PALANGKA RAYA,newsline.id – Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, mendadak melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya pada Rabu kamaren. Langkah berani ini diambil sebagai bentuk pengawasan ketat legislatif terhadap kebijakan kesehatan yang menyentuh langsung hajat hidup orang banyak di Kota Cantik.
Fokus utama dalam pertemuan panas tersebut adalah membedah kinerja Dinkes dalam memperkuat fasilitas layanan kesehatan. Nenie menegaskan bahwa pelayanan optimal bagi masyarakat bukanlah pilihan, melainkan kewajiban yang harus dipenuhi pemerintah daerah secara akuntabel dan sesuai hukum.
“Kunjungan kerja ini merupakan salah satu tugas kami dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah agar sesuai dengan ketentuan hukum dan berjalan secara akuntabel,” tegas Nenie di hadapan jajaran Dinkes.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Isu yang paling menyedot perhatian warga adalah sorotan tajam Nenie terhadap penanganan kasus rabies yang saat ini tengah menghantui wilayah Puskesmas Pahandut dan Puskesmas Bukit Hindu. Ia turun tangan memastikan langkah penanganan di lapangan benar-benar efektif dan tidak sekadar formalitas prosedur belaka.
Tak hanya soal rabies, nasib ibu hamil di Palangka Raya juga menjadi prioritas. Nenie memelototi program pelayanan persalinan gratis yang tersebar di sejumlah puskesmas. Ia menuntut agar program “pro-rakyat” ini dipantau ketat setiap harinya agar benar-benar tepat sasaran dan tidak dipersulit oleh birokrasi yang berbelit.
“Kami sangat mengapresiasi penanganan rabies serta pelayanan persalinan gratis yang dilaksanakan Dinkes melalui rumah sakit, puskesmas, pustu, maupun fasilitas layanan kesehatan lainnya,” tambah Ketua DPC PDI-P kota Palangka Raya tersebut sebagai bentuk dukungan sekaligus pengingat bagi penyedia layanan.
Di sisi lain, Nenie juga memberikan catatan penting mengenai disiplin kerja ASN di lingkungan Dinkes. Ia secara langsung memantau bagaimana ritme kerja para petugas kesehatan di lapangan. Menurutnya, kedisiplinan yang sudah baik saat ini harus menjadi standar permanen, bukan sekadar “pencitraan” saat dikunjungi pejabat.
“Saya melihat secara langsung disiplin kerja di Dinkes Kota Palangka Raya sudah berjalan dengan baik. Oleh karena itu, diharapkan seluruh program kesehatan bagi masyarakat dapat dijalankan secara maksimal,” tutup Nenie dengan nada optimis namun tetap memberikan tekanan pada eksekusi program.
Secara historis, kunjungan kerja legislatif ke sektor kesehatan memang selalu menjadi topik hangat bagi masyarakat Palangka Raya. Hal ini dikarenakan sektor kesehatan merupakan pelayanan dasar yang paling sensitif terhadap isu anggaran dan kualitas SDM di lapangan.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi tenaga kesehatan di Puskesmas, Pustu, hingga Rumah Sakit daerah untuk tetap memberikan performa terbaik. Kini masyarakat kota Cantik menantikan realisasi peningkatan fasilitas yang lebih modern di titik-titik layanan kesehatan yang disoroti tersebut.(*)
Tim Newsline : Saifullah








