Di Balik Gelar Adat: Damang Kepala Adat Seruyan Kini Pegang Kendali Hukum, Bukan Sekadar Simbol Seremoni

Thursday, 11 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., secara resmi melantik para Damang Kepala Adat terpilih  dan  mengukuhkan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) tingkat kecamatan, dalam sebuah prosesi adat yang digelar di Desa Panyumpa, Kecamatan Seruyan Tengah, Senin (8/6/2026). (Dokumentasi Protokoler Seruyan)

Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., secara resmi melantik para Damang Kepala Adat terpilih dan mengukuhkan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) tingkat kecamatan, dalam sebuah prosesi adat yang digelar di Desa Panyumpa, Kecamatan Seruyan Tengah, Senin (8/6/2026). (Dokumentasi Protokoler Seruyan)

SERUYAN TENGAH, newsline.id — Sebuah keputusan penting baru saja ditetapkan di jantung Kalimantan Tengah, para pemimpin adat tertinggi di tingkat kedamangan se-Kabupaten Seruyan resmi dilantik dan diberi mandat yang jauh lebih besar dari sekadar memimpin upacara. Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., secara resmi melantik para Damang Kepala Adat terpilih sekaligus mengukuhkan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) tingkat kecamatan, dalam sebuah prosesi adat yang digelar di Desa Panyumpa, Kecamatan Seruyan Tengah, Senin (8/6/2026).

Yang membuat pelantikan ini berbeda dari seremoni adat pada umumnya adalah penegasan tegas dari Bupati: Damang Kepala Adat bukan jabatan kehormatan belaka. Mereka adalah penegak hukum adat Dayak, figur yang keputusannya bisa menentukan sengketa lahan, konflik sosial, hingga pelanggaran norma di wilayah kedamangan masing-masing.

Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa setiap Damang Kepala Adat dipilih melalui musyawarah lintas desa dan kecamatan, bukan penunjukan sepihak. Proses ini menjadikan posisi mereka memiliki legitimasi sosial yang kuat. Sebuah mandat dari akar rumput untuk menjaga tatanan masyarakat adat.

“Peran Damang Kepala Adat bukan hanya sebagai simbol kelembagaan adat, tetapi juga sebagai pengayom masyarakat yang menjaga nilai-nilai kearifan lokal, memperkuat persatuan, serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, tertib, dan harmonis,” tegas Bupati Ahmad Selanorwanda di hadapan unsur Forkopimda, Wakil Bupati H. Supian, Wakil Ketua I DPRD Harsandi, para camat, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, dan perwakilan perusahaan besar swasta yang beroperasi di Seruyan.

Ahmad Selanorwanda merinci sejumlah fungsi krusial yang kini melekat pada jabatan Damang Kepala Adat. Pertama, melestarikan dan mengembangkan adat istiadat agar tidak tergerus zaman. Kedua, dan ini yang paling menarik perhatian, menjadi penegak hukum adat Dayak di wilayah kedamangannya masing-masing, sebuah peran yang menempatkan mereka sejajar dengan aparat formal dalam menjaga ketertiban sosial.

Ketiga, menjaga jati diri masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah di tengah arus modernisasi dan masuknya investasi besar ke wilayah-wilayah adat. Keempat, melindungi warisan leluhur agar tetap relevan dan hidup, bukan sekadar artefak museum.

Kombinasi keempat tugas ini menempatkan Damang pada posisi yang unik: penjaga tradisi sekaligus aktor hukum yang keputusannya berdampak nyata pada kehidupan sehari-hari warga.

Baca JUga  Seruyan Berbenah dari Akar Keluarga: Saat Bupati dan BKKBN Kalteng Satukan Visi Lawan Stunting hingga Narkoba

Ahmad Selanorwanda juga menitipkan pesan tegas agar para Damang bekerja adil tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan. Sebuah penekanan yang relevan mengingat Seruyan adalah daerah dengan keragaman penduduk tinggi akibat migrasi dan industri perkebunan. Ia meminta para Damang terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan Dewan Adat Dayak Kabupaten agar struktur hukum adat berjalan selaras dengan pemerintahan formal.

Kehadiran perwakilan perusahaan besar swasta dalam acara ini bukan kebetulan. Pemerintah Kabupaten Seruyan secara terbuka menegaskan komitmennya menjadikan lembaga adat sebagai mitra strategis pembangunan daerah termasuk dalam relasi dengan sektor swasta yang banyak beroperasi di lahan-lahan adat.

Acara ditutup dengan harapan agar para Damang dan Ketua DAD Kecamatan yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, demi terwujudnya peningkatan harkat, martabat, dan kesejahteraan masyarakat Dayak khususnya, serta masyarakat Kabupaten Seruyan pada umumnya.(*)

Tim Newsline 

Berita Terkait

Bunda PAUD Seruyan Kukuhkan Pengurus Kecamatan, Genjot Wajib Belajar 13 Tahun
Seruyan Berbenah dari Akar Keluarga: Saat Bupati dan BKKBN Kalteng Satukan Visi Lawan Stunting hingga Narkoba
Datang dengan Tangan Kosong, Pulang dengan Kepala Tegak, Ironi Kontingen Seruyan di FBIM 2026
Menggenggam Bara Transparansi, Seruyan dan Perlawanan Sunyi Melawan Korupsi
Camat Serteng Turun Tangan, Dinas PUPR Seruyan Hilang Tanpa Kabar
Menjaring Laba di Atas Tanah Merangsang, Ketika Subsidi Rakyat Jadi Ladang Rampok
33 Ekor Hewan Qurban dari Pemprov Kalteng Tiba di Seruyan, Siap Disalurkan ke Warga Kurang Mampu Jelang Idul Adha
Bupati Seruyan Tantang Diskoperindag Keluar dari Zona Nyaman demi Ekonomi Rakyat
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 11 June 2026 - 22:12 WITA

Bunda PAUD Seruyan Kukuhkan Pengurus Kecamatan, Genjot Wajib Belajar 13 Tahun

Thursday, 11 June 2026 - 21:43 WITA

Seruyan Berbenah dari Akar Keluarga: Saat Bupati dan BKKBN Kalteng Satukan Visi Lawan Stunting hingga Narkoba

Thursday, 11 June 2026 - 05:58 WITA

Di Balik Gelar Adat: Damang Kepala Adat Seruyan Kini Pegang Kendali Hukum, Bukan Sekadar Simbol Seremoni

Tuesday, 2 June 2026 - 22:46 WITA

Datang dengan Tangan Kosong, Pulang dengan Kepala Tegak, Ironi Kontingen Seruyan di FBIM 2026

Sunday, 31 May 2026 - 23:51 WITA

Menggenggam Bara Transparansi, Seruyan dan Perlawanan Sunyi Melawan Korupsi

Berita Terbaru

KOTA PALANGKA RAYA

Dana Hibah Pilkada Kalteng: 2 KPU, 2 Skandal, Nol Tersangka

Monday, 8 Jun 2026 - 22:22 WITA

Produksi Turun, Konflik Lahan Membara.
Siapa yang Sesungguhnya Menikmati Manfaatnya?

KALIMANTAN TENGAH

Sawit Kalteng : Emas Hijau yang Belum Merata

Monday, 8 Jun 2026 - 16:46 WITA