Palangka Raya, newsline.id — Tekad itu diucapkan bukan sekadar retorika seremonial. Di balik pintu ruang Wali Kota Palangka Raya, Rabu Pekan lalu, sebuah peta jalan menuju podium tertinggi mulai digambar ulang lebih serius, lebih ambisius, dan kali ini langsung dipimpin orang nomor satu di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, resmi menyatakan kesediaannya menjadi Ketua Kontingen Kota Palangka Raya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Kalimantan Tengah, ajang olahraga terbesar di Bumi Tambun Bungai yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada Oktober 2026. Bukan sekadar jabatan seremonial, keputusan ini membawa sinyal politik olahraga yang tegas: Palangka Raya serius berbicara soal juara umum.
Pernyataan itu muncul dalam audiensi resmi antara jajaran pengurus KONI Kota Palangka Raya dengan Wali Kota Fairid Naparin. Rombongan KONI dipimpin langsung Ketua KONI Kota Palangka Raya, Karuhei T.N. Asang, S.Pd., M.Pd., didampingi Sekretaris Umum Tri Wahyana, serta sejumlah pengurus inti, Gatot Dariyadi, Pujo Harianto (Wakil Ketua), dan Triono (Wakil Bendahara II).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Agenda pertemuan tidak main-main, laporan komprehensif atas tahapan persiapan kontingen Palangka Raya menjelang Porprov XIII, sekaligus konsolidasi strategi bersama kepala daerah.
“KONI sudah melakukan berbagai tahapan persiapan menghadapi Porprov. Hasil dari tahapan tersebut kami laporkan kepada Pak Wali Kota terkait kesiapan kontingen Kota Palangka Raya,” jelas Karuhei usai audiensi.
Arahan dari Fairid pun tak ambigu. Target Kota Palangka Raya adalah kembali meraih gelar juara umum. Bukan sekadar berpartisipasi. Bukan sekadar mengirim atlet. Melainkan mendominasi.
“Pak Wali Kota memberikan beberapa petunjuk dan saran kepada KONI agar benar-benar mempersiapkan kontingen dengan maksimal. Menurut beliau, target Kota Palangka Raya adalah kembali meraih juara umum,” ungkap Karuhei.
28 Cabang Olahraga, Satu Misi : Kota Palangka Raya di Puncak
Palangka Raya telah menyiapkan kontingen untuk mengikuti 28 cabang olahraga yang dipertandingkan, ditambah satu cabang olahraga eksibisi. Sebuah cakupan yang luas, menuntut koordinasi lintas cabang olahraga yang tidak sederhana.

Persiapan yang tengah dimatangkan mencakup tiga lini utama: peningkatan kualitas dan intensitas latihan atlet, koordinasi teknis dengan masing-masing pengurus cabang olahraga (cabor), serta pemenuhan berbagai kebutuhan pendukung, mulai dari logistik, sarana latihan, hingga aspek mental dan fisik para atlet.
Fairid menegaskan bahwa Porprov XIII bukan semata soal perolehan medali. Ajang ini memiliki peran strategis yang lebih jauh: melahirkan atlet-atlet berprestasi yang akan menjadi tulang punggung Kalimantan Tengah di berbagai kejuaraan regional dan nasional ke depannya.
“Melalui ajang Porprov XIII diharapkan dapat menjaring atlet berbakat, terutama yang berasal dari Palangka Raya,” tegasnya.
Efisiensi Anggaran, Tantangan Nyata di Balik Semangat Juara
Di balik optimisme itu, tersimpan satu tantangan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Karuhei secara terbuka mengakui bahwa efisiensi anggaran menjadi kendala utama dalam proses persiapan kali ini.

Namun alih-alih menjadikannya alasan mundur, kendala itu justru mendorong KONI dan Pemerintah Kota Palangka Raya untuk bergerak lebih cerdas, mencari skema kerja sama dengan sejumlah pihak sebagaimana diarahkan langsung oleh Wali Kota.
“Kami juga sangat berterima kasih, karena pak wali kota bersedia menjadi Ketua Kontingen Kota Palangka Raya. Beliau memberikan berbagai arahan yang akan ditindaklanjuti KONI, termasuk menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak,” kata Karuhei.
Komitmen Pemerintah Kota terhadap kontingen tetap kokoh. Dukungan mengalir, meski dalam bingkai anggaran yang lebih ketat dari sebelumnya. Semangat kompetisi, dalam konteks ini, diuji bukan hanya di atas lapangan tetapi juga di ruang-ruang perencanaan dan negosiasi anggaran.
Kotawaringin Barat: Panggung yang Sudah Siap
Sementara Palangka Raya mempersiapkan amunisinya, panggung utama perlombaan juga terus dibenahi. Kabupaten Kotawaringin Barat resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Porprov XIII Kalimantan Tengah melalui Surat Keputusan KONI Kalimantan Tengah, setelah melewati penilaian ketat atas kesiapan infrastruktur, venue pertandingan, dan dukungan pemerintah daerah setempat.
Kehadiran ribuan atlet, ofisial, pelatih, dan pendukung dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Tengah diprediksi akan menggerakkan roda ekonomi lokal, sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi di Kotawaringin Barat bakal merasakan dampak langsung dari gelaran akbar ini.
Porprov XIII bukan hanya festival olahraga. Ia adalah instrumen pemersatu antardaerah, arena di mana rivalitas sehat membangun semangat sportivitas, dan persaudaraan sesama anak Kalimantan Tengah menguat justru di tengah persaingan.
Pesan untuk Atlet: Latihan Tak Boleh Kendur
Di ujung sesi audiensi, Karuhei menitipkan satu pesan yang sederhana namun sarat makna bagi seluruh atlet Kota Palangka Raya yang kini tengah menjalani program latihan mereka.
“Harapan dari KONI dan pemerintah kepada seluruh atlet Kota Palangka Raya, agar tetap semangat dalam menjalani latihan dan pertandingan serta memberikan penampilan terbaik untuk mengharumkan nama Kota Palangka Raya di ajang Porprov.”
Oktober 2026 bukan lagi jauh. Hitungan bulan, bukan tahun. Dan di ibu kota Kalimantan Tengah, mesin persiapan kini berputar penuh , dengan kepala daerahnya sendiri berada di garis terdepan konvoi kontingen.
Satu pertanyaan yang akan dijawab di Kotawaringin Barat, apakah Palangka Raya mampu mempertahankan takhta yang pernah diraihnya dan sekali lagi pulang membawa panji juara umum ke kota Cantik sebagai pusat olahraga Kalimantan Tengah.(*)
Tim Newsline: Syamsudin Dinata









