KUALA PEMBUANG, newsline.id – Halaman Kantor Bupati Seruyan mendadak bergetar oleh kepulan semangat yang membakar adrenalin ratusan peserta. Tepat pada Senin pagi (25/5/2026), Pemerintah Kabupaten Seruyan sukses menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah secara khidmat dan monumental. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., secara provokatif dan tegas langsung mengomandoi jajaran Forkopimda, ASN, TNI-Polri, hingga kaum muda untuk tidak lagi menjadi penonton pasif di tanah kaya ini, melainkan menjadi agen perubahan yang siap mengguncang zaman.
Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Seruyan Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda, S.E., M.A., Bupati menyuarakan amanat krusial Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran. Teras berita hari ini mencatat pesan tajam: Seruyan harus menjadi episentrum bangkitnya generasi muda yang super kompeten, inovatif, dan bermental baja, sekaligus menjadi pelopor ketahanan pangan mandiri dari pekarangan rumah. Ini bukan sekadar seremonial tiup lilin, melainkan sebuah maklumat perang melawan kemalasan, ketergantungan pangan, dan degradasi budaya lokal di tengah gempuran modernisasi global.
Dua pesan utama dalam amanat Gubernur yang dibacakan Bupati Ahmad Selanorwanda langsung memantik diskusi hangat di kalangan publik dan netizen. Pertama adalah tamparan keras sekaligus motivasi bagi generasi muda Kalimantan Tengah untuk berhenti minder. Pemuda Kalteng ditantang untuk terus meroketkan kompetensi, melahirkan inovasi radikal, dan percaya diri berdiri tegak menghadapi tantangan zaman digital, tanpa sedikit pun menggadaikan identitas adat dan akar budaya daerah yang luhur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesan kedua yang tak kalah provokatif-persuasif adalah ajakan revolusioner mengenai ketahanan pangan keluarga. Gubernur menantang setiap jengkal tanah di pekarangan rumah masyarakat Seruyan tidak dibiarkan menganggur menjadi semak belukar. Sebaliknya, pekarangan harus dipaksa produktif menjadi lumbung pangan hijau mandiri. Warga diajak serentak menanam komoditas bernilai tinggi yang kerap memicu inflasi, seperti cabai, sayur-mayur segar, hingga buah-buahan, sebagai benteng pertahanan ekonomi keluarga menghadapi ketidakpastian global.
“Pembangunan daerah itu sebuah proses yang terencana dan berkelanjutan. Meskipun kita berada di tengah impitan tantangan fiskal, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten tidak akan menyerah. Sinergi anggaran akan terus diefisienkan secara tepat sasaran agar dampaknya langsung menusuk dan dirasakan di dapur-dapur masyarakat,” tegas Ahmad Selanorwanda saat membacakan pidato Gubernur Agustiar Sabran dengan nada bertenaga, membius seluruh peserta upacara.
Lebih dalam lagi, momentum HUT ke-69 ini juga menjadi jembatan taktis bagi daerah untuk menyukseskan program ASTA CITA Presiden Republik Indonesia. Sinergitas vertikal antara pemerintah pusat, provinsi, hingga ke tingkat desa di Kabupaten Seruyan harus dipacu tanpa kompromi demi mempercepat lompatan pembangunan ekonomi. Penguatan kompetensi pemuda dan kemandirian pangan di level mikro (rumah tangga) dinilai sebagai implementasi paling konkret dari cetak biru pembangunan nasional tersebut.
Selain urusan perut dan masa depan pemuda, upacara ini juga meniupkan peluit peringatan dini (early warning) yang sangat serius. Menghadapi musim kemarau yang mulai membayangi, Gubernur lewat Bupati Seruyan mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk menaikkan level kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Publik diimbau keras, bahkan dilarang total, membuka lahan dengan cara membakar yang berpotensi merusak ekosistem dan mencoreng wajah daerah. Menjaga lingkungan bukan lagi imbauan, tapi kewajiban mutlak.
Pada akhir pidato yang menggetarkan itu, falsafah sakral Huma Betang kembali digaungkan sebagai senjata pamungkas. Persatuan, gotong royong, dan toleransi tinggi di tanah Kalteng harus menjadi fondasi utama. Hanya dengan semangat kebersamaan itulah, visi Kalimantan Tengah yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera bukan lagi sekadar mimpi di atas kertas, melainkan realitas yang bisa digenggam oleh seluruh masyarakat Seruyan.
Jalannya upacara sakral ini didukung oleh formasi pejabat daerah yang solid. Pembacaan Teks Undang-Undang Dasar 1945 dibawakan dengan lantang oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Seruyan Harsandi, S.T., M.M. Sementara itu, posisi penting Perwira Upacara dipercayakan kepada Didi Darmadi, S.STP., M.Si., dan ketegasan Komandan Upacara dipimpin langsung oleh Ridwan, S.IP., M.A.P.
Sejarah singkat Provinsi Kalimantan Tengah dibacakan dengan khidmat oleh Agus Dianto, S.H., membawa ingatan peserta pada heroisme para pendahulu. Keheningan dan rasa syukur kemudian dipimpin dalam doa oleh Nor Tajeli, S.Ag., sementara ritme acara dipandu apik oleh pembawa acara Nur Ahyanti, S.AP., M.A.P. Upacara pun berakhir dengan tertib, meninggalkan pesan edukatif yang kini mulai viral dan diperbincangkan hangat di berbagai platform media sosial warga Kalimantan Tengah.(*)
Tim Newsline









