan 2026 berlangsung 15–19 Juni 2026 di Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah.(*)
Tim Newsline









