Menjaga Langit Tetap Biru untuk Buah Hati, Palangka Raya Siagakan 21 Pos Pantau Kahutla Hadapi Ancaman Kemarau Ekstrem

Saturday, 4 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PALANGKA RAYA, newsline.id – Warga Kota Cantik diminta bersiap menghadapi “ujian nyawa”. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meramalkan fenomena kemarau panjang yang jauh lebih kering akan menghantam Kota Palangka Raya mulai minggu ketiga Mei hingga Agustus mendatang. Menanggapi ancaman nyata kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membayangi paru-paru dunia ini, Pemkot Palangka Raya resmi mengaktifkan 21 Pos Lapangan untuk memantau titik api di wilayah-wilayah rawan.

Langkah cepat ini diambil bukan tanpa alasan. Prediksi BMKG menunjukkan bahwa cuaca ekstrem kali ini bukan sekadar panas biasa, melainkan kondisi yang sangat kering dan rentan memicu api. Kehadiran 21 pos lapangan ini menjadi garda terdepan untuk mencegah langit Palangka Raya kembali tertutup kabut asap pekat yang kerap merenggut hak warga untuk bernapas lega.

Sekda Kota Palangka Raya, Albert Tombak mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan intensif di lapangan. “Kami tidak ingin kecolongan. Tim di 21 pos ini akan memantau secara real-time pergerakan titik panas (hotspot). Fokus kami adalah pencegahan dini sebelum api membesar dan tak terkendali,” ujarnya kepada awak media, Jumat (3/4).

Dibalik kesiapan teknis pos pantau tersebut, terselip narasi pilu dari warga pinggiran yang masih trauma dengan horor kabut asap tahun-tahun sebelumnya. “Kami takut anak-anak sesak napas lagi. Kalau kemarau panjang datang, air sumur kering, api mengintai di mana-mana. Pos pantau itu harapan terakhir kami,” ungkap Yenni seorang warga mahir mahar yang bermukim dekat area lahan gambut.

Ketakutan warga sangat beralasan. Kemarau yang lebih panjang berarti cadangan air di lahan gambut akan menyusut drastis, mengubah lahan tidur menjadi “bom waktu” yang siap meledak hanya karena satu puntung rokok. Keberadaan 21 pos lapangan ini diharapkan menjadi jawaban atas kecemasan publik, meskipun status Siaga Darurat secara resmi masih menunggu kajian mendalam dari otoritas terkait.

Secara teknis, pos-pos lapangan ini akan diisi oleh personel gabungan dari BPBD, relawan, dan instansi terkait lainnya. Mereka akan melakukan patroli rutin di daerah-daerah merah yang secara historis menjadi langganan kebakaran. Pihak Pemko juga menekankan pentingnya sinergi masyarakat untuk tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar.

Baca JUga  Anggaran Dipangkas, Kualitas Tak Boleh Ikut Terpangkas

Saat ini, Pemko Palangka Raya masih terus mematangkan tahapan administratif untuk menaikkan status kebencanaan jika situasi memburuk. Meski status Siaga Darurat belum ketuk palu, pergerakan personel di lapangan sudah menunjukkan bahwa Palangka Raya sedang dalam kondisi waspada tinggi.

korhulat

Wilayah Kalimantan Tengah memang memiliki karakteristik tanah gambut yang sangat dalam di beberapa titik. Sejarah mencatat, setiap kali kemarau panjang melanda, upaya pemadaman selalu menghadapi kendala minimnya sumber air karena sumur bor yang mengering.

Data BMKG sebelumnya menyebutkan bahwa anomali cuaca tahun ini dipengaruhi oleh fenomena iklim global yang membuat curah hujan di Kalimantan turun drastis dibandingkan rata-rata tahunan. Hal inilah yang mendasari peringatan dini agar seluruh elemen masyarakat bersiap menghadapi hari-hari terik yang melelahkan.

Pos lapangan yang tersebar di beberapa kelurahan rawan ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat memantau api, tetapi juga pusat edukasi bagi warga agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar di tengah ancaman kekeringan yang mulai mengetuk pintu rumah mereka.(*)

Tim Newsline

Berita Terkait

KPK Datang, Kantor Gubernur Terbakar: Sejarah Berulang di Kalteng
Di Balik Kabut Asap Palangka Raya, Ada Mereka yang Tak Pernah Berhenti Berjuang
Kota Palangka Raya Bidik Juara Umum Porprov XIII, Fairid Naparin Pimpin Langsung Kontingen
Dana Hibah Pilkada Kalteng: 2 KPU, 2 Skandal, Nol Tersangka
Anggaran Dipangkas, Kualitas Tak Boleh Ikut Terpangkas
Tewas di Balik Dinding yang Paling Dijaga
DRAMA ANTREAN “BERDARAH” DI PALANGKA RAYA, RAKYAT DIJEBAK PANIC BUYING, ATAU BBM MEMANG “DILARIKAN” KE KORPORASI SWASTA
“Kiamat” Kualitas Pendidikan Mengancam Pinggiran Palangka Raya, Guru Jadi Tameng Terakhir
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 19 August 2026 - 04:02 WITA

KPK Datang, Kantor Gubernur Terbakar: Sejarah Berulang di Kalteng

Saturday, 1 August 2026 - 16:33 WITA

Di Balik Kabut Asap Palangka Raya, Ada Mereka yang Tak Pernah Berhenti Berjuang

Monday, 22 June 2026 - 20:57 WITA

Kota Palangka Raya Bidik Juara Umum Porprov XIII, Fairid Naparin Pimpin Langsung Kontingen

Monday, 8 June 2026 - 22:22 WITA

Dana Hibah Pilkada Kalteng: 2 KPU, 2 Skandal, Nol Tersangka

Sunday, 7 June 2026 - 19:26 WITA

Anggaran Dipangkas, Kualitas Tak Boleh Ikut Terpangkas

Berita Terbaru

Pemerintahan

Menyoal Otonomi Semu di Balik Meja Kasir Rumah Sakit Daerah

Friday, 4 Sep 2026 - 22:35 WITA